કુરઆન મજીદના શબ્દોનું ભાષાંતર - ઇન્ડોનિશિયા ભાષાતર - કુરઆન મજીદની સંક્ષિપ્ત સમજુતી * - ભાષાંતરોની અનુક્રમણિકા


શબ્દોનું ભાષાંતર સૂરહ: અલ્ અન્કબુત   આયત:

Surah Al-'Ankabūt

સૂરતના હેતુઓ માંથી:
الأمر بالصبر والثبات عند الابتلاء والفتن، وبيان حسن عاقبته.
Perintah bersabar dan berpendirian teguh ketika mendapat cobaan dan ujian, serta penjelasan tentang indahnya ganjaran kesabaran.

الٓمٓ
   Alif, Lām, Mīm. Pembahasan tentang huruf-huruf semacam ini sudah ada di awal surah Al-Baqarah.
અરબી તફસીરો:
أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ
Apakah manusia mengira bahwa dengan ucapan mereka, “Kami beriman kepada Allah”, mereka akan dibiarkan saja tanpa diuji untuk memastikan hakikat yang mereka ucapkan apakah mereka benar-benar beriman? Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka kira.
અરબી તફસીરો:
وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَٰذِبِينَ
Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui dengan pengetahuan yang jelas dan mengungkapkannya kepada kalian kejujuran orang-orang yang jujur dalam keimanan mereka dan kedustaan orang-orang yang dusta dalam keimanan mereka.
અરબી તફસીરો:
أَمۡ حَسِبَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ أَن يَسۡبِقُونَاۚ سَآءَ مَا يَحۡكُمُونَ
Bahkan apakah orang-orang yang berbuat kemaksiatan dengan melakukan kesyirikan dan selainnya itu mengira bahwa mereka mampu melemahkan Kami dan selamat dari siksa Kami? Sungguh buruk ketetapan yang mereka gunakan. Mereka tidak akan mampu melemahkan Allah dan tidak akan selamat dari siksa-Nya apabila mati dalam kekufuran mereka.
અરબી તફસીરો:
مَن كَانَ يَرۡجُواْ لِقَآءَ ٱللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ ٱللَّهِ لَأٓتٖۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ
Barang siapa menginginkan pertemuan dengan Allah pada hari Kiamat agar Allah memberikan ganjaran padanya maka hendaknya dia mengetahui bahwa ketetapan yang telah Allah tetapkan itu pasti terjadi dalam waktu dekat. Dia Maha Mendengar ucapan hamba-hamba-Nya dan Maha Mengetahui segala perbuatan mereka, tidak ada sesuatu pun yang luput dari-Nya, dan Dia akan memberikan mereka balasan atasnya.
અરબી તફસીરો:
وَمَن جَٰهَدَ فَإِنَّمَا يُجَٰهِدُ لِنَفۡسِهِۦٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Barang siapa bersungguh-sungguh dengan membawa dirinya kepada ketaatan dan menjauhi larangan serta berjuang di jalan Allah, sebenarnya perjuangannya itu untuk dirinya sendiri karena manfaatnya itu kembali kepada dirinya dan Allah tidak butuh kepada seluruh makhluk, sehingga ketaatan mereka tidak menambah kemuliaan-Nya dan kemaksiatan mereka tidak mengurangi kemuliaan-Nya.
અરબી તફસીરો:
આયતોના ફાયદાઓ માંથી:
• النهي عن إعانة أهل الضلال.
· Larangan menolong para tokoh kesesatan.

• الأمر بالتمسك بتوحيد الله والبعد عن الشرك به.
· Perintah untuk berpegang dengan ketauhidan kepada Allah dan menjauhkan diri dari mempersekutukan-Nya.

• ابتلاء المؤمنين واختبارهم سُنَّة إلهية.
· Ujian dan cobaan bagi orang-orang yang beriman adalah sunatullah.

• غنى الله عن طاعة عبيده.
· Allah tidak membutuhkan ketaatan para hamba-Nya.

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنۡهُمۡ سَيِّـَٔاتِهِمۡ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَحۡسَنَ ٱلَّذِي كَانُواْ يَعۡمَلُونَ
Orang-orang yang beriman dan bersabar atas ujian Kami pada mereka serta melakukan amal saleh, niscaya Kami hapuskan dosa-dosa mereka dengan amal saleh yang mereka lakukan dan Kami beri mereka pahala di akhirat dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan di dunia.
અરબી તફસીરો:
وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حُسۡنٗاۖ وَإِن جَٰهَدَاكَ لِتُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَآۚ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ
Kami telah mewasiatkan kepada manusia agar berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Jika keduanya memaksamu -wahai manusia- untuk menyekutukan-Ku dengan apa yang kamu tidak punya pengetahuan tentangnya -sebagaimana yang terjadi pada Sa'ad bin Abi Waqqāṣ -raḍiyallāhu 'anhu- dengan ibunya- maka janganlah engkau menaati mereka berdua dalam perkara itu karena tidak boleh taat kepada makhluk dalam bermaksiat terhadap Sang Pencipta. Hanya kepada-Ku semata tempat kalian kembali pada hari Kiamat, lalu Aku mengabarkan kepada kalian apa yang pernah kalian lakukan di dunia dan Aku memberikan kalian balasan atasnya.
અરબી તફસીરો:
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُدۡخِلَنَّهُمۡ فِي ٱلصَّٰلِحِينَ
Orang-orang yang beriman kepada Allah serta melakukan amal saleh Kami akan masukkan mereka ke dalam golongan orang-orang saleh pada hari Kiamat, lalu Kami kumpulkan mereka bersama orang-orang saleh dan Kami memberikan pahala mereka.
અરબી તફસીરો:
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ فَإِذَآ أُوذِيَ فِي ٱللَّهِ جَعَلَ فِتۡنَةَ ٱلنَّاسِ كَعَذَابِ ٱللَّهِۖ وَلَئِن جَآءَ نَصۡرٞ مِّن رَّبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمۡۚ أَوَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِأَعۡلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah.” Namun, tatkala ia mendapatkan gangguan dari orang-orang kafir atas keimanannya, ia menjadikan gangguan mereka itu seperti siksa Allah, lalu ia kembali murtad dari imannya karena menyepakati orang-orang kafir. Jika terjadi pertolongan dari Tuhanmu untukmu -wahai Rasul-, niscaya ia berkata, “Kami pernah bersama kalian dalam keimanan -wahai orang-orang yang beriman-.” Bukankah Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati manusia?! Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya kekufuran dan keimanan yang ada di dalam hati, maka bagaimana mereka memberitakan kepada Allah apa yang ada di dalam hati mereka, sementara Allah lebih mengetahui daripada mereka apa yang ada di dalam hati?!
અરબી તફસીરો:
وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman secara hakiki dan sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang munafik yang menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekafiran.
અરબી તફસીરો:
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّبِعُواْ سَبِيلَنَا وَلۡنَحۡمِلۡ خَطَٰيَٰكُمۡ وَمَا هُم بِحَٰمِلِينَ مِنۡ خَطَٰيَٰهُم مِّن شَيۡءٍۖ إِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ
Orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman kepada Allah semata, “Ikutilah agama kami dan apa yang menjadi kepercayaan kami, kami akan menanggung dosa-dosa kalian dan memberi balasan kepada kalian.” Padahal, tidaklah mereka mampu menanggung dosa-dosa mereka sedikit pun. Sesungguhnya mereka itu dusta dalam ucapan mereka ini.
અરબી તફસીરો:
وَلَيَحۡمِلُنَّ أَثۡقَالَهُمۡ وَأَثۡقَالٗا مَّعَ أَثۡقَالِهِمۡۖ وَلَيُسۡـَٔلُنَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ عَمَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ
Sungguh orang-orang musyrik yang mengajak kepada kesesatan itu benar-benar akan menanggung dosa-dosa mereka yang telah mereka lakukan dan sungguh mereka juga akan menanggung dosa-dosa orang yang mengikuti ajakan mereka tanpa sedikit pun mengurangi dosa orang-orang yang mengikuti mereka. Sungguh mereka akan dimintai pertanggungjawaban pada hari Kiamat atas hal-hal batil yang pernah mereka ada-adakan di dunia.
અરબી તફસીરો:
وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ فَلَبِثَ فِيهِمۡ أَلۡفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمۡسِينَ عَامٗا فَأَخَذَهُمُ ٱلطُّوفَانُ وَهُمۡ ظَٰلِمُونَ
Sungguh Kami telah mengutus Nuh sebagai rasul kepada kaumnya, lalu ia tinggal bersama mereka selama sembilan ratus lima puluh tahun untuk mengajak mereka agar menauhidkan Allah. Namun, mereka malah mendustakannya dan tetap dalam kekafiran mereka, sehingga mereka ditimpa banjir bandang dalam keadaan zalim dikarenakan mereka kafir kepada Allah dan mendustakan Rasul-Nya, lalu mereka binasa karena tenggelam.
અરબી તફસીરો:
આયતોના ફાયદાઓ માંથી:
• الأعمال الصالحة يُكَفِّر الله بها الذنوب.
· Dengan amal saleh, Allah menghapuskan berbagai dosa.

