[1255]. Maksudnya, Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam tidak dapat memberi petunjuk kepada orang-orang musyrikin yang telah mati hatinya.
[1256]. Maksud "kebenaran" di sini ialah agama tauhid dan hukum-hukumnya.
[1257]. Lihat catatan kaki nomor 256 dan 257.
[1258]. Maksudnya, Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya dengan memberi kesanggupan untuk mendengarkan dan menerima keterangan-keterangan.
[1259]. Maksud ulama dalam ayat ini ialah orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.