وه‌رگێڕانی ماناكانی قورئانی پیرۆز - وەرگێڕاوی ئیندۆنیسی بۆ پوختەی تەفسیری قورئانی پیرۆز * - پێڕستی وه‌رگێڕاوه‌كان


وه‌رگێڕانی ماناكان سوره‌تی: سورەتی المجادلة   ئایه‌تی:

Surah Al-Mujādilah

لە مەبەستەکانی سورەتەکە:
إظهار علم الله الشامل وإحاطته البالغة، تربيةً لمراقبته، وتحذيرًا من مخالفته.
Menjelaskan tentang ilmu Allah yang menyeluruh dan pengetahuan-Nya yang luas, untuk mendidik manusia supaya merasa diawasi oleh-Nya dan peringatan supaya mereka tidak menyelisihi-Nya.

قَدۡ سَمِعَ ٱللَّهُ قَوۡلَ ٱلَّتِي تُجَٰدِلُكَ فِي زَوۡجِهَا وَتَشۡتَكِيٓ إِلَى ٱللَّهِ وَٱللَّهُ يَسۡمَعُ تَحَاوُرَكُمَآۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعُۢ بَصِيرٌ
Allah telah mendengar ucapan seorang wanita (yaitu Khaulah binti Ṡa'labah) yang melapor kepadamu -wahai Rasul- tentang kondisi suaminya (yaitu Aus bin Aṣ-Ṣāmit) ketika suaminya melakukan ẓihār terhadapnya dan mengadukan kepada Allah apa yang diperbuat oleh suaminya kepadanya, sementara Allah mendengar perbincangan antara kalian berdua, tak ada sesuatu pun darinya yang luput dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar perkataan hamba-hamba-Nya dan Maha Mengetahui segala perbuatan mereka, tidak ada sedikit pun hal itu yang luput dari-Nya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
ٱلَّذِينَ يُظَٰهِرُونَ مِنكُم مِّن نِّسَآئِهِم مَّا هُنَّ أُمَّهَٰتِهِمۡۖ إِنۡ أُمَّهَٰتُهُمۡ إِلَّا ٱلَّٰٓـِٔي وَلَدۡنَهُمۡۚ وَإِنَّهُمۡ لَيَقُولُونَ مُنكَرٗا مِّنَ ٱلۡقَوۡلِ وَزُورٗاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٞ
Orang-orang yang melakukan ẓihār terhadap istri-istri mereka, yaitu seseorang di antara mereka berkata kepada istrinya, “Engkau bagiku seperti punggung ibuku”, mereka berbohong dalam ucapannya ini karena istri-istri mereka bukanlah ibu-ibu mereka. Tidaklah ibu-ibu mereka melainkan orang-orang yang melahirkan mereka. Sesungguhnya saat mereka mengucapkan hal itu, mereka mengucapkan ucapan yang mungkar dan dusta, dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf dan Maha Pengampun, Dia mensyariatkan kafarat bagi mereka sebagai pelepasan mereka dari dosa.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَٱلَّذِينَ يُظَٰهِرُونَ مِن نِّسَآئِهِمۡ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُواْ فَتَحۡرِيرُ رَقَبَةٖ مِّن قَبۡلِ أَن يَتَمَآسَّاۚ ذَٰلِكُمۡ تُوعَظُونَ بِهِۦۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ
Orang-orang yang mengucapkan ucapan yang mungkar ini, kemudian ia ingin bersenggama dengan istri-istri yang telah mereka jatuhi ẓihār, maka mereka wajib membayar kafarat dengan membebaskan seorang budak sebelum bersenggama dengannya. Demikianlah hukum yang diperintahkan kepada kalian sebagai peringatan agar kalian tidak melakukan ẓihār. Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan, tidak ada sesuatu pun dari perbuatan kalian yang luput dari-Nya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