• تأكُّد وجوب البر بالأبوين.
· Penguatan kewajiban berbakti kepada kedua orang tua.

• الإيمان بالله يقتضي الصبر على الأذى في سبيله.
· Iman kepada Allah berkonsekuensi untuk sabar menghadapi penderitaan di jalan Allah.

• من سنَّ سُنَّة سيئة فعليه وزرها ووزر من عمل بها من غير أن ينقص من أوزارهم شيء.
· Barang siapa mencetuskan kebiasaan yang buruk maka baginya dosanya dan dosa orang yang turut melakukannya tanpa mengurangi sedikit pun dosa-dosa orang yang mengikutinya.

فَأَنجَيۡنَٰهُ وَأَصۡحَٰبَ ٱلسَّفِينَةِ وَجَعَلۡنَٰهَآ ءَايَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ
Lalu Kami selamatkan Nuh dan orang-orang beriman yang bersamanya di dalam bahtera dari kebinasaan dengan tenggelam dan Kami jadikan bahtera itu sebagai pelajaran bagi manusia agar mereka mengambil hikmah darinya.
અરબી તફસીરો:
وَإِبۡرَٰهِيمَ إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱتَّقُوهُۖ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
Ingatlah -wahai Rasul- kisah Ibrahim saat dia berkata kepada kaumnya, “Sembahlah Allah semata dan takutlah kepada siksa-Nya dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Hal yang diperintahkan kepada kalian itu lebih baik bagi kalian jika kalian adalah orang-orang yang mengetahui.
અરબી તફસીરો:
إِنَّمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡثَٰنٗا وَتَخۡلُقُونَ إِفۡكًاۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَمۡلِكُونَ لَكُمۡ رِزۡقٗا فَٱبۡتَغُواْ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزۡقَ وَٱعۡبُدُوهُ وَٱشۡكُرُواْ لَهُۥٓۖ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ
Sesungguhnya kalian -wahai orang-orang musyrik- hanyalah menyembah berhala-berhala yang tidak mampu memberi manfaat dan tidak pula memberi mudarat dan kalian telah mengada-adakan kedustaan tatkala kalian menganggap bahwa ia berhak untuk disembah. Sesungguhnya yang kalian sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepada kalian, sebab itu mintalah rezeki kepada Allah Yang Maha Pemberi rezeki, sembahlah Dia semata, dan bersyukurlah kepada-Nya atas rezeki yang telah Dia karuniakan kepada kalian. Hanya kepada-Nyalah kalian dikembalikan pada hari Kiamat untuk mendapatkan perhitungan dan pembalasan, bukan kepada berhala-berhala kalian.
અરબી તફસીરો:
وَإِن تُكَذِّبُواْ فَقَدۡ كَذَّبَ أُمَمٞ مِّن قَبۡلِكُمۡۖ وَمَا عَلَى ٱلرَّسُولِ إِلَّا ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ
Jika kalian -wahai orang-orang musyrik- mendustakan ajaran yang dibawa oleh Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- maka sesungguhnya umat-umat sebelum kalian telah mendustakan para nabi, seperti kaum Nuh, 'Ād, dan Ṡamūd. Kewajiban Rasulullah hanyalah menyampaikan dengan sejelas-jelasnya dan dia telah menyampaikan kepada kalian apa yang diperintahkan oleh Tuhannya untuk disampaikan kepada kalian.
અરબી તફસીરો:
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ كَيۡفَ يُبۡدِئُ ٱللَّهُ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥٓۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ
Adakah orang-orang yang mendustakan tersebut memperhatikan bagaimana Allah menciptakan makhluk dari awal kemudian mengembalikannya setelah kematiannya?! Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah karena Dia Mahakuasa, tidak ada sesuatu pun yang melemahkan-Nya.
અરબી તફસીરો:
قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ بَدَأَ ٱلۡخَلۡقَۚ ثُمَّ ٱللَّهُ يُنشِئُ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأٓخِرَةَۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ
Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan tersebut, “Berjalanlah kalian di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan makhluk, kemudian Allah menghidupkan manusia setelah kematiannya dengan kehidupan kedua untuk kebangkitan dan perhitungan amalan. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang mampu melemahkan-Nya, sehingga tidak berat bagi-Nya untuk membangkitkan manusia sebagaimana tidak berat bagi-Nya untuk menciptakan mereka dari awal."
અરબી તફસીરો:
يُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ وَيَرۡحَمُ مَن يَشَآءُۖ وَإِلَيۡهِ تُقۡلَبُونَ
Allah menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya dari makhluk-Nya dengan keadilan-Nya dan mengasihi yang dikehendaki-Nya dari makhluk-Nya dengan karunia-Nya. Hanya kepada-Nyalah kalian dikembalikan pada hari Kiamat untuk perhitungan amalan tatkala Dia membangkitkan kalian hidup-hidup dari kuburan kalian.
અરબી તફસીરો:
وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِي ٱلسَّمَآءِۖ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٖ
Kalian tidaklah bisa meninggalkan Tuhan kalian dan tidak pula mampu menghindar dari siksa-Nya di bumi maupun di langit. Kalian tidaklah mempunyai pelindung selain Allah yang mengurusi segala urusan kalian dan tidak pula kalian mempunyai penolong selain Allah yang mampu menghindarkan kalian dari siksa-Nya.
અરબી તફસીરો:
وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَلِقَآئِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ يَئِسُواْ مِن رَّحۡمَتِي وَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ
Adapun orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah Yang Mahasuci dan mengingkari pertemuan dengan Allah pada hari Kiamat maka mereka itulah orang-orang yang putus asa dari rahmat-Ku, sehingga mereka tidak akan masuk surga selamanya karena kekufuran mereka dan bagi mereka siksa pedih yang menunggu mereka di akhirat.
અરબી તફસીરો:
આયતોના ફાયદાઓ માંથી:
• الأصنام لا تملك رزقًا، فلا تستحق العبادة.
· Berhala tidak mampu memberi rezeki, sehingga ia tidak berhak untuk disembah.

