وه‌رگێڕانی ماناكانی قورئانی پیرۆز - وەرگێڕاوی ئیندۆنیسی بۆ پوختەی تەفسیری قورئانی پیرۆز * - پێڕستی وه‌رگێڕاوه‌كان


وه‌رگێڕانی ماناكان سوره‌تی: سورەتی القصص   ئایه‌تی:

Surah Al-Qaṣaṣ

لە مەبەستەکانی سورەتەکە:
سنة الله في تمكين المؤمنين المستضعفين وإهلاك الطغاة المستكبرين.
Sunatullah dalam memberikan kemenangan terhadap orang-orang mukmin yang tertindas dan memberikan kebinasaan terhadap orang-orang kafir yang sombong.

طسٓمٓ
Ṭā Sīn Mīm. Pembahasan tentang huruf-huruf seperti ini telah dijelaskan dalam permulaan surah Al-Baqarah
تەفسیرە عەرەبیەکان:
تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ
Ini adalah ayat-ayat Al-Qur`ān yang telah nyata.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
نَتۡلُواْ عَلَيۡكَ مِن نَّبَإِ مُوسَىٰ وَفِرۡعَوۡنَ بِٱلۡحَقِّ لِقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ
Kami bacakan kepada kalian sebagian kisah Musa dan Firaun dengan sebenarnya, tidak ada keraguan padanya bagi orang-orang yang beriman karena merekalah yang bisa mengambil manfaat dari apa yang ada di dalamnya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
إِنَّ فِرۡعَوۡنَ عَلَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَجَعَلَ أَهۡلَهَا شِيَعٗا يَسۡتَضۡعِفُ طَآئِفَةٗ مِّنۡهُمۡ يُذَبِّحُ أَبۡنَآءَهُمۡ وَيَسۡتَحۡيِۦ نِسَآءَهُمۡۚ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ
Sesungguhnya Firaun telah berbuat sewenang-wenang di negeri Mesir, menjadikan penduduknya bergolong-golongan dan memisahkan antara golongan-golongan itu. Ia menindas salah satu dari golongan itu, yaitu Bani Israil dengan cara membunuh anak-anak lelaki mereka dan membiarkan hidup kaum wanitanya untuk dijadikan sebagai pembantu, sebagai bentuk terendah dalam menghinakan mereka. Sesunguhnya Firaun termasuk orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi dengan kezaliman, kesewenang-wenangan, dan kesombongan.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى ٱلَّذِينَ ٱسۡتُضۡعِفُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَنَجۡعَلَهُمۡ أَئِمَّةٗ وَنَجۡعَلَهُمُ ٱلۡوَٰرِثِينَ
Kami ingin menganugerahkan kepada Bani Israil yang telah ditindas oleh Firaun di negeri Mesir dengan menghancurkan musuh mereka, menghentikan penindasan atas mereka, menjadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang diikuti dalam kebenaran, dan dengan menjadikan mereka sebagai ahli waris wilayah Syam yang penuh berkah setelah kebinasaan Firaun, sebagaimana Allah -Ta'ālā- berfirman, "Kami wariskan kepada kaum yang selalu tertindas itu bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi ..."
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• الإيمان والعمل الصالح سببا النجاة من الفزع يوم القيامة.
· Iman dan amal merupakan penyebab keselamatan dari rasa takut yang dahsyat pada hari Kiamat.

• الكفر والعصيان سبب في دخول النار.
· Kekufuran dan kemaksiatan merupakan penyebab masuk ke dalam neraka.

• تحريم القتل والظلم والصيد في الحرم.
· Diharamkan membunuh, berbuat zalim, dan berburu di tanah suci.

• النصر والتمكين عاقبة المؤمنين.
· Pertolongan dan kejayaan merupakan hasil akhir bagi orang-orang yang beriman.

وَنُمَكِّنَ لَهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَنُرِيَ فِرۡعَوۡنَ وَهَٰمَٰنَ وَجُنُودَهُمَا مِنۡهُم مَّا كَانُواْ يَحۡذَرُونَ
Kami juga ingin memberikan mereka kejayaan di bumi dengan menjadikan mereka sebagai penguasa padanya, serta menjadikan Firaun dan penolongnya yang terbesar, yaitu Hāmān dan bala tentara keduanya yang menolong mereka dalam menjalankan kekuasaan melihat apa yang mereka khawatirkan berupa habisnya dan hancurnya kekuasaan mereka di tangan seorang anak lelaki dari Bani Israil.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰٓ أُمِّ مُوسَىٰٓ أَنۡ أَرۡضِعِيهِۖ فَإِذَا خِفۡتِ عَلَيۡهِ فَأَلۡقِيهِ فِي ٱلۡيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحۡزَنِيٓۖ إِنَّا رَآدُّوهُ إِلَيۡكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ
Kami mengilhamkan kepada ibu Musa -'alaihissalām-, "Susuilah dia hingga apabila engkau merasa khawatir terhadap keselamatannya dari Firaun dan kaumnya yang hendak membunuhnya, letakkanlah dia di dalam sebuah peti lalu lemparkan ke sungai Nil. Janganlah engkau khawatir ia akan tenggelam atau khawatir ditemukan Firaun dan janganlah pula engkau bersedih karena berpisah dengannya karena Kami akan mengembalikannya kepadamu dalam keadaan hidup dan menjadikannya sebagai salah seorang rasul yang diutus Allah kepada para makhluk-Nya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
فَٱلۡتَقَطَهُۥٓ ءَالُ فِرۡعَوۡنَ لِيَكُونَ لَهُمۡ عَدُوّٗا وَحَزَنًاۗ إِنَّ فِرۡعَوۡنَ وَهَٰمَٰنَ وَجُنُودَهُمَا كَانُواْ خَٰطِـِٔينَ
Ibunya lantas mengikuti apa yang telah Kami ilhamkan kepadanya supaya meletakkannya di dalam sebuah peti dan melemparkannya di sungai. Lalu keluarga Firaun menemukannya dan mengambilnya, agar terjadi apa yang diinginkan oleh Allah, yaitu Musa akan menjadi musuh bagi Firaun, Allah menghancurkan kerajaannya melalui tangan Musa untuk menghapuskan kesedihan mereka. Sesungguhnya Firaun dan menterinya, Hāmān beserta para penolong mereka adalah orang-orang yang berbuat dosa karena kekufuran, kesewenang-wenangan, dan perusakan mereka di muka bumi.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَقَالَتِ ٱمۡرَأَتُ فِرۡعَوۡنَ قُرَّتُ عَيۡنٖ لِّي وَلَكَۖ لَا تَقۡتُلُوهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوۡ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدٗا وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ
Ketika Firaun hendak membunuhnya, istrinya berkata, “Anak ini adalah sumber kebahagian bagiku dan bagimu, janganlah engkau membunuhnya, semoga ia bisa bermanfaat bagi kita sebagai pembantu atau kita jadikan dia sebagai anak angkat.” Mereka tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada kerajaan mereka di tangan anak itu.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَأَصۡبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَٰرِغًاۖ إِن كَادَتۡ لَتُبۡدِي بِهِۦ لَوۡلَآ أَن رَّبَطۡنَا عَلَىٰ قَلۡبِهَا لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
Adapun hati ibu Musa -'alaihissalām- maka menjadi kosong dari segala urusan dunia, kecuali urusan Musa. Hampir saja kesabarannya habis dan mengakui bahwa Musa adalah anaknya karena besarnya keterikatan hatinya dengannya, kalaulah bukan karena Kami telah ikat hatinya agar tetap tegar dan sabar, agar dia termasuk orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya serta penyabar atas apa yang ditakdirkan oleh-Nya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَقَالَتۡ لِأُخۡتِهِۦ قُصِّيهِۖ فَبَصُرَتۡ بِهِۦ عَن جُنُبٖ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ
Ibu Musa -'alaihissalām- berkata kepada saudara perempuan Musa setelah dia melemparkan Musa ke sungai, “Ikutilah jejaknya agar engkau tahu apa yang akan terjadi padanya.” Lalu saudarinya itu memantaunya dari kejauhan supaya rahasianya tidak terbuka, sehingga Firaun dan kaumnya tidak mengetahui bahwa dia adalah saudarinya dan bahwa dia mengikuti perkembangan kondisi Musa.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
۞ وَحَرَّمۡنَا عَلَيۡهِ ٱلۡمَرَاضِعَ مِن قَبۡلُ فَقَالَتۡ هَلۡ أَدُلُّكُمۡ عَلَىٰٓ أَهۡلِ بَيۡتٖ يَكۡفُلُونَهُۥ لَكُمۡ وَهُمۡ لَهُۥ نَٰصِحُونَ
Atas kehendak Allah, Musa tidak mau disusui oleh para wanita sebelum Kami mengembalikannya ke pengkuan ibunya. Tatkala saudari Musa melihat keinginan besar mereka untuk menyusukan Musa, dia berkata kepada mereka, “Maukah kalian aku tunjukkan satu keluarga yang bisa menyusui dan memeliharanya, serta mereka bisa berlaku baik terhadapnya?”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
فَرَدَدۡنَٰهُ إِلَىٰٓ أُمِّهِۦ كَيۡ تَقَرَّ عَيۡنُهَا وَلَا تَحۡزَنَ وَلِتَعۡلَمَ أَنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ
Lalu Kami kembalikan Musa kepada ibunya agar senang hatinya karena bisa melihatnya dari dekat dan tidak sedih karena berpisah dengannya, serta agar ibunya mengerti bahwa janji Allah untuk mengembalikan Musa kepadanya adalah benar, tidak ada keraguan padanya, akan tetapi sebagian besar dari mereka tidak mengetahui janji ini dan tidak ada seorang pun yang mengetahui bahwa dia adalah ibu Musa.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• تدبير الله لعباده الصالحين بما يسلمهم من مكر أعدائهم.
· Rencana Allah untuk para hamba-Nya yang saleh bisa menyelamatkan mereka dari tipu daya musuh-musuh mereka.

