Fassarar Ma'anonin Alqura'ni - Fassara da Yaren Indonisiyanci, Takaitaccen Tafsirin Al-Qurani Maigirma * - Teburin Bayani kan wasu Fassarori


Fassarar Ma'anoni Aya: (106) Sura: Suratu Al'nisaa
وَٱسۡتَغۡفِرِ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورٗا رَّحِيمٗا
Mintalah maaf dan ampunan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang bertobat kepada-Nya.
Tafsiran larabci:
daga cikin fa'idodin Ayoyin wannan shafi:
• النهي عن المدافعة والمخاصمة عن المبطلين؛ لأن ذلك من التعاون على الإثم والعدوان.
· Larangan membela orang-orang yang bersalah karena hal itu termasuk dalam kategori membantu berbuat dosa dan permusuhan.

• ينبغي للمؤمن الحق أن يكون خوفه من الله وتعظيمه والحياء منه فوق كل أحد من الناس.
· Orang mukmin yang sejati hendaknya lebih takut, lebih hormat, dan lebih malu kepada Allah daripada kepada manusia mana pun.

• سعة رحمة الله ومغفرته لمن ظلم نفسه، مهما كان ظلمه إذا صدق في توبته، ورجع عن ذنبه.
· Luasnya kasih sayang dan ampunan Allah bagi orang yang menganiaya dirinya sendiri, betapapun besarnya dosa yang telah diperbuatnya, sepanjang ia bersungguh-sungguh dalam bertobat dan meninggalkan dosanya.

• التحذير من اتهام البريء وقذفه بما لم يكن منه؛ وأنَّ فاعل ذلك قد وقع في أشد الكذب والإثم.
· Larangan menuduh orang yang tidak bersalah dan menuduhnya melakukan sesuatu yang tidak pernah ia lakukan lantaran orang yang melakukannya telah melakukan kebohongan dan dosa yang sangat besar.

 
Fassarar Ma'anoni Aya: (106) Sura: Suratu Al'nisaa
Teburin Jerin Sunayen Surori Lambar shafi
 
Fassarar Ma'anonin Alqura'ni - Fassara da Yaren Indonisiyanci, Takaitaccen Tafsirin Al-Qurani Maigirma - Teburin Bayani kan wasu Fassarori

Takaitaccen Tafsirin Al-Qurani Maigirma da Yaren Indonisiyanci - Wanda aka buga a Cibiyar Tafsiri Don Ilimin Al-Qurani

Rufewa