কুরআনুল কারীমের অর্থসমূহের অনুবাদ - কুরআনুল কারীমের সংক্ষিপ্ত তাফসীরের ইন্দোনেশিয়ান অনুবাদ * - অনুবাদসমূহের সূচী


অর্থসমূহের অনুবাদ সূরা: সূরা সা-দ
আয়াত:
 

Surah Ṣād

সূরার কতক উদ্দেশ্য:
ذكر المخاصمة بالباطل وعاقبتها.
Menerangkan tentang berbantah-bantahan dalam kebatilan dan akibatnya.

صٓۚ وَٱلۡقُرۡءَانِ ذِي ٱلذِّكۡرِ
1. Ṣād. Pembahasan tentang huruf hijaiah seperti ini telah disebutkan di awal surah Al-Baqarah. Allah bersumpah dengan Al-Qur`ān yang berisi peringatan kepada manusia tentang apa yang berguna bagi mereka di dunia dan Akhirat. Perkaranya tidak sebagaimana yang kaum musyrikin duga, bahwa Allah memiliki sekutu.
আরবি তাফসীরসমূহ:
بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي عِزَّةٖ وَشِقَاقٖ
2. Akan tetapi orang-orang kafir itu berada di atas fanatisme berat dan kesombongan sehingga mereka menolak mentauhidkan Allah dan selalu menentang dan memusuhi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.
আরবি তাফসীরসমূহ:
كَمۡ أَهۡلَكۡنَا مِن قَبۡلِهِم مِّن قَرۡنٖ فَنَادَواْ وَّلَاتَ حِينَ مَنَاصٖ
3. Berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, di mana mereka mendustakan para Rasul mereka. Saat azab turun menimpa mereka, mereka beristigasah minta pertolongan, padahal saat itu bukanlah saat keselamatan bagi mereka dari azab sehingga istigasah mereka itu bisa bermanfaat.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَعَجِبُوٓاْ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٞ مِّنۡهُمۡۖ وَقَالَ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا سَٰحِرٞ كَذَّابٌ
4. Mereka heran ketika seorang Rasul dari kalangan mereka datang memperingatkan mereka dari azab Allah bila mereka terus bersikukuh di atas kekufuran. Ketika mereka melihat bukti-bukti kebenaran apa yang dibawa oleh Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, orang-orang kafir berkata, “Laki-laki ini adalah penyihir yang menyihir manusia, pembohong terkait klaim diucapkannya bahwa dia adalah Rasulullah yang mendapatkan wahyu.
আরবি তাফসীরসমূহ:
أَجَعَلَ ٱلۡأٓلِهَةَ إِلَٰهٗا وَٰحِدًاۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٌ عُجَابٞ
5. Apakah laki-laki ini menjadikan tuhan-tuhan yang banyak hanya menjadi satu Tuhan saja yang tidak ada tuhan selain-Nya? Perbuatannya itu sungguh mengherankan.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَٱنطَلَقَ ٱلۡمَلَأُ مِنۡهُمۡ أَنِ ٱمۡشُواْ وَٱصۡبِرُواْ عَلَىٰٓ ءَالِهَتِكُمۡۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٞ يُرَادُ
6. Maka para pembesar dan pemuka mereka mendatangi para pengikut mereka seraya berkata, “Teruskan apa yang selama ini kalian lakukan, jangan mengikuti agama Muhammad, pertahankanlah ibadah kepada tuhan-tuhan kalian. Sesungguhnya dakwah Muhammad kepada kalian untuk menyembah satu Tuhan hanyalah taktiknya saja, karena dia ingin merebut kepemimpinan dan pengikut dari tangan kami.
আরবি তাফসীরসমূহ:
مَا سَمِعۡنَا بِهَٰذَا فِي ٱلۡمِلَّةِ ٱلۡأٓخِرَةِ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا ٱخۡتِلَٰقٌ
7. Kami tidak mendengar apa yang didakwahkan oleh Muhammad tentang mentauhidkan Allah dalam ajaran nenek moyang kami, tidak pula dalam agama Isa -'alaihissalām-. Kami tidak mendengar darinya selain kebohongan dan bualan.
আরবি তাফসীরসমূহ:
أَءُنزِلَ عَلَيۡهِ ٱلذِّكۡرُ مِنۢ بَيۡنِنَاۚ بَلۡ هُمۡ فِي شَكّٖ مِّن ذِكۡرِيۚ بَل لَّمَّا يَذُوقُواْ عَذَابِ