• تدبير الظالم يؤول إلى تدميره.
· Tipu daya orang zalim akan berbalik menghancurkan dirinya sendiri.

• قوة عاطفة الأمهات تجاه أولادهن.
· Kuatnya naluri para ibu terhadap anak-anak mereka.

• جواز استخدام الحيلة المشروعة للتخلص من ظلم الظالم.
· Boleh menggunakan penyamaran yang sesuai ketentuan syariat untuk melepaskan diri dari kezaliman orang yang berbuat zalim.

• تحقيق وعد الله واقع لا محالة.
· Janji Allah pasti terjadi, tidak ada keraguan padanya.

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَٱسۡتَوَىٰٓ ءَاتَيۡنَٰهُ حُكۡمٗا وَعِلۡمٗاۚ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ
Ketika masa kesempurnaan badan dan kekuatan Musa telah tiba pada puncaknya maka Kami memberinya pemahaman dan ilmu tentang agama Bani Israil sebelum kenabiannya. Sebagaimana Kami memberi balasan yang baik kepada Musa karena ketaatannya, Kami juga memberikan balasan yang baik kepada orang-orang yang berbuat kebaikan di setiap masa dan setiap tempat.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَدَخَلَ ٱلۡمَدِينَةَ عَلَىٰ حِينِ غَفۡلَةٖ مِّنۡ أَهۡلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيۡنِ يَقۡتَتِلَانِ هَٰذَا مِن شِيعَتِهِۦ وَهَٰذَا مِنۡ عَدُوِّهِۦۖ فَٱسۡتَغَٰثَهُ ٱلَّذِي مِن شِيعَتِهِۦ عَلَى ٱلَّذِي مِنۡ عَدُوِّهِۦ فَوَكَزَهُۥ مُوسَىٰ فَقَضَىٰ عَلَيۡهِۖ قَالَ هَٰذَا مِنۡ عَمَلِ ٱلشَّيۡطَٰنِۖ إِنَّهُۥ عَدُوّٞ مُّضِلّٞ مُّبِينٞ
Musa masuk ke dalam kota pada saat penduduknya sedang beristirahat di rumah-rumah mereka. Lalu di kota itu Musa bertemu dengan dua orang yang sedang bertengkar dan saling memukul, salah satunya berasal dari Bani Israil, kaum Musa -'alaihissalām- dan yang satunya lagi dari Qibṭi, kaum Firaun yang merupakan musuh Musa. Lalu orang yang berasal dari kaumnya meminta tolong menghadapi orang yang dari kaum Qibṭi, musuhnya. Musa lantas memukulnya dengan kepalan tangannya dan membunuhnya dengan pukulan itu karena kuatnya pukulannya. Musa berkata, “Ini adalah dari perbuatan yang diperindah oleh setan dan tipu dayanya, sesungguhnya setan adalah musuh yang menyesatkan bagi orang yang mengikutinya dengan permusuhan yang nyata. Apa yang terjadi padaku ini adalah akibat permusuhannya dan karena setan itu menyesatkan, maka ia ingin menyesatkanku.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمۡتُ نَفۡسِي فَٱغۡفِرۡ لِي فَغَفَرَ لَهُۥٓۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
Musa lalu memanjatkan doa kepada Tuhannya sembari mengakui apa yang telah dilakukannya, “Wahai Tuhanku! Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena membunuh orang Qibṭi ini, sebab itu ampunilah dosaku.” Allah lalu menjelaskan kepada kita tentang pengampunan-Nya kepada Musa. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat di antara hamba-hamba-Nya dan Maha Penyayang kepada mereka.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
قَالَ رَبِّ بِمَآ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ فَلَنۡ أَكُونَ ظَهِيرٗا لِّلۡمُجۡرِمِينَ
Kemudian Dia melanjutkan firman-Nya tentang doa Musa yang di dalamnya ia berdoa, “Wahai Tuhanku! Karena Engkau telah memberi karunia kepadaku berupa kekuatan, hikmah, dan ilmu maka aku sekali-kali tidak akan mau menjadi penolong bagi orang-orang jahat dalam melakukan kejahatan mereka.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
فَأَصۡبَحَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ خَآئِفٗا يَتَرَقَّبُ فَإِذَا ٱلَّذِي ٱسۡتَنصَرَهُۥ بِٱلۡأَمۡسِ يَسۡتَصۡرِخُهُۥۚ قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰٓ إِنَّكَ لَغَوِيّٞ مُّبِينٞ
Tatkala sudah terjadi apa yang terjadi padanya, yaitu pembunuhan terhadap orang Qibṭi, Musa pun mulai merasa takut di kota itu sembari menunggu apa yang akan terjadi. Namun, tiba-tiba orang yang meminta tolong darinya dalam menghadapi musuhnya dari kaum Qibṭi kemarin meminta tolong lagi untuk menghadapi orang Qibṭi yang lain. Musa lantas berkata kepadanya, “Sesungguhnya engkau benar-benar dalam penyimpangan dan kesesatan yang nyata.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
فَلَمَّآ أَنۡ أَرَادَ أَن يَبۡطِشَ بِٱلَّذِي هُوَ عَدُوّٞ لَّهُمَا قَالَ يَٰمُوسَىٰٓ أَتُرِيدُ أَن تَقۡتُلَنِي كَمَا قَتَلۡتَ نَفۡسَۢا بِٱلۡأَمۡسِۖ إِن تُرِيدُ إِلَّآ أَن تَكُونَ جَبَّارٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَا تُرِيدُ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡمُصۡلِحِينَ
Tatkala Musa -'alaihissalām- hendak mencengkeram orang Qibṭi yang merupakan musuhnya dan musuh Bani Israil itu, orang Qibṭi tersebut mengira bahwa Musa akan memukulnya juga ketika dia mendengar Musa berkata, "Sesungguhnya engkau benar-benar dalam penyimpangan yang nyata", maka dia berkata kepada Musa, “Apakah engkau bermaksud membunuhku sebagaimana engkau telah membunuh orang kemarin, engkau tidaklah bermaksud melainkan menjadi seorang yang sewenang-wenang di bumi ini, membunuh dan menganiaya manusia, dan engkau tidak bermaksud untuk menjadi penengah di antara orang-orang yang sedang bertikai.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَجَآءَ رَجُلٞ مِّنۡ أَقۡصَا ٱلۡمَدِينَةِ يَسۡعَىٰ قَالَ يَٰمُوسَىٰٓ إِنَّ ٱلۡمَلَأَ يَأۡتَمِرُونَ بِكَ لِيَقۡتُلُوكَ فَٱخۡرُجۡ إِنِّي لَكَ مِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ
Ketika berita tersebut tersebar maka datanglah seseorang dari ujung kota dengan tergesa-gesa karena mengkhawatirkan Musa akan ditangkap dan dikejar, dia berkata, “Wahai Musa! Sesungguhnya para pembesar dari kaum Firaun sedang bermusyawarah untuk membunuhmu. Sebab itu, keluarlah dari negeri ini, sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang yang memberimu nasihat karena merasa kasihan kepadamu apabila mereka menangkap dan membunuhmu.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
فَخَرَجَ مِنۡهَا خَآئِفٗا يَتَرَقَّبُۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِي مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Kemudian Musa mengikuti ucapan pemberi nasihat tersebut. Lalu dia keluar dari negeri itu dalam keadaan takut sembari menunggu dengan cemas apa yang akan terjadi kepadanya. Lalu ia berdoa kepada Tuhannya, “Wahai Tuhanku! Selamatkanlah aku dari kaum yang zalim, sehingga mereka tidak mencelakakanku.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• الاعتراف بالذنب من آداب الدعاء.
· Mengakui dosa adalah bagian dari adab berdoa.

• الشكر المحمود هو ما يحمل العبد على طاعة ربه، والبعد عن معصيته.
· Bersyukur yang terpuji adalah yang menjadikan seorang hamba berbuat taat dan menjauhi kemaksiatan terhadap Tuhannya.

• أهمية المبادرة إلى النصح خاصة إذا ترتب عليه إنقاذ مؤمن من الهلاك.
· Pentingnya berinisiatif dalam nasihat, terutama bila berhubungan dengan penyelamatan orang beriman dari kebinasaan.

• وجوب اتخاذ أسباب النجاة، والالتجاء إلى الله بالدعاء.
· Wajib menggunakan sarana keselamatan dan kembali kepada Allah dengan berdoa.

