د مخ شمېره:close

external-link copy
21 : 25

۞ وَقَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَرۡجُونَ لِقَآءَنَا لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡنَا ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَوۡ نَرَىٰ رَبَّنَاۗ لَقَدِ ٱسۡتَكۡبَرُواْ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ وَعَتَوۡ عُتُوّٗا كَبِيرٗا

Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami, "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?" Sesungguhnya, mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas(dalam melakukan) kezaliman. info
التفاسير: |

external-link copy
22 : 25

يَوۡمَ يَرَوۡنَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ لَا بُشۡرَىٰ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُجۡرِمِينَ وَيَقُولُونَ حِجۡرٗا مَّحۡجُورٗا

Pada hari mereka melihat malaikat [1061] pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, "Ḥijrān maḥjūrā [1062]. info

[1061]. Maksudnya, pada hari mereka menemui kematian atau pada hari kiamat.
[1062]. Ini suatu ungkapan yang biasa disebut oleh orang Arab pada waktu menemui musuh yang tidak dapat dielakkan lagi atau ditimpa suatu bencana yang tidak dapat dihindari. Ungkapan ini berarti, "Semoga Allah menghindarkan bahaya ini dari saya."

التفاسير: |

external-link copy
23 : 25

وَقَدِمۡنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُواْ مِنۡ عَمَلٖ فَجَعَلۡنَٰهُ هَبَآءٗ مَّنثُورًا

Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan [1063], lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. info

[1063]. Maksud amal mereka di sini ialah amal-amal mereka yang baik-baik yang mereka kerjakan di dunia. Amal-amal itu tidak dibalasi oleh Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā karena mereka tidak beriman.

التفاسير: |

external-link copy
24 : 25

أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ يَوۡمَئِذٍ خَيۡرٞ مُّسۡتَقَرّٗا وَأَحۡسَنُ مَقِيلٗا

Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya. info
التفاسير: |

external-link copy
25 : 25

وَيَوۡمَ تَشَقَّقُ ٱلسَّمَآءُ بِٱلۡغَمَٰمِ وَنُزِّلَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ تَنزِيلًا

Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang. info
التفاسير: |

external-link copy
26 : 25

ٱلۡمُلۡكُ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡحَقُّ لِلرَّحۡمَٰنِۚ وَكَانَ يَوۡمًا عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ عَسِيرٗا

Kerajaan yang hak [1064] pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu), satu hari penuh kesukaran bagi orang-orang kafir. info

[1064]. Maksud "kerajaan yang hak "ialah kekuasaan yang mutlak yang tidak dapat disertai oleh suatu apa pun juga.

التفاسير: |

external-link copy
27 : 25

وَيَوۡمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيۡهِ يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي ٱتَّخَذۡتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلٗا

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya [1065] seraya berkata, "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama rasul." info

[1065]. Maksudnya, menyesali perbuatannya.

التفاسير: |

external-link copy
28 : 25

يَٰوَيۡلَتَىٰ لَيۡتَنِي لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِيلٗا

Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan [1066] itu teman akrab(ku). info

[1066]. Maksud "si fulan" ialah setan atau orang yang telah menyesatkannya di dunia.

التفاسير: |

external-link copy
29 : 25

لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِيۗ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِلۡإِنسَٰنِ خَذُولٗا

Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`ān ketika Al-Qur`ān itu telah datang kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia. info
التفاسير: |

external-link copy
30 : 25

وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَٰرَبِّ إِنَّ قَوۡمِي ٱتَّخَذُواْ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ مَهۡجُورٗا

Berkatalah rasul, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur`ān itu sesuatu yang tidak diacuhkan". info
التفاسير: |

external-link copy
31 : 25

وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوّٗا مِّنَ ٱلۡمُجۡرِمِينَۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيٗا وَنَصِيرٗا

Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhan-mu menjadi pemberi petunjuk dan penolong. info
التفاسير: |

external-link copy
32 : 25

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوۡلَا نُزِّلَ عَلَيۡهِ ٱلۡقُرۡءَانُ جُمۡلَةٗ وَٰحِدَةٗۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَۖ وَرَتَّلۡنَٰهُ تَرۡتِيلٗا

Berkatalah orang-orang yang kafir, "Mengapa Al-Qur`ān itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah [1067] supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar). info

[1067]. Maksudnya, Al-Qur`ān itu tidak diturunkan sekaligus, tetapi diturunkan secara berangsur­angsur agar dengan cara demikian hati nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam menjadi kuat dan tetap.

التفاسير: |
next

Al-Furqān

prev