• طلب الرزق إنما يكون من الله الذي يملك الرزق.
· Permohonan rezeki hanyalah ditujukan kepada Allah Yang Maha Pemberi rezeki.

• بدء الخلق دليل على البعث.
· Penciptaan makhluk dari awal adalah bukti adanya kebangkitan.

• دخول الجنة محرم على من مات على كفره.
· Masuk surga diharamkan bagi orang yang meninggal dalam keadaan kafir.

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُواْ ٱقۡتُلُوهُ أَوۡ حَرِّقُوهُ فَأَنجَىٰهُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلنَّارِۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ
Namun, jawaban kaum Ibrahim kepadanya -setelah dia memerintahkan mereka untuk menyembah Allah semata dan meninggalkan ibadah kepada berhala-berhala itu- tidak lain kecuali dengan mengatakan, ”Bunuhlah dia atau lemparkanlah dirinya ke api demi memenangkan tuhan-tuhan kalian.” Tetapi, Allah menyelamatkannya dari api tersebut. Sesungguhnya dalam kisah penyelamatan Ibrahim dari api setelah dia dilemparkan ke dalamnya terdapat pelajaran bagi orang-orang yang beriman karena orang-orang yang beriman inilah yang bisa mendapatkan manfaat dari pelajaran ini.
અરબી તફસીરો:
وَقَالَ إِنَّمَا ٱتَّخَذۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡثَٰنٗا مَّوَدَّةَ بَيۡنِكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ ثُمَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكۡفُرُ بَعۡضُكُم بِبَعۡضٖ وَيَلۡعَنُ بَعۡضُكُم بَعۡضٗا وَمَأۡوَىٰكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن نَّٰصِرِينَ
Ibrahim -'alaihissalām- lantas berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kalian menjadikan berhala-berhala ini sebagai tuhan-tuhan yang kalian sembah hanyalah untuk menciptakan perkenalan dan kecintaan dalam penyembahannya di kehidupan dunia ini semata, kemudian kecintaan di antara kalian tersebut pada hari Kiamat akan terputus, lalu sebagian dari kalian berlepas diri dari sebagian lainnya ketika menyaksikan azab dan sebagian kalian juga melaknati sebagian yang lain. Tempat kalian kembali adalah neraka, kalian tidak mempunyai penolong-penolong yang mencegah kalian dari siksa Allah, tidak dari berhala-berhala yang telah kalian sembah selain Allah, tidak pula dari yang lainnya."
અરબી તફસીરો:
۞ فَـَٔامَنَ لَهُۥ لُوطٞۘ وَقَالَ إِنِّي مُهَاجِرٌ إِلَىٰ رَبِّيٓۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ
Kemudian Lut -'alaihissalām- beriman kepadanya. Ibrahim lantas berkata, “Sesungguhnya aku akan berhijrah kepada Tuhanku, yaitu ke negeri Syam yang diberkahi. Sesungguhnya Dia Mahaperkasa yang tak terkalahkan, tidak akan terhina orang yang berhijrah kepada-Nya dan Dia Mahabijaksana dalam takdir dan ketentuan-Nya."
અરબી તફસીરો:
وَوَهَبۡنَا لَهُۥٓ إِسۡحَٰقَ وَيَعۡقُوبَ وَجَعَلۡنَا فِي ذُرِّيَّتِهِ ٱلنُّبُوَّةَ وَٱلۡكِتَٰبَ وَءَاتَيۡنَٰهُ أَجۡرَهُۥ فِي ٱلدُّنۡيَاۖ وَإِنَّهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
Kami pun mengaruniakan kepada Ibrahim Ishak dan putranya, Yakub. Kami menjadikan kenabian dan kitab-kitab yang diturunkan dari sisi Allah pada anak keturunannya dan Kami menganugerahkan padanya pahala kesabarannya di atas kebenaran di dunia dengan kesalehan anak keturunannya dan dengan menjadi buah bibir yang baik. Sesungguhnya dia di akhirat akan mendapatkan pahala orang-orang yang saleh. Apa yang diberikan kepada Ibrahim -'alaihissalām- di dunia tidak akan mengurangi balasan baik yang telah disiapkan oleh Allah untuknya di akhirat.
અરબી તફસીરો:
وَلُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ إِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنۡ أَحَدٖ مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Ingatlah -wahai Rasul- tentang Nabi Lut ketika dia berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kalian melakukan dosa yang sangat buruk yang tidak pernah ada seorang pun di alam semesta ini yang melakukannya sebelum kalian karena kalian adalah orang yang menggagas dosa ini yang tertolak oleh fitrah yang lurus.
અરબી તફસીરો:
أَئِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ وَتَقۡطَعُونَ ٱلسَّبِيلَ وَتَأۡتُونَ فِي نَادِيكُمُ ٱلۡمُنكَرَۖ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُواْ ٱئۡتِنَا بِعَذَابِ ٱللَّهِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ
Patutkah kalian mendatangi laki-laki pada duburnya untuk memuaskan syahwat kalian dan kalian merampok para musafir sehingga mereka tidak bisa melewati kalian karena khawatir atas pebuatan keji yang kalian lakukan, sementara kalian di dalam perkumpulan-perkumpulan kalian melakukan perbuatan mungkar seperti telanjang, mengganggu dengan ucapan dan tindakan terhadap orang yang melalui daerah kalian?" Namun, jawaban kaumnya kepadanya setelah dilarang dari perbuatan mungkar itu tidak lain hanyalah, “Datangkan kepada kami siksa Allah yang telah kamu ancamkan kepada kami, jika kamu benar atas apa yang kamu yakini.”
અરબી તફસીરો:
قَالَ رَبِّ ٱنصُرۡنِي عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡمُفۡسِدِينَ
Lut -'alaihissalām- kemudian berdoa kepada Tuhannya setelah keangkuhan kaumnya dan setelah mereka menantang untuk diturunkan siksa atas mereka sebagai pelecehan terhadapnya, “Wahai Tuhanku! Tolonglah aku atas orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi karena kekufuran dan kemaksiatan buruk yang mereka sebarkan.”
અરબી તફસીરો:
આયતોના ફાયદાઓ માંથી:
• عناية الله بعباده الصالحين حيث ينجيهم من مكر أعدائهم.
· Perhatian Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang saleh dengan menyelamatkan mereka dari tipu daya musuh-musuh mereka.