8. Apakah dibenarkan Al-Qur`ān turun kepadanya di antara kita secara khusus dan tidak diturunkan kepada kita, padahal kita adalah para pemuka dan pembesar.” Sebaliknya kaum musyrikin itu dalam keraguan terhadap wahyu yang turun kepadamu, dan karena mereka belum merasakan azab Allah, maka mereka tertipu oleh pembiaran-Nya. Seandainya mereka merasakannya, niscaya mereka tidak berani melakukan kekufuran dan kesyirikan kepada Allah serta meragukan apa yang diwahyukan kepadamu.
আরবি তাফসীরসমূহ:
أَمۡ عِندَهُمۡ خَزَآئِنُ رَحۡمَةِ رَبِّكَ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡوَهَّابِ
9. Apakah kaum musyrikin yang mendustakan itu mempunyai perbendaharaan kekayaan Rabbmu yang Maha Perkasa yang tidak seorang pun bisa mengalahkan-Nya, yang memberi apa yang Dia kehendaki kepada siapa yang Dia kehendaki? Dan di antara perbendaharaan kekayaan-Nya adalah kenabian. Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Kenabian bukan milik mereka sehingga mereka bisa memberikannya kepada siapa yang mereka kehendaki dan menghalanginya dari siapa yang mereka kehendaki.
আরবি তাফসীরসমূহ:
أَمۡ لَهُم مُّلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَاۖ فَلۡيَرۡتَقُواْ فِي ٱلۡأَسۡبَٰبِ
10. Apakah mereka itu memiliki kerajaan langit, kerajaan bumi dan apa yang ada di antara keduanya sehingga mereka berhak untuk memberi dan menahan? Bila mereka mengaku demikian, maka hendaknya mereka mengambil sebab-sebab yang bisa menyampaikan mereka ke langit agar mereka bisa memutuskan sekehendak mereka, memberi atau menolak, dan mereka tidak akan mampu melakukannya.
আরবি তাফসীরসমূহ:
جُندٞ مَّا هُنَالِكَ مَهۡزُومٞ مِّنَ ٱلۡأَحۡزَابِ
11.         Orang-orang yang mendustakan Rasul adalah bala tentara yang kalah, seperti bala tentara sebelum mereka yang mendustakan para Rasul.
আরবি তাফসীরসমূহ:
كَذَّبَتۡ قَبۡلَهُمۡ قَوۡمُ نُوحٖ وَعَادٞ وَفِرۡعَوۡنُ ذُو ٱلۡأَوۡتَادِ
12. Orang-orang yang mendustakan itu bukanlah orang-orang yang pertama mendustakan Rasul, sebelum mereka juga telah ada para pendusta seperti kaum Nuh, kaum 'Ād, dan juga kaum Fir'aun pemilik pancang-pancang untuk menyiksa manusia.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَثَمُودُ وَقَوۡمُ لُوطٖ وَأَصۡحَٰبُ لۡـَٔيۡكَةِۚ أُوْلَـٰٓئِكَ ٱلۡأَحۡزَابُ
13. Kaum Ṡamūd, kaum Lūṭ, kaum Syuaib, mereka semuanya mendustakan, mereka adalah sekutu-sekutu yang bersatu untuk mendustakan para rasul mereka dan kufur kepada apa yang di bawa para rasul tersebut.
আরবি তাফসীরসমূহ:
إِن كُلٌّ إِلَّا كَذَّبَ ٱلرُّسُلَ فَحَقَّ عِقَابِ
14. Tidak ada seorang pun dari para sekutu tersebut kecuali mendustakan rasul Allah, maka mereka berhak mendapatkan azab Allah yang menimpa mereka sekalipun terkadang tertunda untuk beberapa waktu.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَمَا يَنظُرُ هَـٰٓؤُلَآءِ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ مَّا لَهَا مِن فَوَاقٖ
15. Orang-orang yang mendustakan Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- itu tidak menunggu kecuali tiupan sangkakala kedua yang tidak ada kesempatan bagi untuk kembali lagi, sehingga akan mendapatkan azab Allah jika mati dalam keadaan mendustakan para rasul tersebut.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَقَالُواْ رَبَّنَا عَجِّل لَّنَا قِطَّنَا قَبۡلَ يَوۡمِ ٱلۡحِسَابِ
16. Mereka berkata memperolok-olok, “Wahai Rabb kami! Segerakanlah bagian kami dari azab di dunia ini sebelum hari Kiamat.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
এই পৃষ্ঠার আয়াতগুলোর কতক ফায়দা:
• أقسم الله عز وجل بالقرآن العظيم، فالواجب تَلقِّيه بالإيمان والتصديق، والإقبال على استخراج معانيه.
1.         Allah -'Azza wa Jalla- bersumpah dengan Al-Qur`ān yang agung, maka menjadi kewajiban bagi kita untuk menerimanya dengan beriman dan membenarkan serta berusaha untuk menimba kandungan maknanya.