فَمَن لَّمۡ يَجِدۡ فَصِيَامُ شَهۡرَيۡنِ مُتَتَابِعَيۡنِ مِن قَبۡلِ أَن يَتَمَآسَّاۖ فَمَن لَّمۡ يَسۡتَطِعۡ فَإِطۡعَامُ سِتِّينَ مِسۡكِينٗاۚ ذَٰلِكَ لِتُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۚ وَتِلۡكَ حُدُودُ ٱللَّهِۗ وَلِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Barang siapa dari kalian yang tidak mendapatkan budak untuk dimerdekakan maka dia wajib berpuasa selama dua bulan berturut-turut sebelum menggauli istri yang ia jatuhi ẓihār. Namun, barang siapa tidak mampu berpuasa dua bulan berturut-turut maka ia wajib memberi makan enam puluh orang miskin. Hukum yang Kami putuskan itu bertujuan agar kalian beriman bahwa Allah yang memerintahkannya, sehingga kalian mengimplementasikan perintah-Nya dan menaati Rasul-Nya. Hukum-hukum yang Kami syariatkan atas kalian itu merupakan hukum-hukum Allah yang diputuskan-Nya untuk hamba-hamba-Nya, sebab itu janganlah kalian melanggarnya. Adapun orang-orang yang kafir terhadap hukum-hukum dan batasan-batasan Allah yang telah diputuskan-Nya, maka bagi mereka ada siksa yang pedih.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحَآدُّونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ كُبِتُواْ كَمَا كُبِتَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۚ وَقَدۡ أَنزَلۡنَآ ءَايَٰتِۭ بَيِّنَٰتٖۚ وَلِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابٞ مُّهِينٞ
Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya akan dihinakan dan direndahkan sebagaimana orang-orang yang menentang-Nya dari umat-umat yang terdahulu juga dihinakan dan direndahkan. Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata, dan bagi orang-orang yang kafir terhadap Allah, Rasul-Nya, dan ayat-ayat-Nya siksa yang menghinakan.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
يَوۡمَ يَبۡعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعٗا فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوٓاْۚ أَحۡصَىٰهُ ٱللَّهُ وَنَسُوهُۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ شَهِيدٌ
Pada hari saat Allah membangkitkan mereka semua, tidak meninggalkan seorang pun dari mereka lalu memberitahukan kepada mereka perbuatan-perbuatan buruk yang pernah mereka lakukan di dunia, Allah mencatatnya untuk mereka, tidak ada yang terlewatkan dari amal perbuatan mereka, padahal mereka telah melupakannya, lalu mereka mendapatinya tertulis di dalam lembaran-lembaran catatan amal mereka yang tidak meninggalkan perbuatan kecil maupun besar melainkan lembaran-lembaran itu mencatatnya. Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu, tidak ada sedikit pun dari amal perbuatan mereka yang luput dari-Nya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• لُطْف الله بالمستضعفين من عباده من حيث إجابة دعائهم ونصرتهم.
· Kelembutan Allah terhadap orang-orang lemah dari hamba-hambaNya dengan mengabulkan do’a dan menolong mereka.

