Fassarar Ma'anonin Alqura'ni - Fassara da Yaren Indonisiyanci, Takaitaccen Tafsirin Al-Qurani Maigirma * - Teburin Bayani kan wasu Fassarori


Fassarar Ma'anoni Aya: (2) Sura: Suratu Abasa
أَن جَآءَهُ ٱلۡأَعۡمَىٰ
Hal itu karena beliau didatangi Abdullah bin Ummi Maktum, seorang yang buta, untuk meminta petunjuk dari beliau. Dia datang pada saat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sedang sibuk dengan para pembesar kaum musyrikin karena berharap mereka bisa mendapat petunjuk.
Tafsiran larabci:
daga cikin fa'idodin Ayoyin wannan shafi:
• عتاب الله نبيَّه في شأن عبد الله بن أم مكتوم دل على أن القرآن من عند الله.
· Teguran Allah terhadap Nabi-Nya dalam perkara Abdullah bin Ummi Maktum menunjukkan bahwa Al-Qur`ān itu berasal dari sisi Allah.

• الاهتمام بطالب العلم والمُسْتَرْشِد.
· Perhatian terhadap orang yang mencari ilmu dan orang yang mencari petunjuk.

• شدة أهوال يوم القيامة حيث لا ينشغل المرء إلا بنفسه، حتى الأنبياء يقولون: نفسي نفسي.
· Dahsyatnya kegaduhan pada hari Kiamat karena setiap orang sibuk dengan urusan dirinya sendiri, bahkan para nabi pun berkata, “Saya hanya memperhatikan diriku, saya hanya memperhatikan diriku.”

 
Fassarar Ma'anoni Aya: (2) Sura: Suratu Abasa
Teburin Jerin Sunayen Surori Lambar shafi
 
Fassarar Ma'anonin Alqura'ni - Fassara da Yaren Indonisiyanci, Takaitaccen Tafsirin Al-Qurani Maigirma - Teburin Bayani kan wasu Fassarori

Takaitaccen Tafsirin Al-Qurani Maigirma da Yaren Indonisiyanci - Wanda aka buga a Cibiyar Tafsiri Don Ilimin Al-Qurani

Rufewa