وَلَمَّا تَوَجَّهَ تِلۡقَآءَ مَدۡيَنَ قَالَ عَسَىٰ رَبِّيٓ أَن يَهۡدِيَنِي سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ
 Ketika ia mulai berjalan menuju negeri Madyan, dia berkata,”Semoga Tuhanku menunjukkan kepadaku jalan yang terbaik, sehingga aku tidak tersesat.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَلَمَّا وَرَدَ مَآءَ مَدۡيَنَ وَجَدَ عَلَيۡهِ أُمَّةٗ مِّنَ ٱلنَّاسِ يَسۡقُونَ وَوَجَدَ مِن دُونِهِمُ ٱمۡرَأَتَيۡنِ تَذُودَانِۖ قَالَ مَا خَطۡبُكُمَاۖ قَالَتَا لَا نَسۡقِي حَتَّىٰ يُصۡدِرَ ٱلرِّعَآءُۖ وَأَبُونَا شَيۡخٞ كَبِيرٞ
Tatkala dia sampai di mata air negeri Madyan, tempat penduduknya mengambil air minum, ia bertemu dengan sekelompok orang yang sedang memberi minum hewan ternak mereka. Dia mendapati di antara mereka dua wanita yang menahan kambing-kambing mereka berdua dari air sampai semua orang selesai mengambil air. Musa -'alaihissalām- berkata kepada keduanya, “Kenapa kalian tidak mengambil air bersama orang lain?” Kedua wanita itu berkata, “Kami sudah biasa menunggu agak jauh dan tidak mengambil air hingga semua penggembala pergi karena tidak ingin bercampur baur dengan mereka, sementara ayah kami sudah tua renta, tidak mampu mengambilkan air, sehingga terpaksa kamilah yang mengambil air untuk kambing-kambing kami.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَآ أَنزَلۡتَ إِلَيَّ مِنۡ خَيۡرٖ فَقِيرٞ
Maka, Musa -'alaihissalām- merasa kasihan kepada keduanya dan mengambilkan air untuk kambing mereka, kemudian dia menuju tempat teduh untuk beristirahat dan berdoa kepada Tuhannya dengan mengeluhkan kebutuhannya, “Wahai Tuhanku! Sesungguhnya aku membutuhkan kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
فَجَآءَتۡهُ إِحۡدَىٰهُمَا تَمۡشِي عَلَى ٱسۡتِحۡيَآءٖ قَالَتۡ إِنَّ أَبِي يَدۡعُوكَ لِيَجۡزِيَكَ أَجۡرَ مَا سَقَيۡتَ لَنَاۚ فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيۡهِ ٱلۡقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفۡۖ نَجَوۡتَ مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Ketika kedua wanita itu pulang mereka langsung mengabarkan tentang Musa kepada ayah mereka. Lalu ayah mereka mengutus salah seorang dari putrinya tersebut kepada Musa untuk mengundangnya. Lalu wanita itu berjalan mendatanginya dengan tersipu malu dan berkata, “Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk menemuinya guna membalas kebaikanmu karena telah memberi minum ternak kami.” Ketika Musa mendatangi ayah kedua wanita itu dan menceritakan kepadanya tentang dirinya maka ayah kedua wanita itu berkata kepada Musa untuk menenangkannya, “Jangan takut! Engkau telah selamat dari kaum yang zalim, yaitu Firaun dan bala tentaranya. Sesungguhnya mereka tidak mempunyai kekuasaan atas negeri Madyan, sehingga mereka tidak akan mencelakaimu.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
قَالَتۡ إِحۡدَىٰهُمَا يَٰٓأَبَتِ ٱسۡتَـٔۡجِرۡهُۖ إِنَّ خَيۡرَ مَنِ ٱسۡتَـٔۡجَرۡتَ ٱلۡقَوِيُّ ٱلۡأَمِينُ
Salah satu dari putrinya berkata, “Wahai ayahandaku! Pekerjakan dia untuk menggembalakan kambing kita, dia pantas untuk engkau pekerjakan karena dia menggabungkan antara fisik yang kuat dan sifat amanah. Dengan kekuatannya dia bisa menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya dan dengan sifat amanahnya dia bisa menjaga apa yang diamanahkan kepadanya.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
قَالَ إِنِّيٓ أُرِيدُ أَنۡ أُنكِحَكَ إِحۡدَى ٱبۡنَتَيَّ هَٰتَيۡنِ عَلَىٰٓ أَن تَأۡجُرَنِي ثَمَٰنِيَ حِجَجٖۖ فَإِنۡ أَتۡمَمۡتَ عَشۡرٗا فَمِنۡ عِندِكَۖ وَمَآ أُرِيدُ أَنۡ أَشُقَّ عَلَيۡكَۚ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
Ayah dari kedua wanita itu berkata kepada Musa -'alaihissalām-, “Sesungguhnya aku ingin menikahkan engkau dengan salah satu dari putriku ini dengan syarat maharnya adalah engkau menggembalakan kambing kami selama delapan tahun, jika engkau ingin menyempurnakan sampai sepuluh tahun maka terserah kepadamu, tidak wajib bagimu, karena perjanjiannya hanya selama delapan tahun. Adapun jika lebih dari itu maka itu adalah bentuk kemurahanmu. Aku tidak ingin membebanimu dengan sesuatu yang memberatkanmu. Engkau akan mendapatiku -insya Allah- termasuk orang-orang saleh yang menepati janji dan tidak mengingkarinya.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
قَالَ ذَٰلِكَ بَيۡنِي وَبَيۡنَكَۖ أَيَّمَا ٱلۡأَجَلَيۡنِ قَضَيۡتُ فَلَا عُدۡوَٰنَ عَلَيَّۖ وَٱللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٞ
Musa berkata, “Itulah perjanjian antara diriku dan dirimu yang mengikat kita. Tenggat mana saja yang aku tunaikan; delapan tahun atau sepuluh tahun maka aku telah menunaikan apa yang menjadi kewajibanku, sebab itu janganlah engkau meminta tambahan lagi kepadaku dan Allah menjadi saksi atas apa yang kita sepakati dan Dia senantiasa memantaunya.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• الالتجاء إلى الله طريق النجاة في الدنيا والآخرة.
· Kembali kepada Allah adalah jalan keselamatan di dunia dan di akhirat.

• حياء المرأة المسلمة سبب كرامتها وعلو شأنها.
· Sifat pemalu bagi wanita muslimah merupakan sebab kemuliaan dan ketinggian derajatnya.

• مشاركة المرأة بالرأي، واعتماد رأيها إن كان صوابًا أمر محمود.
· Mengikutsertakan perempuan dalam memberikan pendapat dan mengikuti pendapatnya apabila bagus adalah perkara yang terpuji.

• القوة والأمانة صفتا المسؤول الناجح.
· Kuat dan amanah adalah dua sifat orang bertanggungjawab yang sukses.

• جواز أن يكون المهر منفعة.
· Diperbolehkannya mahar berupa jasa.

۞ فَلَمَّا قَضَىٰ مُوسَى ٱلۡأَجَلَ وَسَارَ بِأَهۡلِهِۦٓ ءَانَسَ مِن جَانِبِ ٱلطُّورِ نَارٗاۖ قَالَ لِأَهۡلِهِ ٱمۡكُثُوٓاْ إِنِّيٓ ءَانَسۡتُ نَارٗا لَّعَلِّيٓ ءَاتِيكُم مِّنۡهَا بِخَبَرٍ أَوۡ جَذۡوَةٖ مِّنَ ٱلنَّارِ لَعَلَّكُمۡ تَصۡطَلُونَ
Tatkala Musa telah menunaikan tenggat waktu maksimal, yaitu sepuluh tahun dan dia berangkat dengan keluarganya dari negeri Madyan menuju Mesir, ia melihat api di lereng gunung Tur. Ia berkata kepada keluarganya, “Tetaplah di sini karena aku melihat api, semoga aku bisa membawa kabar kepadamu dari tempat api itu atau aku membawa untuk kalian suluh api untuk menyalakan api, dengannya kalian bisa menghangatkan diri dari hawa dingin.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
فَلَمَّآ أَتَىٰهَا نُودِيَ مِن شَٰطِيِٕ ٱلۡوَادِ ٱلۡأَيۡمَنِ فِي ٱلۡبُقۡعَةِ ٱلۡمُبَٰرَكَةِ مِنَ ٱلشَّجَرَةِ أَن يَٰمُوسَىٰٓ إِنِّيٓ أَنَا ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Tatkala Musa mendatangi api yang dilihatnya, Tuhannya -Subḥānahu wa Ta'ālā- memanggilnya dari lembah sebelah kanan Musa di tempat yang diberkahi dari sebatang pohon kayu, “Wahai Musa! Inilah Aku, Allah, Tuhan seluruh makhluk.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَأَنۡ أَلۡقِ عَصَاكَۚ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهۡتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنّٞ وَلَّىٰ مُدۡبِرٗا وَلَمۡ يُعَقِّبۡۚ يَٰمُوسَىٰٓ أَقۡبِلۡ وَلَا تَخَفۡۖ إِنَّكَ مِنَ ٱلۡأٓمِنِينَ
Lemparkanlah tongkatmu!” Lalu Musa melemparkan tongkatnya karena patuh pada perintah Tuhannya. Tatkala ia melihatnya bergerak dan menggeliat secara gesit seperti ular, Musa berbalik lari karena takut kepadanya dan tidak kembali dari larinya. Lalu Tuhannya memanggilnya, “Wahai Musa! Menghadaplah dan jangan takut kepadanya! Sesungguhnya engkau termasuk orang yang aman darinya dan dari hal lain yang engkau takuti.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
ٱسۡلُكۡ يَدَكَ فِي جَيۡبِكَ تَخۡرُجۡ بَيۡضَآءَ مِنۡ غَيۡرِ سُوٓءٖ وَٱضۡمُمۡ إِلَيۡكَ جَنَاحَكَ مِنَ ٱلرَّهۡبِۖ فَذَٰنِكَ بُرۡهَٰنَانِ مِن رَّبِّكَ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِۦٓۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَوۡمٗا فَٰسِقِينَ
Masukkanlah tangan kananmu ke dalam lengan bajumu yang dekat leher, niscaya tangan itu akan keluar putih, bukan karena penyakit.” Musa lantas memasukkan tangannya, lalu keluarlah dalam keadaan putih seperti salju. Allah juga berfirman, "Dekaplah tanganmu ke dadamu untuk menenangkan rasa ketakutanmu.” Musa pun mendekapkan tangan ke dadanya, lalu hilanglah rasa takut darinya. Allah berfirman, "Kedua hal ini, yaitu tongkat dan tangan adalah dua mukjizat yang dikirimkan dari Tuhanmu untuk menghadapi Firaun dan para pembesar kaumnya. Sungguh mereka adalah kaum yang menyimpang dari ketaatan kepada Allah dengan kekufuran dan perbuatan maksiat.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
قَالَ رَبِّ إِنِّي قَتَلۡتُ مِنۡهُمۡ نَفۡسٗا فَأَخَافُ أَن يَقۡتُلُونِ
Musa berkata untuk mengadu kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku telah membunuh nyawa seorang dari golongan mereka, sebab itu aku takut mereka akan membunuhku disebabkan hal itu jika aku mendatangi mereka untuk menyampaikan risalah ajaran yang dengannya Engkau utus diriku kepada mereka.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَأَخِي هَٰرُونُ هُوَ أَفۡصَحُ مِنِّي لِسَانٗا فَأَرۡسِلۡهُ مَعِيَ رِدۡءٗا يُصَدِّقُنِيٓۖ إِنِّيٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ
Adapun saudaraku, Harun maka dia lebih fasih dari diriku dalam berbicara. Sebab itu, utuslah dia bersamaku untuk membantuku apabila Firaun dan kaumnya mendustakanku. Sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku sebagaimana kebiasaan umat-umat terdahulu terhadap para rasul mereka.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
قَالَ سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِأَخِيكَ وَنَجۡعَلُ لَكُمَا سُلۡطَٰنٗا فَلَا يَصِلُونَ إِلَيۡكُمَا بِـَٔايَٰتِنَآۚ أَنتُمَا وَمَنِ ٱتَّبَعَكُمَا ٱلۡغَٰلِبُونَ
Allah berfirman sebagai jawaban atas doa Musa, “Kami akan menguatkanmu -wahai Musa- dengan mengutus saudaramu bersamamu sebagai rasul yang akan membantumu dan Kami akan berikan hujah dan dukungan bagi kalian berdua atas musuh-musuh kalian, sehingga mereka tidak akan mampu menimpakan keburukan yang kalian benci. Dengan beberapa mukjizat yang Kami berikan kepada kalian berdua, kalian berdua dan orang-orang yang mengikuti kalian dari kalangan orang-orang yang beriman akan menang.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• الوفاء بالعقود شأن المؤمنين.
· Menepati janji adalah sifat orang-orang yang beriman.