• غلبت المقاييس المادية في أذهان المشركين برغبتهم نزول الوحي على السادة والكبراء.
2.         Parameter materialisme menguasai pikiran kaum musyrikin sehingga mereka menginginkan wahyu itu diturunkan kepada para pemimpin dan pembesar.

• سبب إعراض الكفار عن الإيمان: التكبر والتجبر والاستعلاء عن اتباع الحق.
3.         Sebab orang-orang kafir berpaling dari iman adalah takabur, kesombongan dan merasa tinggi hati untuk mengikuti kebenaran.


ٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَا دَاوُۥدَ ذَا ٱلۡأَيۡدِۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ
17. Sabarlah -wahai Rasul- terhadap apa yang dikatakan oleh orang-orang yang mendustakan itu yang tidak menyenangkanmu. Ingatlah hamba Kami Daud pemilik kekuatan dalam mengalahkan musuh-musuhnya dan kesabaran dalam menaati Allah, sesungguhnya dia bertobat untuk kembali kepada Allah dan mengamalkan apa yang mendatangkan rida-Nya.
আরবি তাফসীরসমূহ:
إِنَّا سَخَّرۡنَا ٱلۡجِبَالَ مَعَهُۥ يُسَبِّحۡنَ بِٱلۡعَشِيِّ وَٱلۡإِشۡرَاقِ
18. Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk Daud yang bertasbih dengan tasbih Daud di petang dan pagi hari, dan saat matahari terbit.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَٱلطَّيۡرَ مَحۡشُورَةٗۖ كُلّٞ لَّهُۥٓ أَوَّابٞ
19.       Kami menundukkan burung-burung tertahan di angkasa, semuanya patuh, bertasbih bersamanya.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَشَدَدۡنَا مُلۡكَهُۥ وَءَاتَيۡنَٰهُ ٱلۡحِكۡمَةَ وَفَصۡلَ ٱلۡخِطَابِ
20.       Kami menguatkan kerajaannya dengan apa yang telah Kami berikan kepadanya berupa kewibawaan, kekuatan dan kemenangan atas musuh-musuhnya. Kami memberinya kenabian dan kebenaran dalam urusan-urusannya. Kami memberinya penjelasan yang menyeluruh dalam segala tujuan dan keakuratan dalam pembicaraan dan menetapkan hukum.
আরবি তাফসীরসমূহ:
۞وَهَلۡ أَتَىٰكَ نَبَؤُاْ ٱلۡخَصۡمِ إِذۡ تَسَوَّرُواْ ٱلۡمِحۡرَابَ
21. Apakah telah datang kepadamu -wahai Rasul- berita dua orang yang berselisih saat keduanya memanjat mihrab tempat ibadah Daud -'alaihissalām-?
আরবি তাফসীরসমূহ:
إِذۡ دَخَلُواْ عَلَىٰ دَاوُۥدَ فَفَزِعَ مِنۡهُمۡۖ قَالُواْ لَا تَخَفۡۖ خَصۡمَانِ بَغَىٰ بَعۡضُنَا عَلَىٰ بَعۡضٖ فَٱحۡكُم بَيۡنَنَا بِٱلۡحَقِّ وَلَا تُشۡطِطۡ وَٱهۡدِنَآ إِلَىٰ سَوَآءِ ٱلصِّرَٰطِ
22. Ketika keduanya tiba-tiba masuk menemui Daud -'alaihissalām-, sehingga Daud terkejut dengan kedatangan keduanya secara tiba-tiba dan dengan cara yang tidak lazim. Ketika keduanya mengetahui keterkejutan Daud, keduanya berkata, “Jangan takut! Kami adalah dua orang yang berselisih. Salah seorang dari kami menzalimi yang lain, maka berilah kami keputusan yang adil, jangan menetapkan keputusan secara zalim, bimbinglah kami ke jalan yang lurus yaitu jalan kebenaran.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
إِنَّ هَٰذَآ أَخِي لَهُۥ تِسۡعٞ وَتِسۡعُونَ نَعۡجَةٗ وَلِيَ نَعۡجَةٞ وَٰحِدَةٞ فَقَالَ أَكۡفِلۡنِيهَا وَعَزَّنِي فِي ٱلۡخِطَابِ
23.       Salah seorang dari keduanya berkata kepada Daud -'alaihissalām- “Sesungguhnya laki-laki ini adalah saudaraku, dia mempunyai sembilan puluh sembilan ekor domba betina, dan aku punya seekor saja, dia meminta kepadaku agar memberikannya kepadanya, dia mengalahkan hujahku.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
قَالَ لَقَدۡ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعۡجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِۦۖ وَإِنَّ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلۡخُلَطَآءِ لَيَبۡغِي بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَٰتِ وَقَلِيلٞ مَّا هُمۡۗ وَظَنَّ دَاوُۥدُ أَنَّمَا فَتَنَّـٰهُ فَٱسۡتَغۡفَرَ رَبَّهُۥ وَخَرَّۤ رَاكِعٗاۤ وَأَنَابَ۩
24. Daud menetapkan keputusan di antara keduanya, dia berkata kepada pihak yang mengadu, "Saudaramu telah menzalimimu ketika dia meminta seekor dombamu untuk digabungkan dengan domba-dombanya, dan sesungguhnya kebanyakan dari para sekutu, sebagian dari mereka melakukan pelanggaran terhadap sebagian lainnya dengan mengambil hak partnernya dan berlaku tidak adil, kecuali orang-orang beriman yang melakukan amal-amal saleh, mereka adalah orang-orang yang berlaku adil kepada partner-partner mereka dan tidak menzalimi mereka, orang-orang yang seperti itu tidak banyak. Dan Daud -'alaihissalām- pun yakin bahwa Kami hanya mengujinya dengan pertikaian dua orang ini, maka dia meminta ampunan kepada Rabbnya dan sujud mendekatkan diri kepada Allah serta bertobat kepada-Nya.
আরবি তাফসীরসমূহ:
فَغَفَرۡنَا لَهُۥ ذَٰلِكَۖ وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلۡفَىٰ وَحُسۡنَ مَـَٔابٖ
25.       Kami mengabulkan permohonannya, Kami mengampuninya, sesungguhnya dia di sisi Kami termasuk hamba-hamba yang dekat, baginya tempat kembali yang baik di akhirat.
আরবি তাফসীরসমূহ:
يَٰدَاوُۥدُ إِنَّا جَعَلۡنَٰكَ خَلِيفَةٗ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱحۡكُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ بِٱلۡحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلۡهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدُۢ بِمَا نَسُواْ يَوۡمَ ٱلۡحِسَابِ
26. Wahai Daud! Sesungguhnya Kami mengangkatmu sebagai khalifah di muka bumi untuk menegakkan hukum-hukum dan perkara-perkara agama dan dunia, maka putuskanlah di antara manusia dengan adil, jangan mengikuti hawa nafsu dalam memutuskan perkara di antara manusia, di mana kamu condong kepada salah seorang dari dua orang yang berselisih karena adanya hubungan kekerabatan atau pertemanan atau kamu berpaling darinya karena adanya permusuhan, akibatnya hawa nafsu menyesatkanmu dari jalan Allah yang lurus. Sesungguhnya orang-orang yang tersesat dari jalan Allah yang lurus akan mendapatkan azab yang berat karena mereka melupakan hari hisab, sebab andai mereka mengingatnya dan takut kepadanya, niscaya mereka tidak memperturutkan hawa nafsu mereka.
আরবি তাফসীরসমূহ:
এই পৃষ্ঠার আয়াতগুলোর কতক ফায়দা:
• بيان فضائل نبي الله داود وما اختصه الله به من الآيات.
1.            Keterangan tentang keutamaan Nabi Allah Daud dan mukjizat-mukjizat yang Allah khususkan baginya.