• من رحمة الله بعباده تنوع كفارة الظهار حسب الاستطاعة ليخرج العبد من الحرج.
· Di antara rahmat Allah kepada hamba-Nya adalah bervariasinya cara membayar kafarat ẓihār sesuai kemampuan seseorang, sehingga ia terhindar dari kesulitan.

• في ختم آيات الظهار بذكر الكافرين؛ إشارة إلى أنه من أعمالهم، ثم ناسب أن يورد بعض أحوال الكافرين.
· Di akhir ayat-ayat tentang ẓihār, Allah menyebutkan orang-orang kafir. Ini mengisyaratkan bahwa ẓihār adalah perbuatan orang-orang kafir, sehingga sangat pas setelahnya Allah menyebutkan sebagian keadaan orang-orang kafir.

أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۖ مَا يَكُونُ مِن نَّجۡوَىٰ ثَلَٰثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمۡ وَلَا خَمۡسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمۡ وَلَآ أَدۡنَىٰ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكۡثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمۡ أَيۡنَ مَا كَانُواْۖ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٌ
Tidakkah engkau melihat -wahai Rasul- bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, tidak ada sesuatu pun dari keduanya yang luput dari-Nya. Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang melainkan Dia -Subḥānahu- yang keempat dengan ilmu-Nya, tiada pembicaraan antara lima orang melainkan Dia -Subḥānahu- yang keenam dengan ilmu-Nya, dan tiada pula pembicaraan antara orang yang berjumlah lebih sedikit dari itu atau lebih banyak melainkan Allah bersama mereka dengan ilmu-Nya di mana saja mereka berada, tidak ada sedikit pun dari pembicaraan mereka yang luput darinya, kemudian Allah memberitahukan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang luput dari-Nya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ نُهُواْ عَنِ ٱلنَّجۡوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُواْ عَنۡهُ وَيَتَنَٰجَوۡنَ بِٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِ وَمَعۡصِيَتِ ٱلرَّسُولِۖ وَإِذَا جَآءُوكَ حَيَّوۡكَ بِمَا لَمۡ يُحَيِّكَ بِهِ ٱللَّهُ وَيَقُولُونَ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ لَوۡلَا يُعَذِّبُنَا ٱللَّهُ بِمَا نَقُولُۚ حَسۡبُهُمۡ جَهَنَّمُ يَصۡلَوۡنَهَاۖ فَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ
Tidakkah engkau melihat -wahai Rasul- kepada orang-orang Yahudi yang saling berbisik-bisik apabila mereka melihat orang mukmin, lalu Allah melarang mereka dari bisik-bisik, kemudian mereka kembali melakukan apa yang dilarang oleh Allah kepada mereka dengan saling berbisik-bisik di antara mereka dengan sesuatu yang mengandung dosa seperti menggunjing orang-orang yang beriman, dengan hal yang menimbulkan permusuhan terhadap orang-orang yang beriman, serta hal yang merupakan kemaksiatan terhadap Rasul. Jika mereka mendatangimu -wahai Rasul- mereka mengucapkan salam kepadamu dengan salam yang Allah belum pernah mengucapkannya kepadamu, yaitu ucapan mereka, “as-sāmu 'alaika” yang bermakna "kematian atau kebinasaan untukmu". Mereka juga berkata sebagai bentuk pendustaan terhadap Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, “Kenapa Allah tidak menyiksa kami atas ucapan kami?! Jika dia benar seperti yang diklaimnya bahwa dirinya adalah nabi, tentulah Allah menyiksa kami atas apa yang kami ucapkan.” Cukuplah Jahanam sebagai siksa bagi mereka atas ucapan mereka, mereka merasakan panasnya neraka, sungguh seburuk-buruk tempat kembali adalah tempat mereka kembali.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا تَنَٰجَيۡتُمۡ فَلَا تَتَنَٰجَوۡاْ بِٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِ وَمَعۡصِيَتِ ٱلرَّسُولِ وَتَنَٰجَوۡاْ بِٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِيٓ إِلَيۡهِ تُحۡشَرُونَ
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengerjakan syariat-Nya! Janganlah kalian berbisik-bisik dengan sesuatu yang mengandung dosa, permusuhan, atau maksiat terhadap Rasul, agar kalian tidak seperti orang-orang Yahudi! Namun, berbisik-bisiklah kalian dengan sesuatu yang mengandung ketaatan kepada Allah dan berhentilah dari perbuatan maksiat terhadap-Nya. Bertakwalah kepada Allah dengan melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya karena hanya kepada Dia semata kalian dikembalikan pada hari Kiamat untuk perhitungan amal dan pembalasan.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
إِنَّمَا ٱلنَّجۡوَىٰ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ لِيَحۡزُنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَيۡسَ بِضَآرِّهِمۡ شَيۡـًٔا إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ
Sesungguhnya bisik-bisik itu -yang mengandung dosa, permusuhan, dan kemaksiatan terhadap Rasul- adalah bagian dari upaya setan untuk memperindah yang buruk dan gangguannya terhadap para penolong-penolongnya, untuk memasukkan kesedihan ke hati orang-orang beriman bahwa mereka tertipu oleh setan. Setan dan upayanya untuk memperindah yang buruk itu sedikit pun tidak bisa menimpakan mudarat kepada orang-orang yang beriman kecuali dengan kehendak dan keinginan Allah. Hendaknya kepada Allah saja orang-orang yang beriman bersandar dalam segala urusan mereka.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُواْ فِي ٱلۡمَجَٰلِسِ فَٱفۡسَحُواْ يَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan melaksanakan syariat-Nya kepada mereka! Jika dikatakan kepada kalian, “Berlapang-lapanglah kalian di dalam majelis-majelis” maka lapangkanlah, niscaya Allah melapangkan bagi kalian kehidupan dunia dan akhirat. Jika dikatakan kepada kalian, “Bangkitlah dari majelis agar orang yang memiliki keutamaan duduk padanya” maka bangkitlah, niscaya Allah -Subḥānahu- mengangkat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dengan beberapa derajat yang agung. Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan, tidak ada sesuatu pun dari perbuatan kalian yang luput dari-Nya, dan Dia akan membalas kalian atas perbuatan tersebut.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• مع أن الله عالٍ بذاته على خلقه؛ إلا أنه مطَّلع عليهم بعلمه لا يخفى عليه أي شيء.
· Meskipun Allah itu tinggi dari sisi zat-Nya di atas makhluk-Nya, akan tetapi Dia mengetahui segenap makhluk-Nya dengan ilmu-Nya, tidak ada sesuatu pun yang luput dari-Nya.