• تكليم الله لموسى عليه السلام ثابت على الحقيقة.
· Pembicaraan Allah dengan Musa -'alaihissalām- benar-benar terjadi.

• حاجة الداعي إلى الله إلى من يؤازره.
· Dai yang menyeru ke jalan Allah membutuhkan pihak yang menopangnya.

• أهمية الفصاحة بالنسبة للدعاة.
· Pentingnya kemampuan berbicara fasih bagi para dai.

فَلَمَّا جَآءَهُم مُّوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَا بَيِّنَٰتٖ قَالُواْ مَا هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ مُّفۡتَرٗى وَمَا سَمِعۡنَا بِهَٰذَا فِيٓ ءَابَآئِنَا ٱلۡأَوَّلِينَ
Tatkala Musa -'alaihissalām- mendatangi mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami yang jelas, mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah kedustaan yang dibuat-buat oleh Musa, kami tidak pernah mendengar hal ini dari nenek moyang kami yang terdahulu.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَقَالَ مُوسَىٰ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَن جَآءَ بِٱلۡهُدَىٰ مِنۡ عِندِهِۦ وَمَن تَكُونُ لَهُۥ عَٰقِبَةُ ٱلدَّارِۚ إِنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ
Musa lalu berkata kepada Firaun, “Tuhanku mengetahui orang yang benar yang membawa petunjuk dari sisi-Nya dan mengetahui siapa yang akan mendapatkan balasan yang baik di akhirat kelak. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung untuk mendapatkan keinginannya dan tidak akan selamat dari apa yang mereka takuti.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَقَالَ فِرۡعَوۡنُ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَأُ مَا عَلِمۡتُ لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرِي فَأَوۡقِدۡ لِي يَٰهَٰمَٰنُ عَلَى ٱلطِّينِ فَٱجۡعَل لِّي صَرۡحٗا لَّعَلِّيٓ أَطَّلِعُ إِلَىٰٓ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّي لَأَظُنُّهُۥ مِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ
Lalu Firaun berkata menyeru para pembesar dari kaumnya, “Wahai pembesar kaumku! Aku tidak tahu ada tuhan bagi kalian selain diriku. Oleh sebab itu, wahai Hāmān! Bakarlah tanah liat bagiku hingga mengeras, lalu buatkan untukku bangunan yang tinggi dengan harapan aku bisa melihat Tuhan Musa dan berhadapan dengannya. Sesungguhnya aku yakin bahwa Musa seorang pendusta atas pengakuannya sebagai utusan dari Allah kepadaku dan kepada kaumku.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَٱسۡتَكۡبَرَ هُوَ وَجُنُودُهُۥ فِي ٱلۡأَرۡضِ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ وَظَنُّوٓاْ أَنَّهُمۡ إِلَيۡنَا لَا يُرۡجَعُونَ
Firaun dan bala tentaranya semakin bertambah sombong dan berkuasa secara diktator di negeri Mesir tanpa alasan yang hak, serta mengingkari adanya kebangkitan. Mereka mengira bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami pada hari Kiamat untuk perhitungan amal dan pembalasan.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
فَأَخَذۡنَٰهُ وَجُنُودَهُۥ فَنَبَذۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡيَمِّۖ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلظَّٰلِمِينَ
Kami lalu menghukum Firaun dan bala tentaranya dengan melemparkan mereka untuk tenggelam ke dalam lautan, sehingga semua mereka binasa. Sebab itu, perhatikanlah -wahai Rasul- bagaimana tempat kembali dan akhir dari kehidupan orang-orang yang zalim. Tempat tujuan dan akhir mereka adalah kebinasaan.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَجَعَلۡنَٰهُمۡ أَئِمَّةٗ يَدۡعُونَ إِلَى ٱلنَّارِۖ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ لَا يُنصَرُونَ
Kami jadikan mereka sebagai teladan bagi orang-orang yang melampaui batas dan orang-orang sesat yang mengajak kepada neraka karena mereka menyebarkan kekufuran dan kesesatan. Pada hari Kiamat nanti mereka tidak akan mendapat pertolongan dengan tidak diselamatkan dari siksa, justru siksa mereka dilipatgandakan karena mereka telah membuat sunah yang buruk dan mengajak kepada kesesatan. Dituliskan bagi mereka dosa amal perbuatan mereka dan dosa perbuatan orang-orang yang mengikuti mereka.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَأَتۡبَعۡنَٰهُمۡ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا لَعۡنَةٗۖ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ هُم مِّنَ ٱلۡمَقۡبُوحِينَ
Bahkan, Kami tambahkan atas siksa mereka di dunia ini berupa kehinaan dan pengusiran dari rahmat. Adapun pada hari Kiamat nanti maka mereka adalah orang-orang yang dicela dan dijauhkan dari rahmat Allah.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ مِنۢ بَعۡدِ مَآ أَهۡلَكۡنَا ٱلۡقُرُونَ ٱلۡأُولَىٰ بَصَآئِرَ لِلنَّاسِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٗ لَّعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ
Kami telah memberi Musa Kitab Taurat setelah Kami mengutus para rasul Kami kepada umat-umat terdahulu. Mereka dahulu mendustakan para rasul Kami, sehingga Kami binasakan mereka dikarenakan kedustaan mereka terhadap para rasul. Di dalam Kitab Taurat itu terdapat ajaran yang menjadikan manusia mengerti apa yang bermanfaat bagi mereka, agar mereka mengerjakannya dan terdapat penyebutan hal yang memberi mudarat bagi mereka, agar mereka bisa menghindarinya. Di dalamnya juga terdapat petunjuk untuk mereka kepada kebaikan sebagai rahmat karena di dalamnya terdapat kebaikan dunia dan kebaikan akhirat, agar mereka mengingat nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka sehingga mereka bersyukur kepada-Nya dan beriman kepada-Nya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• رَدُّ الحق بالشبه الواهية شأن أهل الطغيان.
· Membalas kebenaran dengan syubhat yang meragukan adalah tabiat orang-orang yang melampaui batas.

• التكبر مانع من اتباع الحق.
· Sikap takabur adalah penghalang dari mengikuti kebenaran.

• سوء نهاية المتكبرين من سنن رب العالمين.
· Akhir kehidupan buruk bagi orang-orang yang sombong merupakan kepastian dari Tuhan semesta alam.

• للباطل أئمته ودعاته وصوره ومظاهره.
· Kebatilan mempunyai pentolan-pentolan dan para penyeru, serta mempunyai berbagai bentuk dan fenomena.