• الأنبياء -صلوات الله وسلامه عليهم- معصومون من الخطأ فيما يبلغون عن الله تعالى؛ لأن مقصود الرسالة لا يحصل إلا بذلك، ولكن قد يجري منهم بعض مقتضيات الطبيعة بنسيان أو غفلة عن حكم، ولكن الله يتداركهم ويبادرهم بلطفه.
2.            Para Nabi -ṣalawātullāhi wa salāmu 'alaihim- ma'ṣūm dari kesalahan terkait apa yang mereka sampaikan dari Allah, karena tujuan risalah tidak terwujud kecuali dengan itu, akan tetapi sebagian dari hal-hal manusiawi bisa saja terjadi pada mereka seperti lupa atau lalai dari hukum, akan tetapi Allah segera menegurnya dengan kasih sayang-Nya.

• استدل بعض العلماء بقوله تعالى: ﴿وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ اْلْخُلَطَآءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ﴾ على مشروعية الشركة بين اثنين وأكثر.
3.            Para ulama menggunakan firman Allah -Ta'ālā-, “Dan kebanyakan para sekutu, sebagian dari mereka berebuat aniaya terhadap sebagian lainnya,” sebagai dalil disyariatkannya serikat, kerjasama antara dua pihak atau lebih.

• ينبغي التزام الأدب في الدخول على أهل الفضل والمكانة.
4.            Seyogianya menerapkan adab yang baik saat menemui orang yang mempunyai keutamaan dan kedudukan.


وَمَا خَلَقۡنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا بَٰطِلٗاۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۚ فَوَيۡلٞ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنَ ٱلنَّارِ
27. Kami tidak menciptakan langit dan bumi karena iseng. Itu hanyalah dugaan orang-orang kafir. Celakalah orang-orang kafir yang menduga dengan dugaan demikian, mereka mendapatkan azab Neraka pada hari Kiamat bila mereka mati di atas kekufuran dan prasangka buruk kepada Allah.
আরবি তাফসীরসমূহ:
أَمۡ نَجۡعَلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَٰتِ كَٱلۡمُفۡسِدِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِ أَمۡ نَجۡعَلُ ٱلۡمُتَّقِينَ كَٱلۡفُجَّارِ
28. Kami tidak akan menyamakan orang-orang yang beriman kepada Allah, mengikuti Rasul-Nya dan beramal saleh dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi dengan kekufuran dan kemaksiatan. Kami tidak menyamakan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya dengan orang-orang kafir dan munafik yang larut dalam kemaksiatan. Menyamakan di antara mereka merupakan kezaliman yang tidak layak bagi Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā-. Tetapi Allah akan membalas orang-orang Mukmin yang bertakwa dengan memasukkan mereka ke dalam Surga, dan menghukum orang-orang kafir yang sengsara dengan memasukkan mereka ke dalam Neraka, karena mereka di sisi Allah tidak sama, maka balasan masing-masing di sisi Allah juga tidak sama.
আরবি তাফসীরসমূহ:
كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ
29. Sesungguhnya Al-Qur`ān ini yang Kami turunkan kepadamu wahai Nabi berisi banyak manfaat dan kebaikan, supaya manusia merenungkan ayat-ayatnya dan memikirkan makna-maknanya, dan supaya orang-orang yang memiliki akal sehat dan cerdas mengambil pelajaran darinya.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَوَهَبۡنَا لِدَاوُۥدَ سُلَيۡمَٰنَۚ نِعۡمَ ٱلۡعَبۡدُ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ
30. Kami memberi Daud seorang anak bernama Sulaiman sebagai nikmat dan karunia dari Kami kepadanya, agar dia berbahagia dengannya. Sulaiman adalah sebaik-baik hamba, sesungguhnya dia banyak bertobat dan kembali kepada Allah.
আরবি তাফসীরসমূহ:
إِذۡ عُرِضَ عَلَيۡهِ بِٱلۡعَشِيِّ ٱلصَّـٰفِنَٰتُ ٱلۡجِيَادُ
31. Ingatlah ketika di sore hari dia melihat kuda-kuda yang kuat dan mampu berlari cepat, yang sedang berdiri dengan tiga kaki sambil mengangkat kaki yang keempat. Sulaiman terus memandangi kuda-kuda pilihan tersebut hingga matahari terbenam.
আরবি তাফসীরসমূহ:
فَقَالَ إِنِّيٓ أَحۡبَبۡتُ حُبَّ ٱلۡخَيۡرِ عَن ذِكۡرِ رَبِّي حَتَّىٰ تَوَارَتۡ بِٱلۡحِجَابِ
32.       Maka Sulaiman berkata, “Aku dikalahkan oleh kecintaan kepada harta, termasuk kuda, sehingga aku lalai dari mengingat Rabbku di petang hari.
আরবি তাফসীরসমূহ:
رُدُّوهَا عَلَيَّۖ فَطَفِقَ مَسۡحَۢا بِٱلسُّوقِ وَٱلۡأَعۡنَاقِ
33.       Kembalikanlah kuda-kuda itu ke sini.” Maka mereka mengembalikannya. Maka dia mulai membabat kaki-kaki dan leher-lehernya dengan pedang.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَلَقَدۡ فَتَنَّا سُلَيۡمَٰنَ وَأَلۡقَيۡنَا عَلَىٰ كُرۡسِيِّهِۦ جَسَدٗا ثُمَّ أَنَابَ
34. Sungguh Kami telah menguji Sulaiman dan Kami meletakkan di atas singgasananya setan yang berbentuk manusia yang menguasai kerajaannya beberapa saat. Kemudian Sulaiman berhasil menguasai kerajaannya kembali dan mengalahkan para setan.
আরবি তাফসীরসমূহ:
قَالَ رَبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَهَبۡ لِي مُلۡكٗا لَّا يَنۢبَغِي لِأَحَدٖ مِّنۢ بَعۡدِيٓۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ
35. Sulaiman berkata, “Wahai Rabbku! Ampunilah dosa-dosaku, dan berilah aku satu kerajaan yang spesial untuk diriku yang tidak bisa dimiliki oleh siapa pun sesudahku, sesungguhnya Engkau ya Rabbi pemilik karunia yang melimpah dan anugerah yang besar.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
فَسَخَّرۡنَا لَهُ ٱلرِّيحَ تَجۡرِي بِأَمۡرِهِۦ رُخَآءً حَيۡثُ أَصَابَ
36.       Kami mengabulkan doanya. Dan Kami menundukkan angin untuknya sehingga ia mengikuti perintahnya, berhembus lembut, tidak ribut sekalipun ia kuat dan cepat, ia membawanya ke mana dia suka.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَٱلشَّيَٰطِينَ كُلَّ بَنَّآءٖ وَغَوَّاصٖ
37. Kami menundukkan setan-setan baginya, mereka bekerja sesuai perintahnya, ada yang membangun, ada yang menyelam di dasar lautan, lalu mengeluarkan mutiara darinya.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَءَاخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِي ٱلۡأَصۡفَادِ
38. Di antara para setan itu ada setan -setan yang dibelenggu tunduk baginya, mereka terbelenggu tanpa bisa bergerak.
আরবি তাফসীরসমূহ:
هَٰذَا عَطَآؤُنَا فَٱمۡنُنۡ أَوۡ أَمۡسِكۡ بِغَيۡرِ حِسَابٖ
39. “Wahai Sulaiman! Ini adalah pemberian Kami yang Kami berikan kepadamu sebagai jawaban atas permintaanmu. Silakan kamu memberi siapa yang kamu kehendaki dan menolak siapa yang kamu kehendaki. Kamu tidak akan dipermasalahkan manakala kamu memberi atau menolak.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلۡفَىٰ وَحُسۡنَ مَـَٔابٖ
40.       Sesungguhnya Sulaiman di sisi Kami termasuk orang-orang yang dekat, baginya tempat kembali yang baik, yaitu surga.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ أَيُّوبَ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّي مَسَّنِيَ ٱلشَّيۡطَٰنُ بِنُصۡبٖ وَعَذَابٍ
41. Ingatlah -wahai Rasul- hamba Kami Ayyub ketika dia berdoa kepada Rabbnya, "Sesungguhnya setan menimpakan kepadaku penyakit yang menyulitkan dan melelahkan.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
ٱرۡكُضۡ بِرِجۡلِكَۖ هَٰذَا مُغۡتَسَلُۢ بَارِدٞ وَشَرَابٞ
42. Maka Kami menjawab, “Jejaklah tanah dengan kakimu.” Maka dia menjejakkan kakinya ke tanah, lalu dari sana memancar air yang dia minum dan dia pakai mandi, maka Allah menghilangkan penyakit dan kesulitan yang menimpanya.
আরবি তাফসীরসমূহ:
এই পৃষ্ঠার আয়াতগুলোর কতক ফায়দা:
• الحث على تدبر القرآن.
1.            Ajakan untuk tadabur Al-Qur`ān.