• فضل الهجرة إلى الله.
· Keutamaan hijrah kepada Allah.

• عظم منزلة إبراهيم وآله عند الله تعالى.
· Keutamaan kedudukan Ibrahim dan keluarganya di sisi Allah -Ta'ālā-.

• تعجيل بعض الأجر في الدنيا لا يعني نقص الثواب في الآخرة.
· Penyegeraan sebagian balasan yang baik di dunia tidak berarti mengurangi pahalanya di akhirat.

• قبح تعاطي المنكرات في المجالس العامة.
· Buruknya melakukan kemungkaran di depan umum.

وَلَمَّا جَآءَتۡ رُسُلُنَآ إِبۡرَٰهِيمَ بِٱلۡبُشۡرَىٰ قَالُوٓاْ إِنَّا مُهۡلِكُوٓاْ أَهۡلِ هَٰذِهِ ٱلۡقَرۡيَةِۖ إِنَّ أَهۡلَهَا كَانُواْ ظَٰلِمِينَ
Ketika para malaikat yang Kami utus datang kepada Ibrahim untuk memberinya kabar gembira dengan kelahiran Ishak, lalu kemudian disusul dengan kelahiran Yakub, mereka berkata kepadanya, “Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri Sodom, negeri kaum Lut karena penduduknya adalah orang-orang yang zalim dengan perbuatan keji yang mereka lakukan."
અરબી તફસીરો:
قَالَ إِنَّ فِيهَا لُوطٗاۚ قَالُواْ نَحۡنُ أَعۡلَمُ بِمَن فِيهَاۖ لَنُنَجِّيَنَّهُۥ وَأَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ كَانَتۡ مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ
Ibrahim -'alaihissalām- berkata kepada mereka, "Sesungguhnya di dalam negeri yang ingin kalian binasakan penduduknya ada Lut dan dia bukan termasuk golongan orang-orang yang zalim.” Para malaikat berkata, “Kami lebih tahu tentang siapa yang ada di dalam negeri itu, sungguh kami akan menyelamatkannya dan keluarganya dari kebinasaan yang diturunkan kepada penduduknya, kecuali istrinya karena ia termasuk orang-orang yang tertinggal yang dibinasakan, sehingga kami akan membinasakannya bersama mereka.”
અરબી તફસીરો:
وَلَمَّآ أَن جَآءَتۡ رُسُلُنَا لُوطٗا سِيٓءَ بِهِمۡ وَضَاقَ بِهِمۡ ذَرۡعٗاۖ وَقَالُواْ لَا تَخَفۡ وَلَا تَحۡزَنۡ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهۡلَكَ إِلَّا ٱمۡرَأَتَكَ كَانَتۡ مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ
Ketika para malaikat yang Kami utus untuk membinasakan kaum Lut mendatangi Lut, kedatangan mereka ini menjadikannya gelisah dan sedih karena dia khawatir gangguan buruk kaumnya terhadap mereka. Para utusan tersebut mendatanginya dalam rupa kaum lelaki sementara kaumnya menggauli para lelaki untuk melampiaskan nafsu mereka, bukan kepada wanita. Para malaikat lalu berkata kepadanya, “Jangan takut! Kaummu tidak akan bisa mengganggumu dan janganlah kamu bersedih karena kabar dari kami yang akan membinasakan mereka. Sesungguhnya kami akan menyelamatkanmu dan keluargamu dari kebinasaan, kecuali istrimu karena ia termasuk orang-orang yang tertinggal yang dibinasakan, sehingga kami akan membinasakannya bersama mereka.
અરબી તફસીરો:
إِنَّا مُنزِلُونَ عَلَىٰٓ أَهۡلِ هَٰذِهِ ٱلۡقَرۡيَةِ رِجۡزٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُواْ يَفۡسُقُونَ
Sesungguhnya kami akan menurunkan siksa dari langit atas penduduk negeri ini yang telah melakukan perbuatan keji, berupa bebatuan dari tanah yang terbakar membara, sebagai balasan atas pengingkaran mereka terhadap ketaatan kepada Allah dengan melakukan perbuatan keji yang buruk, yaitu menggauli lelaki untuk melampiaskan syahwat, bukan kepada wanita.”
અરબી તફસીરો:
وَلَقَد تَّرَكۡنَا مِنۡهَآ ءَايَةَۢ بَيِّنَةٗ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ
Sungguh Kami telah meninggalkan dari negeri yang telah Kami hancurkan ini tanda yang nyata bagi kaum yang berakal karena orang yang berakal inilah yang bisa mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan Allah.
અરબી તફસીરો:
وَإِلَىٰ مَدۡيَنَ أَخَاهُمۡ شُعَيۡبٗا فَقَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱرۡجُواْ ٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ
Kami juga telah mengutus kepada kaum Madyan saudara senasab mereka, yaitu Syuaib -'alaihissalām-, dia berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah semata dan mohonlah balasan di hari akhirat dengan ibadah kalian kepada Allah, serta janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan dan menyebarkannya."
અરબી તફસીરો:
فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلرَّجۡفَةُ فَأَصۡبَحُواْ فِي دَارِهِمۡ جَٰثِمِينَ
Akan tetapi, kaumnya malah mendustakannya, sehingga mereka pun ditimpa gempa sehingga mereka bergelimpangan jatuh dengan muka mereka tersungkur ke tanah, meninggal tak bergerak di rumah-rumah mereka.
અરબી તફસીરો:
وَعَادٗا وَثَمُودَاْ وَقَد تَّبَيَّنَ لَكُم مِّن مَّسَٰكِنِهِمۡۖ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَعۡمَٰلَهُمۡ فَصَدَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِيلِ وَكَانُواْ مُسۡتَبۡصِرِينَ
Kami juga telah membinasakan 'Ād kaum Nabi Hud, dan Ṡamūd kaum Nabi Saleh. Telah nyata bagi kalian -wahai penduduk Makkah- dari bekas tempat-tempat tinggal mereka di asy-Syiḥr di wilayah Hadramaut dan di al-Ḥijr yang menunjukkan kepada kalian kebinasaan mereka. Tempat-tempat tinggal mereka yang kosong itu menjadi saksi atas peristiwa itu. Setan telah menghiasi amal perbuatan yang mereka kerjakan berupa kekafiran dan kemaksiatan lainnya, lalu setan mengalihkan mereka dari jalan yang lurus, padahal mereka adalah orang-orang yang mempunyai pengetahuan terhadap yang benar dan yang sesat, serta yang lurus dan yang bengkok karena para rasul mereka telah mengajari mereka, akan tetapi mereka memilih untuk mengikuti hawa nafsu daripada mengikuti petunjuk.
અરબી તફસીરો:
આયતોના ફાયદાઓ માંથી:
• قوله تعالى:﴿ وَقَد تَّبَيَّنَ..﴾ تدل على معرفة العرب بمساكنهم وأخبارهم.
· Lafal firman Allah: "Telah nyata bagi kalian... " (ayat 38) menunjukkan bahwa bangsa Arab mengetahui tempat tinggal dan sejarah mereka.

