Përkthimi i kuptimeve të Kuranit Fisnik - El Muhtesar fi tefsir el Kuran el Kerim - Përkthimi indonezisht * - Përmbajtja e përkthimeve


Përkthimi i kuptimeve Ajeti: (8) Surja: Suretu En Nur
وَيَدۡرَؤُاْ عَنۡهَا ٱلۡعَذَابَ أَن تَشۡهَدَ أَرۡبَعَ شَهَٰدَٰتِۭ بِٱللَّهِ إِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ
Dengan demikian maka istrinya tersebut layak untuk diberi hukuman hudud zina. Sang istri bisa menghindari hukuman hudud dengan cara bersumpah empat kali dengan nama Allah bahwa suaminya itu benar-benar berdusta dalam menuduhkan zina kepada dirinya.
Tefsiret në gjuhën arabe:
Dobitë e ajeteve të kësaj faqeje:
• التمهيد للحديث عن الأمور العظام بما يؤذن بعظمها.
· Memberikan pendahuluan dalam memaparkan perkara besar untuk mengisyaratkan urgennya perkara tersebut.

• الزاني يفقد الاحترام والرحمة في المجتمع المسلم.
· Seorang pezina kehilangan status kehormatan dan belas kasihan dalam masyarakat Islam.

• الحصار الاجتماعي على الزناة وسيلة لتحصين المجتمع منهم، ووسيلة لردعهم عن الزنى.
· Sanksi sosial untuk para pezina berupa hukuman dera atau diasingkan merupakan sarana untuk menjaga martabat masyarakat dari keburukan mereka, serta sarana untuk membuat mereka jera dari perbuatan zina.

• تنويع عقوبة القاذف إلى عقوبة مادية (الحد)، ومعنوية (رد شهادته، والحكم عليه بالفسق) دليل على خطورة هذا الفعل.
· Beragamnya hukuman bagi penuduh yang berdusta berupa hukuman fisik (yaitu cambukan) dan hukuman non-fisik (yaitu menolak kesaksiannya dan vonis sebagai orang fasik) menunjukkan bahayanya perbuatan menuduh ini.

• لا يثبت الزنى إلا ببينة، وادعاؤه دونها قذف.
· Tuduhan zina tidak dibenarkan kecuali dengan bukti yang jelas. Adapun hanya menuduh tanpa bukti maka itu merupakan qażaf (tuduhan palsu).

 
Përkthimi i kuptimeve Ajeti: (8) Surja: Suretu En Nur
Përmbajtja e sureve Numri i faqes
 
Përkthimi i kuptimeve të Kuranit Fisnik - El Muhtesar fi tefsir el Kuran el Kerim - Përkthimi indonezisht - Përmbajtja e përkthimeve

Libri "El Muhtesar fi tefsir el Kuran el Kerim" i përkthyer në indonezisht - Botuar nga Qendra e Tefsirit për Studime Kuranore.

Mbyll