• في الآيات دليل على أنه بحسب سلامة القلب وفطنة الإنسان يحصل له التذكر والانتفاع بالقرآن الكريم.
2.            Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa mengambil faedah dan menimba pelajaran dari Al-Qur`ān berpulang kepada kebersihan hati dan kecerdasan seseorang.

• في الآيات دليل على صحة القاعدة المشهورة: "من ترك شيئًا لله عوَّضه الله خيرًا منها".
3.            Ayat-ayat di atas mengandung petunjuk keabsahan kaidah yang masyhur, yaitu barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah menggantinya dengan yang lebih baik.


وَوَهَبۡنَا لَهُۥٓ أَهۡلَهُۥ وَمِثۡلَهُم مَّعَهُمۡ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ لِأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ
43. Kami mengabulkan doanya, Kami mengangkat penyakit yang menimpanya, Kami mengembalikan keluarganya. Kami menambah anak-anak dan cucu-cucu seperti yang hilang darinya sebagai rahmat dari Kami kepadanya dan balasan atas kesabarannya, serta agar para pemilik akal yang lurus mengambil pelajaran bahwa akhir dari kesabaran adalah kemudahan dan pahala.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَخُذۡ بِيَدِكَ ضِغۡثٗا فَٱضۡرِب بِّهِۦ وَلَا تَحۡنَثۡۗ إِنَّا وَجَدۡنَٰهُ صَابِرٗاۚ نِّعۡمَ ٱلۡعَبۡدُ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٞ
44. Ketika Ayyub marah kepada istrinya, dia bersumpah untuk memukulnya sebanyak seratus cambukan, Kami berfirman kepadanya, “Wahai Ayyub! Ambillah seikat lidi pelepah kurma dan pukullah istrimu dengannya untuk memenuhi sumpahmu dan agar kamu tidak melanggar sumpah yang telah kamu ucapkan.” Maka dia melakukannya. Sesungguhnya Kami mendapati Ayyub adalah orang yang sabar menghadapi apa yang Kami ujikan kepadanya. Sebaik-baik hamba adalah Ayyub. Sesungguhnya dia banyak kembali dan berpulang kepada Allah.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ إِبۡرَٰهِيمَ وَإِسۡحَٰقَ وَيَعۡقُوبَ أُوْلِي ٱلۡأَيۡدِي وَٱلۡأَبۡصَٰرِ
45. Ingatlah -wahai Rasul- hamba-hamba Kami yang telah Kami pilih dan para rasul Kami yang Kami utus; Ibrahim, Isḥāq dan Ya'qūb. Mereka adalah orang-orang yang kuat dalam menaati Allah dan mencari rida-Nya. Mereka adalah para pemilik ilmu yang jujur dalam kebenaran.
আরবি তাফসীরসমূহ:
إِنَّآ أَخۡلَصۡنَٰهُم بِخَالِصَةٖ ذِكۡرَى ٱلدَّارِ
46. Sesungguhnya Kami memberi mereka nikmat yang khusus bagi mereka, yaitu menghidupkan hati mereka dengan mengingat alam Akhirat dan mempersiapkan diri untuknya melalui amal saleh dan seruan kepada manusia untuk beramal demi alam Akhirat.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَإِنَّهُمۡ عِندَنَا لَمِنَ ٱلۡمُصۡطَفَيۡنَ ٱلۡأَخۡيَارِ
47. Sesungguhnya mereka di sisi Kami termasuk hamba-hamba yang Kami pilih untuk menaati Kami dan beribadah kepada Kami. Kami memilih mereka untuk mengemban risalah Kami dan menyampaikannya kepada manusia.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَٱذۡكُرۡ إِسۡمَٰعِيلَ وَٱلۡيَسَعَ وَذَا ٱلۡكِفۡلِۖ وَكُلّٞ مِّنَ ٱلۡأَخۡيَارِ
48. Ingatlah -wahai Nabi- Ismail bin Ibrahim, Al-Yasa' dan Żulkifli. Sanjunglah mereka dengan sanjungan terbaik, karena mereka memang laik mendapatkannya. Mereka semuanya termasuk orang-orang terpilih di sisi Allah.
আরবি তাফসীরসমূহ:
هَٰذَا ذِكۡرٞۚ وَإِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ لَحُسۡنَ مَـَٔابٖ
49. Ini adalah sanjungan yang baik untuk mereka di dalam Al-Qur`ān. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya mendapatkan tempat kembali yang baik di alam Akhirat.
আরবি তাফসীরসমূহ:
جَنَّـٰتِ عَدۡنٖ مُّفَتَّحَةٗ لَّهُمُ ٱلۡأَبۡوَٰبُ
50.         Tempat kembali yang baik itu adalah Surga kenikmatan yang mereka masuki pada hari Kiamat, pintu-pintunya telah terbuka untuk menyambut mereka.
আরবি তাফসীরসমূহ:
مُتَّكِـِٔينَ فِيهَا يَدۡعُونَ فِيهَا بِفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ وَشَرَابٖ
51. Mereka duduk bersandar di atas ranjang-ranjang yang indah. Mereka meminta para pelayan untuk datang membawa apa yang mereka inginkan berupa buah-buahan yang banyak dan beraneka macam, dan minuman yang mereka inginkan berupa khamar dan lainnya.