• العلائق البشرية لا تنفع إلا مع الإيمان.
· Hubungan antarmanusia tidak berguna kecuali bila disertai iman.

• الحرص على أمن الضيوف وسلامتهم من الاعتداء عليهم.
· Upaya untuk memberi keamanan bagi para tamu dan keselamatan mereka dari segala gangguan yang mereka hadapi.

• منازل المُهْلَكين بالعذاب عبرة للمعتبرين.
· Situs-situs pembinasaan suatu kaum adalah pelajaran bagi mereka yang pandai mengambil ibrah.

• العلم بالحق لا ينفع مع اتباع الهوى وإيثاره على الهدى.
· Pengetahuan terhadap kebenaran tidak bermanfaat bila disertai dengan mengikuti hawa nafsu dan mendahulukan nafsu daripada petunjuk.

وَقَٰرُونَ وَفِرۡعَوۡنَ وَهَٰمَٰنَۖ وَلَقَدۡ جَآءَهُم مُّوسَىٰ بِٱلۡبَيِّنَٰتِ فَٱسۡتَكۡبَرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَا كَانُواْ سَٰبِقِينَ
Lalu Kami membinasakan Karun tatkala ia telah berbuat aniaya terhadap kaum Musa -dengan menenggelamkan dirinya dan seluruh hartanya ke dalam tanah- dan Kami juga membinasakan Firaun bersama menterinya, Hāmān -dengan ditenggelamkan ke dalam lautan-. Musa telah datang kepada mereka dengan membawa mukjizat nyata yang menunjukkan kebenarannya, akan tetapi mereka berlaku sombong di negeri Mesir dan menolak untuk beriman kepada Musa, sehingga tidaklah mungkin bagi mereka untuk selamat dari siksa Kami dengan melarikan diri dari Kami.
અરબી તફસીરો:
فَكُلًّا أَخَذۡنَا بِذَنۢبِهِۦۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِ حَاصِبٗا وَمِنۡهُم مَّنۡ أَخَذَتۡهُ ٱلصَّيۡحَةُ وَمِنۡهُم مَّنۡ خَسَفۡنَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ وَمِنۡهُم مَّنۡ أَغۡرَقۡنَاۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظۡلِمَهُمۡ وَلَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ
Masing-masing kaum yang telah disebutkan sebelumnya Kami timpakan siksa yang membinasakan atas mereka, seperti kaum Lut yang telah Kami hujani dengan bebatuan dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, kaum Saleh dan kaum Syuaib yang tertimpa suara keras yang mengguntur, dan Karun yang telah ditelan oleh bumi bersama rumahnya, serta kaum Nuh, Firaun, dan Hāmān yang telah Kami binasakan dengan ditenggelamkan. Tidaklah Allah berbuat zalim terhadap mereka, akan tetapi mereka sendiri yang berbuat zalim terhadap diri mereka sendiri dengan melakukan kemaksiatan sehingga mereka berhak mendapatkan siksa.
અરબી તફસીરો:
مَثَلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡلِيَآءَ كَمَثَلِ ٱلۡعَنكَبُوتِ ٱتَّخَذَتۡ بَيۡتٗاۖ وَإِنَّ أَوۡهَنَ ٱلۡبُيُوتِ لَبَيۡتُ ٱلۡعَنكَبُوتِۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ
Permisalan orang-orang musyrik yang menjadikan berhala-berhala selain Allah sebagai tuhan yang mereka sembah dengan harapan mendapat manfaatnya dan syafaatnya seperti laba-laba yang membuat rumah agar melindunginya dari berbagai bahaya. Padahal, selemah-lemah rumah adalah rumah laba-laba karena rumah itu tidak mampu melindungi dirinya dari musuhnya. Demikian pula berhala-berhala kaum musyrikin itu, tidak mendatangkan manfaat kepada mereka, tidak menghindarkan mereka dari mudarat, dan tidak memberikan mereka syafaat. Jika orang-orang musyrik mengetahui hal itu maka tidaklah mereka menjadikan berhala-berhala itu disembah selain Allah.
અરબી તફસીરો:
إِنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ مِن شَيۡءٖۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ
Sesungguhnya Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- mengetahui apa yang mereka sembah selain-Nya, tidak ada sesuatu pun yang luput dari hal tersebut bagi-Nya, dan Dia Mahaperkasa yang tidak terkalahkan, lagi Mahabijaksana di dalam penciptaan-Nya, takdir-Nya dan ketentuan-Nya.
અરબી તફસીરો:
وَتِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَٰلُ نَضۡرِبُهَا لِلنَّاسِۖ وَمَا يَعۡقِلُهَآ إِلَّا ٱلۡعَٰلِمُونَ
Permisalan-permisalan ini Kami buat untuk manusia yang bertujuan menyadarkan mereka, menjadikan mereka melihat kebenaran, dan membimbing mereka kepadanya, tidak ada yang mampu memahaminya dengan sempurna kecuali orang-orang yang memahami syariat-syariat Allah dan hikmah-hikmah-Nya.
અરબી તફસીરો:
خَلَقَ ٱللَّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ
Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- menciptakan langit dan menciptakan bumi dengan hak, Dia tidak menciptakannya dengan batil, tidak pula menciptakannya dengan sia-sia. Sesungguhnya dalam penciptaan itu benar-benar terdapat tanda-tanda yang nyata atas kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman karena merekalah yang berdalil dengan keberadaan makhluk Allah atas kekuasaan Sang Pencipta. Adapun orang-orang kafir maka mereka itu menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di ufuk maupun yang ada pada diri mereka sendiri tanpa membuat perhatian mereka tergugah atas keagungan Sang Pencipta dan kekuasaan-Nya.
અરબી તફસીરો:
ٱتۡلُ مَآ أُوحِيَ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ
Bacakanlah -wahai Rasul- kepada manusia apa yang telah diwahyukan kepadamu oleh Allah dari Al-Qur`ān. Laksanakanlah salat dengan sempurna karena salat yang dilaksanakan dengan tata cara yang sempurna akan mencegah pelakunya dari terjerumus ke dalam kemaksiatan dan kemungkaran lantaran ia memunculkan cahaya di dalam hati yang mencegahnya dari mendekati kemaksiatan dan menunjukinya kepada amal perbuatan yang saleh. Sungguh mengingat Allah itu lebih besar dan lebih agung dari segala sesuatu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan, tidak ada sesuatu pun dari amal perbuatan kalian yang luput dari-Nya, dan Dia akan membalas amal perbuatan tersebut; apabila baik maka akan dibalas dengan kebaikan, namun apabila buruk maka akan dibalas pula dengan keburukan.
અરબી તફસીરો:
આયતોના ફાયદાઓ માંથી:
• أهمية ضرب المثل: (مثل العنكبوت) .
· Urgensi membuat perumpamaan seperti perumpamaan laba-laba

• تعدد أنواع العذاب في الدنيا.
· Banyaknya jenis siksa di dunia.