وَمَا كُنتَ بِجَانِبِ ٱلۡغَرۡبِيِّ إِذۡ قَضَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَى ٱلۡأَمۡرَ وَمَا كُنتَ مِنَ ٱلشَّٰهِدِينَ
Tidaklah engkau -wahai Rasul- hadir di samping lereng gunung sebelah barat dari Musa -'alaihissalām- tatkala Kami menyampaikan perintah kepada Musa dengan mengutusnya kepada Firaun dan para pembesarnya dan engkau tidak termasuk orang-orang yang hadir hingga engkau mengerti kabar tentang hal itu lalu engkau mengisahkannya kepada manusia. Jadi, apa yang engkau ceritakan kepada mereka adalah wahyu dari Allah kepadamu.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَلَٰكِنَّآ أَنشَأۡنَا قُرُونٗا فَتَطَاوَلَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡعُمُرُۚ وَمَا كُنتَ ثَاوِيٗا فِيٓ أَهۡلِ مَدۡيَنَ تَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِنَا وَلَٰكِنَّا كُنَّا مُرۡسِلِينَ
Akan tetapi, Kami telah memunculkan beberapa umat dan generasi setelah Musa hingga berlalu masa yang panjang sehingga mereka lupa terhadap perjanjian dengan Allah. Engkau tidak pernah tinggal di negeri Madyan untuk membacakan ayat-ayat Kami kepada penduduknya, akan tetapi Kami mengutusmu dari sisi Kami dan Kami wahyukan kepadamu tentang berita Musa dan menetapnya dia di Madyan, lalu engkau menceritakan kepada manusia apa yang telah Allah wahyukan kepadamu tentang hal itu.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَمَا كُنتَ بِجَانِبِ ٱلطُّورِ إِذۡ نَادَيۡنَا وَلَٰكِن رَّحۡمَةٗ مِّن رَّبِّكَ لِتُنذِرَ قَوۡمٗا مَّآ أَتَىٰهُم مِّن نَّذِيرٖ مِّن قَبۡلِكَ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ
Engkau juga tidaklah berada di samping lereng gunung Tur tatkala Kami menyeru Musa dan mewahyukan kepadanya apa yang Kami wahyukan hingga engkau bisa menceritakan tentang hal itu, akan tetapi Kami mengutusmu sebagai rahmat dari Tuhanmu atas seluruh manusia. Lalu Kami wahyukan kepadamu cerita tentang hal itu agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang belum pernah datang kepada mereka sebelummu seorang rasul pun yang mengingatkan mereka, agar mereka mengambil pelajaran dan beriman terhadap ajaran yang engkau bawa kepada mereka dari sisi Allah -Subḥānahu-.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَلَوۡلَآ أَن تُصِيبَهُم مُّصِيبَةُۢ بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيهِمۡ فَيَقُولُواْ رَبَّنَا لَوۡلَآ أَرۡسَلۡتَ إِلَيۡنَا رَسُولٗا فَنَتَّبِعَ ءَايَٰتِكَ وَنَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
Kalaulah mereka tidak ditimpa azab Allah lantaran kekufuran dan kemaksiatan yang mereka kerjakan lalu berdalih dengan tidak adanya rasul yang diutus kepada mereka sembari menyatakan, “Kenapa Engkau tidak mengutus kepada kami seorang rasul sehingga kami mengikuti ayat-ayat-Mu dan menjalankannya, serta kami menjadi orang-orang beriman yang menjalankan perintah-perintah Tuhan mereka?”, kalau bukan karena hal ini, niscaya Kami segerakan azab atas mereka, akan tetapi Kami menunda azab tersebut dari mereka hingga kami memutus alasan mereka dengan mengirim seorang rasul kepada mereka.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
فَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلۡحَقُّ مِنۡ عِندِنَا قَالُواْ لَوۡلَآ أُوتِيَ مِثۡلَ مَآ أُوتِيَ مُوسَىٰٓۚ أَوَلَمۡ يَكۡفُرُواْ بِمَآ أُوتِيَ مُوسَىٰ مِن قَبۡلُۖ قَالُواْ سِحۡرَانِ تَظَٰهَرَا وَقَالُوٓاْ إِنَّا بِكُلّٖ كَٰفِرُونَ
Namun, tatkala Muhammad datang kepada kaum Quraisy itu dengan membawa risalah agama dari Tuhannya, mereka pun bertanya kepada kaum Yahudi tentangnya, lalu kaum Yahudi mengajarkan pada mereka suatu dalih dengan ucapan, “Kenapa Muhammad tidak diberi mukjizat seperti mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada Musa yang menunjukkan bahwa dia adalah utusan dari Tuhannya, seperti tangan dan tongkat.” Katakanlah -wahai Rasul- sebagai jawaban kepada mereka, “Bukankah Yahudi telah mengingkari apa yang diberikan kepada Musa sebelumnya dan mereka berkata sebagaimana disebutkan dalam Taurat dan Al-Qur`ān, 'Keduanya adalah sihir yang saling menguatkan' dan berkata, 'Sesungguhnya kami ingkar terhadap Taurat maupun Al-Qur`ān'?!"
تەفسیرە عەرەبیەکان:
قُلۡ فَأۡتُواْ بِكِتَٰبٖ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ هُوَ أَهۡدَىٰ مِنۡهُمَآ أَتَّبِعۡهُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ
Katakanlah -wahai Rasul- kepada mereka, “Datangkan suatu kitab yang diturunkan dari sisi Allah yang lebih bisa memberi petunjuk daripada Taurat dan Al-Qur`ān. Jika kalian mampu mendatangkannya, niscaya aku akan mengikutinya, jika kalian memang benar dalam apa yang kalian tuduhkan bahwa Taurat dan Al-Qur`ān adalah sihir.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
فَإِن لَّمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَكَ فَٱعۡلَمۡ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهۡوَآءَهُمۡۚ وَمَنۡ أَضَلُّ مِمَّنِ ٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ بِغَيۡرِ هُدٗى مِّنَ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Jika kaum Quraisy tidak mampu menjawab tantanganmu untuk mendatangkan suatu kitab yang lebih ampuh memberi petunjuk dibandingkan Taurat dan Al-Qur`ān maka yakinlah bahwa pendustaan mereka terhadap Taurat dan Al-Qur`ān tidak berdasarkan dalil, akan tetapi didasari oleh hawa nafsu. Tidak ada seorang pun yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa petunjuk dari Allah -Subḥānahu-. Sesungguhnya Allah tidak memberikan hidayah dan petunjuk kepada kaum yang zalim terhadap diri mereka sendiri dengan pengingkaran mereka terhadap Allah.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• نفي علم الغيب عن رسول الله صلى الله عليه وسلم إلَّا ما أطلعه الله عليه.
· Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tidak mengetahui ilmu gaib kecuali sebatas apa yang diberitahukan oleh Allah kepadanya.

• اندراس العلم بتطاول الزمن.
· Kepunahan ilmu karena berlalunya masa yang panjang.

• تحدّي الكفار بالإتيان بما هو أهدى من وحي الله إلى رسله.
· Tantangan kepada orang-orang kafir untuk mendatangkan kitab yang lebih bisa memberi petunjuk dibanding wahyu Allah yang disampaikan kepada Rasul-Nya.

• ضلال الكفار بسبب اتباع الهوى، لا بسبب اتباع الدليل.
· Kesesatan orang-orang kafir disebabkan karena mereka mengikuti hawa nafsu, bukan kerena mengikuti dalil.