আরবি তাফসীরসমূহ:
۞وَعِندَهُمۡ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرۡفِ أَتۡرَابٌ
52.         Di sisi mereka ada istri-istri yang pandangan mata mereka hanya terfokus pada suami-suami mereka, tidak menoleh kepada selain mereka, usia mereka sepadan.
আরবি তাফসীরসমূহ:
هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوۡمِ ٱلۡحِسَابِ
53. Inilah yang dijanjikan kepada kalian -wahai orang-orang yang bertakwa- berupa balasan yang baik pada hari Kiamat atas amal saleh yang kalian lakukan di dunia.
আরবি তাফসীরসমূহ:
إِنَّ هَٰذَا لَرِزۡقُنَا مَا لَهُۥ مِن نَّفَادٍ
54.         Sesungguhnya balasan yang Kami jelaskan ini adalah rezeki dari Kami pada hari Kiamat, yang Kami limpahkan kepada orang-orang yang bertakwa. Ia adalah rezeki yang terus menerus, tidak berakhir dan tidak habis.
আরবি তাফসীরসমূহ:
هَٰذَاۚ وَإِنَّ لِلطَّـٰغِينَ لَشَرَّ مَـَٔابٖ
55.         Apa yang Kami sebutkan ini adalah balasan bagi orang-orang yang bertakwa. Sedangkan bagi orang-orang yang melampaui batasan-batasan Allah dengan kekufuran dan kemaksiatan balasan yang berbeda dari balasan bagi orang-orang yang bertakwa. Bagi mereka tempat kembali yang buruk pada hari Kiamat.
আরবি তাফসীরসমূহ:
جَهَنَّمَ يَصۡلَوۡنَهَا فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ
56.         Balasan ini adalah Jahanam yang meliputi mereka, mereka merasakan panas dan kobaran apinya, alas mereka adalah Jahanam ini, dan ini adalah seburuk-buruk alas bagi mereka.
আরবি তাফসীরসমূহ:
هَٰذَا فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٞ وَغَسَّاقٞ
57. Azab ini adalah air yang sangat panas, dan nanah meleleh dari tubuh para penghuni Neraka yang disiksa di dalamnya. Maka hendaklah mereka meminumnya. Itu adalah minuman mereka yang tidak menghilangkan dahaga.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ أَزۡوَٰجٌ
58. Bagi mereka azab yang lain dalam bentuk sepadan dengan azab ini. Bagi mereka berbagai bentuk azab yang dengannya mereka disiksa di Akhirat.
আরবি তাফসীরসমূহ:
هَٰذَا فَوۡجٞ مُّقۡتَحِمٞ مَّعَكُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِهِمۡۚ إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ
59. Bila penghuni-penghuni Neraka masuk Neraka, maka terjadilah di antara mereka apa yang terjadi di antara para seteru, mereka saling mencela. Sebagian dari mereka berlepas diri dari sebagian yang lain. Sebagian dari mereka berkata, “Ini sekelompok penghuni Neraka yang masuk Neraka bersama kalian.” Sebagian yang lain berkata, “Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka, sesungguhnya mereka merasakan azab sebagaimana yang kami rasakan.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
قَالُواْ بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِكُمۡۖ أَنتُمۡ قَدَّمۡتُمُوهُ لَنَاۖ فَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ
60. Sekelompok orang dari para pengikut berkata kepada panutan yang mereka ikuti, “Wahai para tokoh yang diikuti, justru kalian tidak ada ucapan selamat datang bagi kalian. Kalianlah yang menjadi sebab kami mendapatkan azab ini, karena kalian yang menyesatkan kami dan membuat kami menyimpang dari kebenaran.” Ini adalah seburuk-buruk tempat, tempat mereka semuanya, Neraka Jahanam.
আরবি তাফসীরসমূহ:
قَالُواْ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدۡهُ عَذَابٗا ضِعۡفٗا فِي ٱلنَّارِ
61. Para pengikut berkata, “Wahai Rabb kami! Orang yang menyesatkan kami dari kebenaran setelah kebenaran itu datang kepada kami, maka lipat gandakanlah azabnya di Neraka.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
এই পৃষ্ঠার আয়াতগুলোর কতক ফায়দা:
• من صبر على الضر فالله تعالى يثيبه ثوابًا عاجلًا وآجلًا، ويستجيب دعاءه إذا دعاه.
1.             Barangsiapa bersabar menghadapi musibah maka Allah -Ta'ālā- akan memberinya balasan, baik cepat atau lambat (dunia atau Akhirat). Bila dia berdoa, maka Allah mengabulkannya.