• تَنَزُّه الله عن الظلم.
· Allah bersih dari tindakan yang zalim.

• التعلق بغير الله تعلق بأضعف الأسباب.
· Bergantung kepada selain Allah adalah bergantung kepada suatu pegangan yang paling lemah.

• أهمية الصلاة في تقويم سلوك المؤمن.
· Pentingnya salat dalam meluruskan tingkah laku orang yang beriman.

۞ وَلَا تُجَٰدِلُوٓاْ أَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ إِلَّا بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ إِلَّا ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنۡهُمۡۖ وَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا بِٱلَّذِيٓ أُنزِلَ إِلَيۡنَا وَأُنزِلَ إِلَيۡكُمۡ وَإِلَٰهُنَا وَإِلَٰهُكُمۡ وَٰحِدٞ وَنَحۡنُ لَهُۥ مُسۡلِمُونَ
Janganlah kalian -wahai orang-orang yang beriman- berdialog dan berdebat dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani melainkan dengan cara yang paling baik dan metode yang paling benar, yaitu dengan dakwah menggunakan nasihat dan hujah-hujah yang jelas. Namun, hal itu dikecualikan terhadap orang-orang yang zalim di antara mereka dengan melakukan pembangkangan dan kesombongan serta mengumumkan perang terhadap kalian, mereka itu perangilah hingga mereka menyerah atau membayar jizyah dengan patuh dan dalam keadaan tunduk. Lalu katakanlah kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani, “Kami telah beriman kepada Al-Qur`ān yang diturunkan oleh Allah kepada kami dan kami beriman kepada Taurat dan Injil yang diturunkan kepada kalian. Tuhan kami dan Tuhan kalian adalah satu, tidak ada sekutu bagi-Nya di dalam ulūhiyyah-Nya, rubūbiyyah-Nya, dan kesempurnaan-Nya dan hanya kepada-Nya semata kami tunduk dan patuh."
અરબી તફસીરો:
وَكَذَٰلِكَ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَۚ فَٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦۖ وَمِنۡ هَٰٓؤُلَآءِ مَن يُؤۡمِنُ بِهِۦۚ وَمَا يَجۡحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلۡكَٰفِرُونَ
Sebagaimana Kami telah menurunkan kitab-kitab kepada orang-orang sebelummu, maka Kami pun menurunkan kepadamu Al-Qur`ān. Sebagian mereka yang membaca Taurat -seperti Abdullah bin Salām- beriman kepada Al-Qur`ān karena mereka mendapati ciri-cirinya telah disebutkan di dalam kitab-kitab mereka. Di antara orang-orang musyrik itu juga ada yang beriman kepadanya dan tidaklah ingkar terhadap ayat-ayat Kami kecuali orang-orang kafir yang memang tabiatnya adalah pengingkaran dan penolakan terhadap kebenaran meski sudah jelas sebagai kebenaran.
અરબી તફસીરો:
وَمَا كُنتَ تَتۡلُواْ مِن قَبۡلِهِۦ مِن كِتَٰبٖ وَلَا تَخُطُّهُۥ بِيَمِينِكَۖ إِذٗا لَّٱرۡتَابَ ٱلۡمُبۡطِلُونَ
Tidaklah engkau -wahai Rasul- membaca kitab apa pun sebelum Al-Qur`ān ini dan tidaklah engkau menulis sesuatu dengan tangan kananmu karena engkau buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis. Seandainya engkau bisa membaca dan menulis niscaya orang-orang bodoh akan meragukan kenabianmu dan mengira bahwa engkau menulis dari kitab-kitab yang telah lalu.
અરબી તફસીરો:
بَلۡ هُوَ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٞ فِي صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَۚ وَمَا يَجۡحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلظَّٰلِمُونَ
Justru Al-Qur`ān yang diturunkan kepadamu merupakan bukti-bukti kebenaran yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu dari kalangan orang-orang yang beriman. Tidak ada yang menolak ayat-ayat Kami selain orang-orang zalim kepada dirinya sendiri dengan melakukan kekafiran terhadap Allah dan menyekutukan-Nya.
અરબી તફસીરો:
وَقَالُواْ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ ءَايَٰتٞ مِّن رَّبِّهِۦۚ قُلۡ إِنَّمَا ٱلۡأٓيَٰتُ عِندَ ٱللَّهِ وَإِنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ
Orang-orang musyrik berkata, “Kenapa tidak diturunkan kepada Muhammad mukjizat-mukjizat dari Tuhannya sebagaimana yang diturunkan kepada para rasul sebelumnya?” Katakan -wahai Rasul- kepada orang-orang yang memberikan usulan itu, “Sesungguhnya mukjizat itu hanyalah di tangan Allah, Dia menurunkannya kapan saja Dia kehendaki, dan bukanlah wewenangku untuk menurunkannya, aku hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kalian dari siksa Allah dengan peringatan yang jelas.”
અરબી તફસીરો:
أَوَلَمۡ يَكۡفِهِمۡ أَنَّآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَرَحۡمَةٗ وَذِكۡرَىٰ لِقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ
Tidak cukupkah bagi orang-orang yang mengusulkan itu bahwasanya Kami telah menurunkan Al-Qur`ān kepadamu -wahai Rasul- yang dibacakan kepada mereka. Sesungguhnya di dalam Al-Qur`ān yang diturunkan kepada mereka itu terdapat rahmat dan nasihat bagi orang-orang yang beriman karena merekalah yang bisa mendapatkan manfaat darinya, bahkan apa yang diturunkan kepada mereka itu lebih baik daripada penurunan mukjizat yang mereka usulkan semisal mukjizat yang diturunkan kepada para rasul terdahulu.
અરબી તફસીરો:
قُلۡ كَفَىٰ بِٱللَّهِ بَيۡنِي وَبَيۡنَكُمۡ شَهِيدٗاۖ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱلۡبَٰطِلِ وَكَفَرُواْ بِٱللَّهِ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ
Katakanlah -wahai Rasul-, “Cukuplah Allah Yang Mahasuci sebagai saksi atas kejujuranku tentang ajaran yang aku bawa dan sebagai saksi atas pendustaan kalian terhadapnya, Dia Maha Mengetahui apa yang ada di langit dan mengetahui apa yang ada di bumi, tidak ada sesuatu pun dari keduanya yang luput dari-Nya. Adapun orang-orang yang percaya terhadap kebatilan dari setiap apa yang disembah selain Allah dan ingkar kepada Allah yang merupakan satu-satunya tuhan yang berhak untuk disembah maka mereka itu adalah orang-orang yang merugi karena mereka menggantikan keimanan dengan kekufuran.
અરબી તફસીરો:
આયતોના ફાયદાઓ માંથી:
• مجادلة أهل الكتاب تكون بالتي هي أحسن.
· Bantahan terhadap Ahli Kitab harus dengan cara yang lebih baik.