۞ وَلَقَدۡ وَصَّلۡنَا لَهُمُ ٱلۡقَوۡلَ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ
 Kami telah menyampaikan kepada orang-orang musyrik dan orang-orang Yahudi dari Bani Israil tentang kisah umat-umat terdahulu dan azab yang Kami timpakan kepada mereka tatkala mereka mendustakan para rasul Kami dengan harapan mereka bisa mengambil pelajaran dari hal itu, lalu mereka beriman sehingga tidak ditimpa apa yang telah menimpa umat-umat terdahulu.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلِهِۦ هُم بِهِۦ يُؤۡمِنُونَ
Orang-orang yang teguh beriman kepada Taurat sebelum diturunkannya Al-Qur`ān, mereka beriman kepada Al-Qur`ān berdasarkan kabar dan kriteria yang mereka dapati di dalam kitab-kitab mereka.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَإِذَا يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِهِۦٓ إِنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّنَآ إِنَّا كُنَّا مِن قَبۡلِهِۦ مُسۡلِمِينَ
Ketika dibacakan kepada mereka maka mereka berkata, “Kami beriman kepadanya karena Al-Qur`ān itu adalah benar, tidak ada keraguan padanya bahwa ia diturunkan dari Tuhan kami. Sesungguhnya sebelum kedatangan Al-Qur`ān ini kami telah menjadi muslim karena beriman kepada risalah agama yang dibawa oleh para rasul sebelumnya."
تەفسیرە عەرەبیەکان:
أُوْلَٰٓئِكَ يُؤۡتَوۡنَ أَجۡرَهُم مَّرَّتَيۡنِ بِمَا صَبَرُواْ وَيَدۡرَءُونَ بِٱلۡحَسَنَةِ ٱلسَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ
Orang-orang yang disebutkan dengan kriteria tersebut, Allah memberi pahala amal perbuatan mereka dua kali lipat karena kesabaran mereka dalam beriman kepada kitab mereka dan kepada Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tatkala beliau diutus sebagai rasul dan mereka menebus dosa-dosa yang pernah mereka kerjakan dengan kebaikan dari amal perbuatan mereka yang saleh serta mereka menafkahkan di jalan kebaikan apa yang Kami rezekikan kepada mereka.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَإِذَا سَمِعُواْ ٱللَّغۡوَ أَعۡرَضُواْ عَنۡهُ وَقَالُواْ لَنَآ أَعۡمَٰلُنَا وَلَكُمۡ أَعۡمَٰلُكُمۡ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡ لَا نَبۡتَغِي ٱلۡجَٰهِلِينَ
Jika orang-orang yang beriman dari kalangan Ahli Kitab itu mendengar ucapan yang batil, mereka berpaling darinya dan tidak menghiraukannya serta berkata kepada orang-orang yang mengucapkannya, “Bagi kami pahala amalan kami dan bagi kalian pahala amalan kalian. Kalian selamat dari celaan dan gangguan kami, lalu kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang bodoh karena akan menyebabkan bahaya dan gangguan terhadap agama dan dunia kami.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
إِنَّكَ لَا تَهۡدِي مَنۡ أَحۡبَبۡتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهۡدِي مَن يَشَآءُۚ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ
Sesungguhnya engkau -wahai Rasul- tidak mampu memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai semisal Abu Ṭālib dan selainnya agar mendapat keimanan, akan tetapi Allah sajalah yang memberikan petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya dan Dia Mahatahu siapa yang di dalam ilmu-Nya termasuk orang-orang yang mendapatkan hidayah kepada jalan yang lurus.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَقَالُوٓاْ إِن نَّتَّبِعِ ٱلۡهُدَىٰ مَعَكَ نُتَخَطَّفۡ مِنۡ أَرۡضِنَآۚ أَوَلَمۡ نُمَكِّن لَّهُمۡ حَرَمًا ءَامِنٗا يُجۡبَىٰٓ إِلَيۡهِ ثَمَرَٰتُ كُلِّ شَيۡءٖ رِّزۡقٗا مِّن لَّدُنَّا وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ
Orang-orang musyrik dari penduduk Makkah berkata sebagai alasan tidak mengikuti Islam dan tidak beriman kepadanya, “Jika kami mengikuti Islam yang engkau bawa, niscaya musuh-musuh kami akan mengusir kami dari negeri kami dengan segera.” Bukankah Kami telah meneguhkan bagi orang-orang musyrik itu Tanah Haram yang di dalamnya diharamkan pertumpahan darah dan kezaliman, mereka aman di dalamnya dari serbuan orang lain terhadap mereka, didatangkan kepada mereka segala macam buah-buahan sebagai rezeki dari sisi Kami yang Kami berikan kepada mereka?! Akan tetapi, kebanyakan dari mereka tidak mengetahui apa yang telah Allah rezekikan kepada mereka lalu mereka bersyukur kepada Allah atasnya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَكَمۡ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةِۭ بَطِرَتۡ مَعِيشَتَهَاۖ فَتِلۡكَ مَسَٰكِنُهُمۡ لَمۡ تُسۡكَن مِّنۢ بَعۡدِهِمۡ إِلَّا قَلِيلٗاۖ وَكُنَّا نَحۡنُ ٱلۡوَٰرِثِينَ
Betapa banyak negeri yang mengingkari nikmat Allah kepada mereka, lalu mereka tenggelam dalam dosa dan kemaksiatan, sehingga Kami kirimkan kepada mereka siksa yang membinasakan. Tempat kediaman mereka yang punah itu dilalui oleh manusia, tidak didiami sepeninggal para pemiliknya kecuali sedikit saja dari orang-orang yang melewatinya dan Kamilah ahli waris yang mewarisi langit, bumi, dan semua yang ada pada keduanya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهۡلِكَ ٱلۡقُرَىٰ حَتَّىٰ يَبۡعَثَ فِيٓ أُمِّهَا رَسُولٗا يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِنَاۚ وَمَا كُنَّا مُهۡلِكِي ٱلۡقُرَىٰٓ إِلَّا وَأَهۡلُهَا ظَٰلِمُونَ
Tidaklah Tuhanmu -wahai Rasul- menghancurkan suatu negeri hingga memutus alasan penduduknya dengan mengirimkan seorang rasul di ibukota negeri itu sebagaimana Kami mengutusmu di induk seluruh negeri, yaitu Makkah. Kami juga tidaklah menghancurkan penduduk suatu negeri sementara mereka istikamah dalam kebenaran, akan tetapi Kami menghancurkan mereka jika mereka berbuat kezaliman dengan melakukan kekafiran dan perbuatan maksiat.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• فضل من آمن من أهل الكتاب بالنبي محمد صلى الله عليه وسلم، وأن له أجرين.
· Keutamaan Ahli Kitab yang beriman kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan bahwasanya baginya dua pahala.

• هداية التوفيق بيد الله لا بيد غيره من الرسل وغيرهم.
· Hidayah taufik di tangan Allah, bukan di tangan selain-Nya dari kalangan para pasul dan selain mereka.

• اتباع الحق وسيلة للأمن لا مَبْعث على الخوف كما يدعي المشركون.
· Mengikuti kebenaran merupakan sumber rasa aman, bukan penyebab rasa takut sebagaimana diyakini oleh orang-orang musyrik.

• خطر الترف على الفرد والمجتمع.
· Bahayanya hidup mewah bagi pribadi dan masyarakat.

• من رحمة الله أنه لا يهلك الناس إلا بعد الإعذار إليهم بإرسال الرسل.
· Di antara rahmat Allah adalah bahwasanya Dia tidak membinasakan manusia kecuali setelah memutus alasan mereka dengan mengirimkan para rasul kepada mereka.

وَمَآ أُوتِيتُم مِّن شَيۡءٖ فَمَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَزِينَتُهَاۚ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيۡرٞ وَأَبۡقَىٰٓۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ
Apa yang diberikan oleh Tuhan kalian itu adalah sesuatu yang kalian nikmati dan kalian gunakan untuk berhias dalam kehidupan dunia ini, kemudian setelah itu akan habis, sedang apa yang ada di sisi Allah berupa pahala yang agung di akhirat itu lebih baik dan lebih kekal daripada kenikmatan dunia dan perhiasannya. Apakah kalian tidak memahami hal tersebut sehingga kalian mengutamakan sesuatu yang kekal atas sesuatu yang fana?!
تەفسیرە عەرەبیەکان:
أَفَمَن وَعَدۡنَٰهُ وَعۡدًا حَسَنٗا فَهُوَ لَٰقِيهِ كَمَن مَّتَّعۡنَٰهُ مَتَٰعَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ثُمَّ هُوَ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ مِنَ ٱلۡمُحۡضَرِينَ
Samakah antara orang yang Kami janjikan baginya surga di akhirat dan segala kenikmatan yang kekal di dalamnya yang pasti ia raih dengan orang yang Kami berikan kenikmatan padanya berupa harta dan perhiasan di kehidupan dunia, kemudian pada hari Kiamat ia termasuk orang yang dimasukkan ke dalam neraka Jahanam?
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَيَوۡمَ يُنَادِيهِمۡ فَيَقُولُ أَيۡنَ شُرَكَآءِيَ ٱلَّذِينَ كُنتُمۡ تَزۡعُمُونَ
Pada hari ketika Tuhan mereka -Subḥānahu wa Ta'ālā- menyeru mereka, “Di mana sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kalian sembah selain Aku dan kalian yakini mereka adalah sekutu-sekutu bagi-Ku?”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
قَالَ ٱلَّذِينَ حَقَّ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقَوۡلُ رَبَّنَا هَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَغۡوَيۡنَآ أَغۡوَيۡنَٰهُمۡ كَمَا غَوَيۡنَاۖ تَبَرَّأۡنَآ إِلَيۡكَۖ مَا كَانُوٓاْ إِيَّانَا يَعۡبُدُونَ
Berkatalah orang-orang yang pasti mendapatkan siksa dari kalangan penyeru pada kekafiran, ”Wahai Tuhan kami! Mereka yang telah kami sesatkan sebagaimana kami sendiri telah tersesat, kami berlepas diri dari mereka kepada-Mu, mereka tidaklah menyembah kami, akan tetapi mereka hanyalah menyembah setan-setan.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَقِيلَ ٱدۡعُواْ شُرَكَآءَكُمۡ فَدَعَوۡهُمۡ فَلَمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَهُمۡ وَرَأَوُاْ ٱلۡعَذَابَۚ لَوۡ أَنَّهُمۡ كَانُواْ يَهۡتَدُونَ
Lantas dikatakan kepada mereka, “Serulah sekutu-sekutu kalian agar menyelamatkan kalian dari kehinaan yang kalian alami.” Mereka pun menyeru sekutu-sekutu mereka dan para sekutu tersebut tidak menjawab seruan mereka. Bahkan, mereka malah menyaksikan azab yang disiapkan untuk mereka sembari menyesal sekiranya mereka dahulu termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk pada kebenaran.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَيَوۡمَ يُنَادِيهِمۡ فَيَقُولُ مَاذَآ أَجَبۡتُمُ ٱلۡمُرۡسَلِينَ
Pada hari ketika Tuhan mereka menyeru mereka, “Apa jawaban kalian kepada para rasul-Ku yang telah Aku utus kepada kalian?”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
فَعَمِيَتۡ عَلَيۡهِمُ ٱلۡأَنۢبَآءُ يَوۡمَئِذٖ فَهُمۡ لَا يَتَسَآءَلُونَ
Namun, apa yang mereka dahulu jadikan sebagai alasan menjadi tidak jelas, mereka tidak ingat sama sekali, dan mereka tidak saling bertanya kepada sebagian yang lain dikarenakan rasa terkejut yang dahsyat menimpa mereka karena mereka yakin bahwa mereka sedang menuju siksa.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
فَأَمَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا فَعَسَىٰٓ أَن يَكُونَ مِنَ ٱلۡمُفۡلِحِينَ
Adapun orang musyrik yang bertobat dari kekufurannya, beriman kepada Allah dan para rasul-Nya, dan melakukan amal saleh maka semoga ia menjadi bagian dari orang-orang beruntung yang mendapatkan balasan yang mereka inginkan dan selamat dari ancaman yang mereka takuti.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَرَبُّكَ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُ وَيَخۡتَارُۗ مَا كَانَ لَهُمُ ٱلۡخِيَرَةُۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ
Tuhanmu -wahai Rasul- menciptakan apa yang Dia kehendaki untuk diciptakan dan memilih siapa yang Dia kehendaki untuk menaati-Nya dan juga memilih para nabi-Nya, sementara orang-orang musyrik tidak mempunyai pilihan agar mereka melakukan penentangan kepada Allah. Allah Mahabersih dan Mahasuci dari sekutu-sekutu yang mereka sembah bersama-Nya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَرَبُّكَ يَعۡلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمۡ وَمَا يُعۡلِنُونَ
Tuhanmu juga mengetahui apa yang disembunyikan oleh hati mereka dan apa yang diungkapkannya, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya, dan Dia akan memberi balasan atas hal itu.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَهُوَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ لَهُ ٱلۡحَمۡدُ فِي ٱلۡأُولَىٰ وَٱلۡأٓخِرَةِۖ وَلَهُ ٱلۡحُكۡمُ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ
Dialah Allah Yang Mahasuci, tiada sesembahan yang berhak disembah selain-Nya, hanya bagi-Nya semata segala pujian di dunia dan hanya bagi-Nya segala pujian di akhirat. Dia mempunyai takdir yang pasti terlaksana, tidak ada yang mampu menolaknya, serta hanya kepada-Nyalah kalian dikembalikan pada hari Kiamat untuk perhitungan amal perbuatan dan pembalasan.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• العاقل من يؤثر الباقي على الفاني.
· Orang yang berakal adalah orang yang mendahulukan yang kekal daripada yang fana.

