Fassarar Ma'anonin Alqura'ni - Fassara da Yaren Indonisiyanci, Takaitaccen Tafsirin Al-Qurani Maigirma * - Teburin Bayani kan wasu Fassarori


Fassarar Ma'anoni Aya: (18) Sura: Suratu Fadir
وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۚ وَإِن تَدۡعُ مُثۡقَلَةٌ إِلَىٰ حِمۡلِهَا لَا يُحۡمَلۡ مِنۡهُ شَيۡءٞ وَلَوۡ كَانَ ذَا قُرۡبَىٰٓۗ إِنَّمَا تُنذِرُ ٱلَّذِينَ يَخۡشَوۡنَ رَبَّهُم بِٱلۡغَيۡبِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَۚ وَمَن تَزَكَّىٰ فَإِنَّمَا يَتَزَكَّىٰ لِنَفۡسِهِۦۚ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلۡمَصِيرُ
Seorang pelaku dosa tidaklah memikul dosa yang dilakukan orang lain, akan tetapi setiap jiwa menanggung dosa masing-masing. Bila seorang pelaku dosa yang telah memikul beban berat dosanya sendiri memanggil orang lain untuk ikut memikul sebagian dari dosanya, maka ia tidak akan bisa memikul sedikit pun darinya, sekalipun yang dipanggil itu adalah orang terdekatnya. Orang-orang yang kamu peringatkan dari azab Allah -wahai Rasul-, lalu mereka merasa takut hanyalah orang-orang yang takut kepada Tuhan yang tidak mereka lihat dan menyempurnakan salat dengan sebaik-baiknya karena mereka itu adalah orang-orang yang peringatanmu berguna bagi mereka. Barang siapa membersihkan dirinya dari kemaksiatan-kemaksiatan -terutama yang terbesar adalah syirik- maka dia hanya membersihkannya untuk kebaikan dirinya karena faedahnya kembali kepada dirinya sendiri dan Allah tidak memerlukan ketaatannya. Hanya kepada Allah tempat kembali pada hari Kiamat untuk menghadapi hisab amalan dan menerima balasannya.
Tafsiran larabci:
daga cikin fa'idodin Ayoyin wannan shafi:
• تسخير البحر، وتعاقب الليل والنهار، وتسخير الشمس والقمر: من نعم الله على الناس، لكن الناس تعتاد هذه النعم فتغفل عنها.
· Ditundukkannya lautan, pergantian siang dan malam, dan ditundukkannya matahari dan bulan adalah bagian dari nikmat-nikmat Allah kepada manusia, akan tetapi manusia lalai terhadap nikmat-nikmat tersebut karena sudah dianggap hal biasa.

• سفه عقول المشركين حين يدعون أصنامًا لا تسمع ولا تعقل.
· Bodohnya akal kaum musyrikin manakala mereka menyembah berhala yang tidak mendengar dan tidak berakal.

• الافتقار إلى الله صفة لازمة للبشر، والغنى صفة كمال لله.
· Ketergantungan kepada Allah adalah sifat yang melekat pada diri manusia, sebaliknya kekayaan adalah sifat kesempurnaan bagi Allah.

• تزكية النفس عائدة إلى العبد؛ فهو يحفظها إن شاء أو يضيعها.
· Penyucian hamba terhadap jiwanya kembali kepada dirinya sendiri, bila dia berkenan maka dia menjaga jiwanya, bila tidak maka ia menyia-nyiakannya.

 
Fassarar Ma'anoni Aya: (18) Sura: Suratu Fadir
Teburin Jerin Sunayen Surori Lambar shafi
 
Fassarar Ma'anonin Alqura'ni - Fassara da Yaren Indonisiyanci, Takaitaccen Tafsirin Al-Qurani Maigirma - Teburin Bayani kan wasu Fassarori

Takaitaccen Tafsirin Al-Qurani Maigirma da Yaren Indonisiyanci - Wanda aka buga a Cibiyar Tafsiri Don Ilimin Al-Qurani

Rufewa