• الإيمان بجميع الرسل والكتب دون تفريق شرط لصحة الإيمان.
· Iman kepada seluruh rasul dan kitab-kitab tanpa membedakan di antara mereka merupakan syarat sahnya keimanan.

• القرآن الكريم الآية الخالدة والحجة الدائمة على صدق النبي صلى الله عليه وسلم.
· Al-Qur`ān al-Karīm adalah mukjizat yang kekal dan bukti abadi yang menunjukkan kebenaran Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.

وَيَسۡتَعۡجِلُونَكَ بِٱلۡعَذَابِ وَلَوۡلَآ أَجَلٞ مُّسَمّٗى لَّجَآءَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ وَلَيَأۡتِيَنَّهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ
Orang-orang musyrik itu memintamu -wahai Rasul- untuk mempercepat datangnya siksa yang engkau peringatkan kepada mereka. Seandainya Allah tidak menentukan untuk menyiksa mereka pada waktu tertentu yang tidak bisa dimajukan dan tidak pula bisa dimundurkan, niscaya siksa yang mereka minta itu datang kepada mereka dan pasti datang dengan tiba-tiba dalam kondisi mereka tidak menyangka-nyangka.
અરબી તફસીરો:
يَسۡتَعۡجِلُونَكَ بِٱلۡعَذَابِ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةُۢ بِٱلۡكَٰفِرِينَ
Mereka meminta agar siksa yang engkau janjikan kepada mereka disegerakan, padahal sesungguhnya neraka Jahanam yang telah Allah janjikan untuk orang-orang yang kafir tersebut pasti mengepung mereka, sehingga mereka tidak bisa lari dari siksanya.
અરબી તફસીરો:
يَوۡمَ يَغۡشَىٰهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِن فَوۡقِهِمۡ وَمِن تَحۡتِ أَرۡجُلِهِمۡ وَيَقُولُ ذُوقُواْ مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ
Pada hari di saat siksa mengepung mereka dari atas mereka dan menjadi kasur bagi mereka dari arah bawah kaki mereka, Allah berfirman kepada mereka sebagai bentuk celaan atas mereka, “Rasakanlah balasan dari syirik dan kemaksiatan yang pernah kalian lakukan.”
અરબી તફસીરો:
يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ أَرۡضِي وَٰسِعَةٞ فَإِيَّٰيَ فَٱعۡبُدُونِ
Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman kepada-Ku! Berhijrahlah kalian dari negeri yang di dalamnya kalian tidak bisa beribadah kepada-Ku dengan tenang karena bumi-Ku sangat luas, sebab itu sembahlah Aku semata dan janganlah kalian menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun.
અરબી તફસીરો:
كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۖ ثُمَّ إِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ
Janganlah ketakutan terhadap kematian mencegah kalian untuk berhijrah karena setiap jiwa pasti akan merasakan kematian, kemudian hanya kepada Kami semata kalian kembali pada hari Kiamat untuk perhitungan dan pembalasan amalan.
અરબી તફસીરો:
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُبَوِّئَنَّهُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ غُرَفٗا تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ نِعۡمَ أَجۡرُ ٱلۡعَٰمِلِينَ
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal saleh yang mendekatkan diri mereka kepada Allah, sungguh Kami akan menempatkan mereka pada rumah-rumah yang megah di surga kelak, di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan mereka tidak ditimpa oleh kefanaan. Balasan ini adalah sebaik-baik balasan untuk orang yang menjalankan ketaatan kepada Allah.
અરબી તફસીરો:
ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ
 Ini juga merupakan sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang menjalankan ketaatan kepada Allah yang telah bersabar di dalam menjalankannya dan di dalam menghindari kemaksiatan terhadap Allah serta hanya kepada Allah semata mereka menggantungkan segala perkara mereka.
અરબી તફસીરો:
وَكَأَيِّن مِّن دَآبَّةٖ لَّا تَحۡمِلُ رِزۡقَهَا ٱللَّهُ يَرۡزُقُهَا وَإِيَّاكُمۡۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ
Setiap hewan melata -meski banyak jumlahnya- yang engkau tidak bisa mengumpulkan rezekinya serta memikulnya, Allahlah yang memberinya rezeki dan juga memberi rezeki kepada kalian. Oleh sebab itu, tidak ada alasan bagi kalian untuk tidak berhijrah karena khawatir kelaparan. Sungguh, Dia Maha Mendengar ucapan-ucapan kalian dan Maha Mengetahui segala niat dan amal perbuatan kalian, tidak ada sedikit pun dari hal itu yang luput dari-Nya, dan Dia akan memberi balasan untuk kalian atasnya.
અરબી તફસીરો:
وَلَئِن سَأَلۡتَهُم مَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَسَخَّرَ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُۖ فَأَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ
Jika engkau -wahai Rasul- bertanya kepada orang-orang musyrik itu, “Siapa yang menciptakan langit? Siapa yang menciptakan bumi? Siapa yang menundukkan matahari dan bulan yang keduanya saling bergantian?” niscaya mereka menjawab, “Semua itu diciptakan oleh Allah semata.” Lalu bagaimana bisa mereka terpalingkan dari keimanan kepada Allah semata dan menyembah tuhan-tuhan selain Allah yang tidak mampu mendatangkan manfaat dan tidak pula memberikan mudarat?
અરબી તફસીરો:
ٱللَّهُ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ
Allah melapangkan rezeki bagi hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya dan menyempitkannya bagi yang dikehendaki-Nya karena suatu himah yang hanya diketahui oleh-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang luput dari-Nya, sehingga tidak luput dari-Nya tindakan baik apa pun bagi hamba-hamba-Nya.
અરબી તફસીરો:
وَلَئِن سَأَلۡتَهُم مَّن نَّزَّلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَحۡيَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ مِنۢ بَعۡدِ مَوۡتِهَا لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُۚ قُلِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡقِلُونَ
Jika engkau -wahai Rasul- bertanya kepada orang-orang musyrik itu, “Siapa yang menurunkan air dari langit yang Dia gunakan menghidupkan bumi setelah sebelumnya merupakan tanah gersang?” niscaya mereka menjawab, “Yang menurunkan hujan dari langit dan yang menghidupkan bumi adalah Allah.” Katakanlah -wahai Rasul-, “Segala puji bagi Allah yang telah menampakkan bukti kebenaran kepada kalian." Namun, kenyataannya kebanyakan dari kalian tidak berakal, sebab apabila mereka berakal, niscaya mereka tidak mungkin menyekutukan Allah dengan berhala-berhala yang tidak mampu mendatangkan manfaat dan tidak pula mampu memberi mudarat.
અરબી તફસીરો:
આયતોના ફાયદાઓ માંથી:
• استعجال الكافر بالعذاب دليل على حمقه.
· Permintaan orang-orang kafir agar disegerakan siksa atas mereka merupakan tanda kebodohan mereka.