• التوبة تَجُبُّ ما قبلها.
· Tobat itu menghapus dosa-dosa yang ada sebelumnya.

• الاختيار لله لا لعباده، فليس لعباده أن يعترضوا عليه.
· Pilihan itu hanya milik Allah, bukan milik para hamba-Nya karena para hamba tidak mampu menentang Allah.

• إحاطة علم الله بما ظهر وما خفي من أعمال عباده.
· Cakupan ilmu Allah meliputi amalan hamba-Nya yang tampak maupun yang tidak tampak.

قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِن جَعَلَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمُ ٱلَّيۡلَ سَرۡمَدًا إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ مَنۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَأۡتِيكُم بِضِيَآءٍۚ أَفَلَا تَسۡمَعُونَ
 Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang musyrik itu, “Kabarkan kepadaku, jika Allah menjadikan untuk kalian malam terus-menerus tanpa terputus hingga hari Kiamat maka adakah sesembahan selain Allah yang mendatangkan cahaya seperti cahaya siang?! Tidakkah kalian mendengar hujah ini dan tidakkah kalian mengerti bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang mendatangkan hal itu kepada kalian?!”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِن جَعَلَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمُ ٱلنَّهَارَ سَرۡمَدًا إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ مَنۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَأۡتِيكُم بِلَيۡلٖ تَسۡكُنُونَ فِيهِۚ أَفَلَا تُبۡصِرُونَ
Katakanlah -wahai Rasul- kepada mereka, “Kabarkan kepadaku, jika Allah menjadikan siang untuk kalian terus-menerus hingga hari Kiamat maka siapa sesembahan selain Allah yang bisa mendatangkan malam untuk istirahat kalian agar kalian bisa berhenti dari penatnya kerja di siang hari?! Tidakkah kalian melihat tanda-tanda ini dan kalian mengerti bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah yang mendatangkan semua itu untuk kalian?!”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَمِن رَّحۡمَتِهِۦ جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ لِتَسۡكُنُواْ فِيهِ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ
Di antara kasih sayang-Nya ialah Dia menjadikan untuk kalian -wahai manusia- malam yang gelap untuk beristirahat setelah kalian merasa letih karena kerja di siang hari dan menjadikan siang yang terang agar kalian bisa berusaha untuk mencari rezeki pada waktu itu dan agar kalian mensyukuri nikmat Allah atas kalian dan tidak mengufurinya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَيَوۡمَ يُنَادِيهِمۡ فَيَقُولُ أَيۡنَ شُرَكَآءِيَ ٱلَّذِينَ كُنتُمۡ تَزۡعُمُونَ
Pada hari Tuhan mereka memanggil mereka dengan berfirman, “Di manakah sekutu-sekutu yang kalian sembah di samping menyembah-Ku dan kalian mengklaimnya sebagai sekutu-sekutu bagi-Ku?"
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَنَزَعۡنَا مِن كُلِّ أُمَّةٖ شَهِيدٗا فَقُلۡنَا هَاتُواْ بُرۡهَٰنَكُمۡ فَعَلِمُوٓاْ أَنَّ ٱلۡحَقَّ لِلَّهِ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ
Lalu Kami hadirkan untuk setiap umat itu nabi mereka yang menjadi saksi atas mereka tentang kekufuran dan pendustaan yang telah mereka lakukan, lalu Kami katakan kepada para pendusta dari umat-umat itu, “Berikan hujah-hujah dan dalil-dalil kalian atas kekufuran dan pendustaan yang kalian lakukan.” Lantas terputuslah hujah-hujah mereka dan mereka meyakini bahwa kebenaran yang tidak ada keraguan padanya hanya milik Allah dan lenyaplah dari mereka sekutu-sekutu bagi Allah -Subḥānahu- yang dahulu mereka ada-adakan.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
۞ إِنَّ قَٰرُونَ كَانَ مِن قَوۡمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيۡهِمۡۖ وَءَاتَيۡنَٰهُ مِنَ ٱلۡكُنُوزِ مَآ إِنَّ مَفَاتِحَهُۥ لَتَنُوٓأُ بِٱلۡعُصۡبَةِ أُوْلِي ٱلۡقُوَّةِ إِذۡ قَالَ لَهُۥ قَوۡمُهُۥ لَا تَفۡرَحۡۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡفَرِحِينَ
Sesungguhnya Karun itu dari kaum Musa -'alaihissalām-, lalu ia berlaku sombong terhadap mereka. Kami telah memberinya perbendaharaan harta yang kunci-kunci lemari tempat menyimpan hartanya terasa berat bagi sekumpulan orang-orang kuat untuk memikulnya. Suatu saat kaumnya berkata kepadanya, “Janganlah kamu bergembira dengan berlebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang bergembira dengan sombong, justru Allah memurkainya dan menyiksanya karena hal itu.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ
Mohonlah kepada Allah pahala di kehidupan akhirat terkait harta yang telah diberikan Allah kepadamu, yaitu dengan cara menginfakkannya pada jalan-jalan kebaikan dan janganlah kamu lupa bagianmu dari makan, minum, pakaian, dan kenikmatan-kenikmatan lainnya, tanpa berlebih-lebihan dan tidak sombong. Perbaikilah hubungan dengan Tuhanmu dan dengan hamba-hamba-Nya sebagaimana Tuhanmu Yang Mahasuci berbuat baik kepadamu. Namun, janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan dan meninggalkan ketaatan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi dengan perbuatan tersebut, justru Dia memurkai mereka."
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• تعاقب الليل والنهار نعمة من نعم الله يجب شكرها له.
· Pergantian siang dan malam merupakan sebagian dari nikmat Allah yang wajib disyukuri.

• الطغيان كما يكون بالرئاسة والملك يكون بالمال.
· Sikap melampaui batas sebagaimana bisa terjadi karena kepemimpinan dan kekuasaan, bisa juga terjadi karena harta.

• الفرح بَطَرًا معصية يمقتها الله.
· Kegembiraan yang disertai kesombongan adalah kemaksiatan yang dimurkai Allah.

• ضرورة النصح لمن يُخاف عليه من الفتنة.
· Pentingnya nasihat bagi orang yang dikhawatirkan terjerumus ke dalam fitnah.

• بغض الله للمفسدين في الأرض.
· Kemurkaan Allah terhadap orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi.

