Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan[1314]. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.
[1314]. Maksudnya, orang-orang yang mati itu rohnya ditahan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā sehingga tidak dapat kembali kepada tubuhnya. Orang-orang yang tidak mati hanya tidur saja karena rohnya dilepaskan sehingga dapat kembali kepadanya lagi.