• في الآيات دليل على أن للزوج أن يضرب امرأته تأديبًا ضربًا غير مبرح؛ فأيوب عليه السلام حلف على ضرب امرأته ففعل.
2.             Di dalam ayat di atas terdapat petunjuk bahwa suami boleh memukul istrinya dalam rangka mendidiknya dengan pukulan yang tidak menyakiti. Ayyub -'alaihissalām- bersumpah untuk memukul istrinya dan dia melakukan.


وَقَالُواْ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالٗا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلۡأَشۡرَارِ
62. Orang-orang sombong yang melampaui batas itu berkata, “Mengapa di dalam neraka ini kami tidak melihat orang-orang yang semasa di dunia kami menganggap mereka termasuk orang-orang yang sengsara yang laik mendapatkan azab?
আরবি তাফসীরসমূহ:
أَتَّخَذۡنَٰهُمۡ سِخۡرِيًّا أَمۡ زَاغَتۡ عَنۡهُمُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ
63. Apakah pelecehan dan penghinaan kami kepada mereka salah alamat sehingga mereka tidak berhak mendapatkan azab ataukah tindakan kami itu benar dan mereka telah masuk neraka namun kami tidak melihat mereka?”
আরবি তাফসীরসমূহ:
إِنَّ ذَٰلِكَ لَحَقّٞ تَخَاصُمُ أَهۡلِ ٱلنَّارِ
64. Sesungguhnya apa yang Kami sebutkan kepadamu ini, yaitu berbantahan di antara orang-orang kafir adalah kebenaran yang tidak ada keraguan dan kebimbangan padanya.
আরবি তাফসীরসমূহ:
قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ
65. Katakanlah -wahai Muhammad- kepada orang-orang kafir dari kaummu, “Sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan kalian dari azab Allah yang bisa Dia timpakan kepada kalian karena kekufuran kalian kepada Allah dan pendustaan kalian kepada utusan-utusan-Nya. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata. Dia lah pemilik tunggal keagungan, sifat-sifat dan nama-nama-Nya. Dia lah yang Mahakuat yang mengalahkan segala sesuatu, segala sesuatu tunduk kepada-Nya.
আরবি তাফসীরসমূহ:
رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفَّـٰرُ
66. Allah adalah Rabb langit dan Rabb bumi, Rabb di antara keduanya. Dia Maha Perkasa dalam kerajaan-Nya yang tidak seorang pun mengalahkan-Nya, Dia Maha Pengampun bagi dosa-dosa siapa yang bertobat kepada-Nya dari hamba-hamba-Nya.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
قُلۡ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ
67. Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang yang mendustakan itu, “Sesungguhnya Al-Qur`ān adalah kitab yang memiliki urusan yang besar.
আরবি তাফসীরসমূহ:
أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ
68. Namun kalian malah berpaling dari berita besar ini, kalian tidak sudi menoleh kepadanya.
আরবি তাফসীরসমূহ:
مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ
69. Aku tidak mengetahui pembicaraan di antara para malaikat tentang urusan penciptaan Adam seandainya Allah tidak mewahyukan kepadaku dan memberitahuku.
আরবি তাফসীরসমূহ:
إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ
70. Allah mewahyukan kepadaku apa yang telah Dia berikan karena aku adalah pemberi peringatan kepada kalian dari azab-Nya dengan peringatan yang nyata.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَـٰٓئِكَةِ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ
71.       Ingatlah manakala Rabbmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah, yaitu Adam -'alaihissalām-.
আরবি তাফসীরসমূহ:
فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ
72. Bila Aku telah menyempurnakan penciptaannya dan membaguskan bentuknya, Aku meniupkan padanya dari ruh-Ku, maka sujudlah kalian kepadanya.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
فَسَجَدَ ٱلۡمَلَـٰٓئِكَةُ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ
73. Maka para malaikat melaksanakan perintah Rabb mereka. Mereka semuanya sujud dengan sujud penghormatan dan pemuliaan, tidak ada yang tersisa kecuali dia sujud kepada Adam -'alaihissalām-.
আরবি তাফসীরসমূহ:
إِلَّآ إِبۡلِيسَ ٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ
74. Kecuali Iblis, dia menyombongkan diri, menolak untuk sujud. Karena kesombongannya di depan perintah Rabbnya itu maka dia termasuk hamba-hamba yang kafir.
আরবি তাফসীরসমূহ:
قَالَ يَـٰٓإِبۡلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ أَسۡتَكۡبَرۡتَ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ
75. Allah berfirman, “Wahai Iblis! Apa yang menghalangimu untuk sujud kepada Adam yang Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku? Apakah kesombongan menghalangimu untuk sujud atau karena kamu sebelumnya memang menyombongkan diri terhadap Rabbmu?”
আরবি তাফসীরসমূহ:
قَالَ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ
76.       Iblis menjawab, “Aku lebih baik dibandingkan Adam, Engkau menciptakanku dari api dan Engkau menciptakannya dari tanah. Api lebih unggul daripada tanah.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
قَالَ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٞ
77. Allah berfirman kepada Iblis, “Keluarlah kamu dari surga, karena sesungguhnya kamu terlaknat dan terkutuk.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ
78.       Sesungguhnya kamu terusir dari surga hingga hari pembalasan, yaitu hari Kiamat.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ
79. Iblis berkata, “Berilah aku tangguh, jangan mematikanku hingga hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ
80. Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk golongan yang ditangguhkan.
আরবি তাফসীরসমূহ:
إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ
81.       Hingga hari yang ditentukan yang diketahui untuk kebinasaanmu.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ
82. Iblis berkata, “Aku bersumpah dengan kodrat dan kekuatan-Mu, aku pasti akan menyesatkan anak Adam seluruhnya.
আরবি তাফসীরসমূহ:
إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ
83. Kecuali siapa yang Engkau lindungi sehingga aku tidak kuasa menyesatkannya dan Engkau pilih untuk beribadah kepada-Mu semata.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
এই পৃষ্ঠার আয়াতগুলোর কতক ফায়দা:
• القياس والاجتهاد مع وجود النص الواضح مسلك باطل.
1.            Qiyas dan ijtihad ketika ada dalil yang jelas adalah cara yang batil.