قَالَ إِنَّمَآ أُوتِيتُهُۥ عَلَىٰ عِلۡمٍ عِندِيٓۚ أَوَلَمۡ يَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ قَدۡ أَهۡلَكَ مِن قَبۡلِهِۦ مِنَ ٱلۡقُرُونِ مَنۡ هُوَ أَشَدُّ مِنۡهُ قُوَّةٗ وَأَكۡثَرُ جَمۡعٗاۚ وَلَا يُسۡـَٔلُ عَن ذُنُوبِهِمُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ
Karun berkata, “Sesungguhnya aku mendapatkan harta ini karena pengetahuan dan kekuasaan yang aku miliki, karena itu aku berhak atas harta ini dengan alasan tersebut.” Tidakkah Karun mengetahui bahwa Allah telah menghancurkan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat dan lebih banyak mengumpulkan harta?! Tidaklah berguna bagi mereka kekuatan mereka dan harta-harta mereka. Pada hari Kiamat orang-orang yang berbuat jahat tidak ditanya tentang dosa-dosa mereka karena Allah sudah mengetahuinya. Adapun pertanyaan yang ditujukan kepada mereka adalah pertanyaan yang menunjukkan kehinaan dan celaan.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوۡمِهِۦ فِي زِينَتِهِۦۖ قَالَ ٱلَّذِينَ يُرِيدُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا يَٰلَيۡتَ لَنَا مِثۡلَ مَآ أُوتِيَ قَٰرُونُ إِنَّهُۥ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٖ
Lalu Karun keluar sambil mengenakan kemegahannya dengan menampakkan kesombongannya. Teman-teman Karun yang menginginkan perhiasan kehidupan dunia berkata, “Alangkah baiknya apabila kami mendapatkan perhiasan dunia sebagaimana yang diberikan kepada Karun, sesungguhnya Karun benar-benar mempunyai keberuntungan yang cukup dan besar.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ وَيۡلَكُمۡ ثَوَابُ ٱللَّهِ خَيۡرٞ لِّمَنۡ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗاۚ وَلَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلصَّٰبِرُونَ
Berkatalah orang-orang yang diberi ilmu tatkala mereka melihat Karun di dalam kemegahannya dan mendengarkan apa yang diangankan oleh teman-temannya, “Celaka kalian, balasan Allah di kehidupan akhirat dan kenikmatan yang disiapkan oleh Allah bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya dan beramal saleh itu lebih baik daripada apa yang diberikan kepada Karun dari perhiasan dunia.” Tidaklah ada yang diberikan taufik untuk mengucapkan ucapan ini dan mengamalkan apa yang menjadi konsekuensinya kecuali orang-orang sabar yang bersabar dalam mengutamakan pahala yang ada di sisi Allah daripada kenikmatan fana yang ada di dunia.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
فَخَسَفۡنَا بِهِۦ وَبِدَارِهِ ٱلۡأَرۡضَ فَمَا كَانَ لَهُۥ مِن فِئَةٖ يَنصُرُونَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُنتَصِرِينَ
 Lalu Kami benamkan Karun ke dalam tanah bersama rumahnya dan semua yang ada di dalamnya sebagai bentuk balasan terhadapnya atas perilakunya yang melampaui batas. Ia tidak mempunyai suatu golongan pun selain Allah yang menolongnya dan tidak pula ia termasuk orang yang bisa menolong dirinya sendiri.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَأَصۡبَحَ ٱلَّذِينَ تَمَنَّوۡاْ مَكَانَهُۥ بِٱلۡأَمۡسِ يَقُولُونَ وَيۡكَأَنَّ ٱللَّهَ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُۖ لَوۡلَآ أَن مَّنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡنَا لَخَسَفَ بِنَاۖ وَيۡكَأَنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلۡكَٰفِرُونَ
Orang-orang yang menginginkan harta dan perhiasan yang dipunyai Karun sebelum terbenam berkata sembari menyesal dan mengambil pelajaran darinya, “Bukankah kami mengetahui bahwa Allah memberi rezeki kepada yang dikehendaki-Nya dari para hamba-Nya dan menyempitkan rezeki bagi yang dikehendaki-Nya dari mereka?! Kalaulah Allah tidak memberi karunia kepada kami dan tidak menyiksa kami karena ucapan kami, tentulah Dia membenamkan kita juga sebagaimana Dia membenamkan Karun. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan mendapat kemenangan, baik di dunia maupun di akhirat, justru langkah dan tujuan mereka menuju kerugian di dunia dan akhirat."
تەفسیرە عەرەبیەکان:
تِلۡكَ ٱلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ نَجۡعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوّٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فَسَادٗاۚ وَٱلۡعَٰقِبَةُ لِلۡمُتَّقِينَ
Negeri akhirat itu Kami jadikan sebagai negeri kenikmatan dan kemuliaan bagi orang-orang yang tidak menginginkan kesombongan di muka bumi yang menjadikannya lupa dengan keimanan kepada kebenaran dan mengikutinya dan bagi orang-orang yang tidak menginginkan kerusakan di muka bumi. Kesudahan yang baik berupa kenikmatan surga dan keridaan Allah yang merupakan bagian dari kenikmatan itu, hanyalah untuk orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka dengan mengerjakan segala yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَيۡرٞ مِّنۡهَاۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجۡزَى ٱلَّذِينَ عَمِلُواْ ٱلسَّيِّـَٔاتِ إِلَّا مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ
Barang siapa membawa kebaikan pada hari Kiamat -berupa salat, zakat, puasa, dan lain-lain- maka baginya pahala yang lebih baik dari kebaikan tersebut karena pahala baginya dilipatgandakan hingga sepuluh kali lipat. Sebaliknya, barang siapa membawa keburukan pada hari Kiamat -berupa kekufuran, makan riba, zina, dan lain-lain- maka orang-orang yang melakukan keburukan itu tidak diganjar kecuali seperti apa yang mereka lakukan tanpa ada tambahan.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• كل ما في الإنسان من خير ونِعَم، فهو من الله خلقًا وتقديرًا.
· Segala kebaikan dan kenikmatan yang ada pada manusia, maka itu adalah dari Allah, baik dari segi penciptaannya maupun penakdirannya.

• أهل العلم هم أهل الحكمة والنجاة من الفتن؛ لأن العلم يوجه صاحبه إلى الصواب.
· Orang berilmu adalah orang yang bijak dan orang yang selamat dari fitnah karena ilmu itu mengarahkan pemiliknya menuju kebenaran.

• العلو والكبر في الأرض ونشر الفساد عاقبته الهلاك والخسران.
· Kesombongan dan takabur di muka bumi serta menyebarkan kerusakan, kesudahannya adalah kehancuran dan kerugian.

• سعة رحمة الله وعدله بمضاعفة الحسنات للمؤمن وعدم مضاعفة السيئات للكافر.
· Luasnya rahmat dan keadilan Allah dengan melipatgandakan kebaikan bagi orang yang beriman dan tidak melipatgandakan keburukan bagi orang kafir.

إِنَّ ٱلَّذِي فَرَضَ عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ لَرَآدُّكَ إِلَىٰ مَعَادٖۚ قُل رَّبِّيٓ أَعۡلَمُ مَن جَآءَ بِٱلۡهُدَىٰ وَمَنۡ هُوَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ
Sesungguhnya yang menurunkan Al-Qur`ān kepadamu dan mewajibkanmu untuk menyampaikannya serta mengamalkan isinya benar-benar akan mengembalikanmu ke Kota Makkah dengan kemenangan. Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang musyrik, “Tuhanku lebih mengetahui siapa yang membawa petunjuk dan siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata dari petunjuk dan kebenaran.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَمَا كُنتَ تَرۡجُوٓاْ أَن يُلۡقَىٰٓ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبُ إِلَّا رَحۡمَةٗ مِّن رَّبِّكَۖ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرٗا لِّلۡكَٰفِرِينَ
Sebelum diangkat menjadi rasul, engkau -wahai Rasul- tidak berangan-angan untuk mendapatkan Al-Qur`ān sebagai wahyu dari Allah, akan tetapi rahmat Allah -Subḥānahu- mengharuskan diturunkannya Al-Qur`ān kepadamu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau menjadi penolong bagi orang-orang kafir dalam kesesatan yang mereka lakukan.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ بَعۡدَ إِذۡ أُنزِلَتۡ إِلَيۡكَۖ وَٱدۡعُ إِلَىٰ رَبِّكَۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ
Janganlah sampai orang-orang musyrik itu memalingkanmu dari ayat-ayat Allah setelah diturunkannya kepadamu sehingga engkau tidak membacanya dan menyampaikannya dan serulah manusia menuju keimanan kepada Allah dan pengesaan-Nya serta menjalankan syariat-Nya. Janganlah sekali-kali kamu menjadi bagian dari orang-orang musyrik yang menyembah selain Allah di amping menyembah-Nya, akan tetapi jadilah bagian dari orang-orang bertauhid yang tidak menyembah selain Allah semata.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَلَا تَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَۘ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۚ كُلُّ شَيۡءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجۡهَهُۥۚ لَهُ ٱلۡحُكۡمُ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ
Janganlah pula engkau menyembah tuhan lain di samping menyembah Allah, tidak ada yang berhak disembah selain-Nya. Segala sesuatu akan binasa kecuali wajah-Nya Yang Mahasuci. Hanya milik-Nyalah segala hukum, dengannya Dia menghukumi sekehendak-Nya dan hanya kepada-Nya kalian akan dikembalikan pada hari Kiamat untuk mendapatkan perhitungan dan pembalasan amalan.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• النهي عن إعانة أهل الضلال.
· Larangan menolong para tokoh kesesatan.

• الأمر بالتمسك بتوحيد الله والبعد عن الشرك به.
· Perintah untuk berpegang dengan ketauhidan kepada Allah dan menjauhkan diri dari mempersekutukan-Nya.

• ابتلاء المؤمنين واختبارهم سُنَّة إلهية.
· Ujian dan cobaan bagi orang-orang yang beriman adalah sunatullah.

• غنى الله عن طاعة عبيده.
· Allah tidak membutuhkan ketaatan para hamba-Nya.

 
وه‌رگێڕانی ماناكان سوره‌تی: سورەتی القصص
پێڕستی سوره‌ته‌كان ژمارەی پەڕە
 
وه‌رگێڕانی ماناكانی قورئانی پیرۆز - وەرگێڕاوی ئیندۆنیسی بۆ پوختەی تەفسیری قورئانی پیرۆز - پێڕستی وه‌رگێڕاوه‌كان

وەرگێڕاوی ئیندۆنیسی بۆ پوختەی تەفسیری قورئانی پیرۆز، لە لایەن ناوەندی تەفسیر بۆ خوێندنەوە قورئانیەکان.

داخستن