• باب الهجرة من أجل سلامة الدين مفتوح.
· Pintu hijrah demi menyelamatkan agama senantiasa terbuka.

• فضل الصبر والتوكل على الله.
· Keutamaan sabar dan tawakal kepada Allah.

• الإقرار بالربوبية دون الإقرار بالألوهية لا يحقق لصاحبه النجاة والإيمان.
· Pengakuan atas rubūbiyyah atau ketuhanan Allah (yaitu keyakinan bahwa Dia Sang Pencipta) tanpa mengakui ulūhiyyah-Nya (yaitu keyakinan bahwa Dia satu-satunya sesembahan) tidak bisa mengantarkan pelakukanya kepada keselamatan dan keimanan.

وَمَا هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَهۡوٞ وَلَعِبٞۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَ لَهِيَ ٱلۡحَيَوَانُۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ
 Tidaklah kehidupan dunia ini -dengan segala syahwat dan kenikmatan yang ada padanya- melainkan gurauan dan permainan bagi hati orang-orang yang tergantung kepadanya, ia tidak lama akan segera habis. Adapun negeri akhirat maka ia adalah kehidupan yang sebenarnya karena keabadiannya. Kalau mereka mengetahuinya, niscaya mereka tidak akan mendahulukan yang fana daripada yang kekal.
અરબી તફસીરો:
فَإِذَا رَكِبُواْ فِي ٱلۡفُلۡكِ دَعَوُاْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمۡ إِلَى ٱلۡبَرِّ إِذَا هُمۡ يُشۡرِكُونَ
Apabila orang-orang musyrik menaiki kapal-kapal di lautan, mereka berdoa kepada Allah semata dengan mengikhlaskan doa hanya untuk-Nya agar Dia menyelamatkan mereka dari tenggelam. Namun, tatkala Allah telah menyelamatkan mereka dari tenggelam, mereka kembali menjadi musyrik dengan berdoa kepada tuhan-tuhan mereka di samping berdoa kepada Allah.
અરબી તફસીરો:
لِيَكۡفُرُواْ بِمَآ ءَاتَيۡنَٰهُمۡ وَلِيَتَمَتَّعُواْۚ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ
Mereka kembali menjadi musyrik untuk mengingkari kenikmatan yang telah Kami berikan kepada mereka dan untuk menikmati apa yang telah mereka dapatkan berupa perhiasan kehidupan dunia. Mereka sungguh akan mengetahui akibat buruk dari perbuatan mereka tersebut ketika mereka mati.
અરબી તફસીરો:
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّا جَعَلۡنَا حَرَمًا ءَامِنٗا وَيُتَخَطَّفُ ٱلنَّاسُ مِنۡ حَوۡلِهِمۡۚ أَفَبِٱلۡبَٰطِلِ يُؤۡمِنُونَ وَبِنِعۡمَةِ ٱللَّهِ يَكۡفُرُونَ
Tidakkah orang-orang yang mengingkari nikmat-nikmat Allah atas mereka itu ketika Allah menyelamatkan mereka dari tenggelam mengetahui adanya kenikmatan lain, yaitu bahwa Kami telah membuatkan untuk mereka tanah suci yang di dalamnya mereka merasa aman atas darah dan harta mereka, pada saat orang-orang selain mereka sedang ditimpa peperangan; mereka terbunuh, ditahan, wanita-wanita dan keluarga mereka ditawan, dan harta mereka dirampas. Apakah mereka percaya dengan kebatilan dari tuhan-tuhan yang mereka akui itu, sementara terhadap kenikmatan yang Allah berikan mereka mengingkarinya?! Kenapa mereka tidak mensyukurinya kepada Allah?!
અરબી તફસીરો:
وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوۡ كَذَّبَ بِٱلۡحَقِّ لَمَّا جَآءَهُۥٓۚ أَلَيۡسَ فِي جَهَنَّمَ مَثۡوٗى لِّلۡكَٰفِرِينَ
Tidak ada seorang pun yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta atas Allah dengan mengadakan sekutu bagi-Nya, atau mendustakan kebenaran yang dibawa oleh Rasul-Nya. Tidak disangsikan bahwa neraka Jahanam adalah tempat bagi orang-orang kafir dan yang semisal dengan mereka.
અરબી તફસીરો:
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُواْ فِينَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ
Adapun orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari rida Kami maka Kami pasti mudahkan baginya untuk mendapatkan jalan yang lurus karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat kebaikan dengan bantuan-Nya, pertolongan-Nya, dan petunjuk-Nya.
અરબી તફસીરો:
આયતોના ફાયદાઓ માંથી:
• لجوء المشركين إلى الله في الشدة ونسيانهم لأصنامهم، وإشراكهم به في الرخاء؛ دليل على تخبطهم.
· Kembalinya orang-orang musyrik kepada Allah dan kelupaan mereka kepada berhala-berhala mereka pada saat kesulitan, serta kembalinya mereka pada kesyirikan pada saat lapang menunjukkan kelabilan jiwa mereka.

• الجهاد في سبيل الله سبب للتوفيق إلى الحق.
· Berjihad di jalan Allah merupakan penyebab dimudahkannya mendapat kebenaran.

• إخبار القرآن بالغيبيات دليل على أنه من عند الله.
· Pemberitaan Al-Qur`ān tentang berita-berita gaib merupakan bukti bahwa Al-Qur`ān berasal dari sisi Allah.

 
શબ્દોનું ભાષાંતર સૂરહ: અલ્ અન્કબુત
સૂરહ માટે અનુક્રમણિકા પેજ નંબર
 
કુરઆન મજીદના શબ્દોનું ભાષાંતર - ઇન્ડોનિશિયા ભાષાતર - કુરઆન મજીદની સંક્ષિપ્ત સમજુતી - ભાષાંતરોની અનુક્રમણિકા

ઇન્ડોનીશય ભાષાતર - કુરઆન મજીદની સંક્ષિપ્ત સમજુતી, તફસીર લિદ્દિરાસતિલ્ કુરઆન મજીદ સેન્ટર દ્વારા જારી કરવામાં આવ્યું છે.

બંધ કરો