• لما كان كثير من الخلق يأثمون بالتناجي أمر الله المؤمنين أن تكون نجواهم بالبر والتقوى.
· Ketika banyak orang yang berdosa karena pembicaraan rahasia, Allah memerintahkan agar pembicaraan rahasia orang-orang beriman adalah dalam urusan kebaikan dan takwa.

• من آداب المجالس التوسيع فيها للآخرين.
· Di antara adab dalam majelis adalah memberikan kelapangan untuk orang lain.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نَٰجَيۡتُمُ ٱلرَّسُولَ فَقَدِّمُواْ بَيۡنَ يَدَيۡ نَجۡوَىٰكُمۡ صَدَقَةٗۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ لَّكُمۡ وَأَطۡهَرُۚ فَإِن لَّمۡ تَجِدُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٌ
Ketika banyak sahabat yang mengadakan pembicaraan khusus dengan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kalian menginginkan pembicaraan khusus dengan Rasul maka hendaknya kalian membayarkan sedekah sebelum pembicaraan itu. Membayarkan sedekah itu lebih baik bagi kalian dan lebih bersih karena mengandung ketaatan kepada Allah yang bisa membersihkan hati. Jika kalian tidak mempunyai apa yang bisa kalian sedekahkan maka tidak mengapa bagi kalian untuk berbicara khusus dengan Rasul, sesungguhnya Allah Maha Pengampun atas dosa-dosa hamba-Nya dan Maha Penyayang terhadap mereka karena tidak membebani mereka kecuali sebatas kemampuan mereka.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
ءَأَشۡفَقۡتُمۡ أَن تُقَدِّمُواْ بَيۡنَ يَدَيۡ نَجۡوَىٰكُمۡ صَدَقَٰتٖۚ فَإِذۡ لَمۡ تَفۡعَلُواْ وَتَابَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمۡ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥۚ وَٱللَّهُ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
Apakah kalian khawatir menjadi fakir karena mengeluarkan sedekah jika kalian akan mengadakan pembicaraan dengan Rasul?! Jika kalian tidak mampu mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah dalam hal ini dan Allah telah mengampuni kalian dengan memberikan keringanan bagi kalian untuk meninggalkannya, maka kerjakanlah salat dengan sempurna, berikanlah zakat dari harta kalian, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan, tidak ada sesuatu pun dari perbuatan kalian yang luput dari-Nya, dan Dia akan membalas kalian atas perbuatan tersebut.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
۞ أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ تَوَلَّوۡاْ قَوۡمًا غَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِم مَّا هُم مِّنكُمۡ وَلَا مِنۡهُمۡ وَيَحۡلِفُونَ عَلَى ٱلۡكَذِبِ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ
Tidaklah kamu melihat -wahai Rasul- kepada orang-orang munafik yang berteman dengan orang-orang Yahudi yang telah dimurkai Allah dikarenakan kekufuran dan kemaksiatan mereka?! Orang-orang munafik itu bukan bagian dari orang-orang yang beriman dan mereka juga bukan bagian dari orang-orang Yahudi, akan tetapi mereka itu dalam keraguan, tidak bersama golongan mukmin dan tidak pula bersama golongan Yahudi. Orang-orang munafik itu bersumpah bahwa mereka adalah orang-orang muslim dan bahwa mereka tidak membocorkan berita tentang kaum muslimin kepada orang-orang Yahudi, padahal sungguh mereka berdusta dengan sumpah mereka itu.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُمۡ عَذَابٗا شَدِيدًاۖ إِنَّهُمۡ سَآءَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ
Allah menyiapkan siksa yang pedih bagi mereka di akhirat dengan memasukkan mereka ke lapisan neraka paling bawah. Sungguh amat buruk perbuatan kufur yang mereka kerjakan di dunia.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