• كفر إبليس كفر عناد وتكبر.
2.            Kekufuran Iblis adalah kufur pembangkangan dan kesombongan.

• من أخلصهم الله لعبادته من الخلق لا سبيل للشيطان عليهم.
3.            Barangsiapa dipilih oleh untuk beribadah kepada-Nya, maka setan tidak punya celah untuk menyesatkannya.


قَالَ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ
84. Allah -Ta'ālā- berfirman, ”Kebenaran adalah dari-Ku, kebenaran adalah firman-Ku dan Aku tidak berfirman selain kebenaran.
আরবি তাফসীরসমূহ:
لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ
85. Pada hari Kiamat , Aku pasti akan memenuhi pada Jahanam denganmu dan anak keturunanmu wahai Iblis serta orang-orang yang mengikutimu dari kalangan manusia.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ
86. Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang musyrikin, “Aku tidak meminta kepada kalian upah atas nasihat yang aku sampaikan kepada kalian, aku juga bukan termasuk orang-orang yang memaksakan diri dengan menambahi apa yang diperintahkan kepadaku.
আরবি তাফসীরসমূহ:
إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ
87. Al-Qur`ān hanyalah peringatan kepada manusia dan jin yang dibebani kewajiban syariat.
আরবি তাফসীরসমূহ:
وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ بَعۡدَ حِينِۭ
88. Kalian pasti akan mengetahui kabar Al-Qur`ān ini, bahwa ia benar tidak lama lagi saat kalian mati.”
আরবি তাফসীরসমূহ:
এই পৃষ্ঠার আয়াতগুলোর কতক ফায়দা:
• الداعي إلى الله يحتسب الأجر من عنده، لا يريد من الناس أجرًا على ما يدعوهم إليه من الحق.
1.     Dai yang berdakwah kepada Allah tentu mengharapkan pahala dari-Nya, tidak berharap balasan dari manusia yang dia ajak kepada kebenaran.

• التكلّف ليس من الدين.
2.     Memaksakan diri bukan dari ajaran agama.

• التوسل إلى الله يكون بأسمائه وصفاته وبالإيمان وبالعمل الصالح لا غير.
3.     Tawasul kepada Allah hanya dengan nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya, iman dan amal saleh saja.


 
অর্থসমূহের অনুবাদ সূরা: সূরা সা-দ
সূরাসমূহের সূচী পৃষ্ঠার নাম্বার
 
কুরআনুল কারীমের অর্থসমূহের অনুবাদ - কুরআনুল কারীমের সংক্ষিপ্ত তাফসীরের ইন্দোনেশিয়ান অনুবাদ - অনুবাদসমূহের সূচী

ইন্দোনেশিয়ান ভাষায় কুরআনুল কারীমের সংক্ষিপ্ত তাফসীরের অনুবাদ, কুরআন অধ্যয়ন তাফসীর সেন্টার থেকে জারিকৃত

বন্ধ