ٱتَّخَذُوٓاْ أَيۡمَٰنَهُمۡ جُنَّةٗ فَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ فَلَهُمۡ عَذَابٞ مُّهِينٞ
Mereka menjadikan sumpah-sumpah yang pernah mereka ikrarkan sebagai perisai dari pembunuhan akibat kekufuran mereka. Dengan sumpah itu, mereka menampakkan keislaman untuk menjaga darah dan harta mereka, sehingga mereka mengalihkan manusia dari kebenaran dikarenakan mereka telah berusaha melemahkan dan meruntuhkan tekad kaum muslimin. Sebab itu, bagi mereka siksa pedih yang menghinakan dan merendahkan mereka.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
لَّن تُغۡنِيَ عَنۡهُمۡ أَمۡوَٰلُهُمۡ وَلَآ أَوۡلَٰدُهُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔاۚ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ
Harta-harta dan anak-anak mereka tidak berguna sedikit pun dalam menghindarkan mereka dari azab Allah. Mereka adalah penghuni neraka yang akan mereka masuki, mereka menetap di dalamnya selamanya dengan siksa yang tak ada hentinya atas mereka.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
يَوۡمَ يَبۡعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعٗا فَيَحۡلِفُونَ لَهُۥ كَمَا يَحۡلِفُونَ لَكُمۡ وَيَحۡسَبُونَ أَنَّهُمۡ عَلَىٰ شَيۡءٍۚ أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلۡكَٰذِبُونَ
Pada hari saat Allah membangkitkan mereka semua, tidak ada seorang pun yang ketinggalan melainkan dibangkitkan untuk mendapatkan balasan. Mereka lalu bersumpah kepada Allah bahwa mereka bukanlah orang-orang kafir dan munafik, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang beriman dan mengerjakan apa yang diridai Allah. Mereka bersumpah kepada Allah sebagaimana mereka dulu bersumpah kepada kalian -wahai orang-orang yang beriman- di dunia bahwa mereka adalah orang-orang muslim. Mereka menyangka bahwa dengan sumpah yang mereka ikrarkan kepada Allah ini, mereka mendapatkan suatu manfaat atau selamat dari suatu bahaya. Ketahuilah bahwa mereka adalah orang-orang yang benar-benar pendusta dalam sumpah-sumpah mereka di dunia, maupun di akhirat.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
ٱسۡتَحۡوَذَ عَلَيۡهِمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ فَأَنسَىٰهُمۡ ذِكۡرَ ٱللَّهِۚ أُوْلَٰٓئِكَ حِزۡبُ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ أَلَآ إِنَّ حِزۡبَ ٱلشَّيۡطَٰنِ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ
Setan telah menguasai mereka dan menjadikan mereka lupa untuk mengingat Allah dengan gangguannya, sehingga mereka tidak mengerjakan amal yang diridai oleh Allah, justru melakukan perbuatan yang menjadikan Allah murka. Orang-orang yang mempunyai sifat-sifat tersebut adalah tentara-tentara iblis dan pengikut-pengikutnya. Ketahuilah bahwa tentara-tentara iblis dan pengikut-pengikutnya adalah orang-orang yang merugi di dunia dan di akhirat karena mereka telah menukar petunjuk dengan kesesatan dan menukar surga dengan neraka.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحَآدُّونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ٱلۡأَذَلِّينَ
Sesungguhnya orang-orang yang memusuhi Allah dan memusuhi Rasul-Nya, mereka termasuk bagian dari orang-orang yang dihinakan oleh Allah di dunia dan di akhirat serta direndahkan oleh-Nya dari kalangan umat-umat yang kafir.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
كَتَبَ ٱللَّهُ لَأَغۡلِبَنَّ أَنَا۠ وَرُسُلِيٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٞ
Allah telah menetapkan berdasarkan ilmu-Nya yang telah lalu, “Sungguh Aku dan rasul-rasul-Ku benar-benar pasti akan menang terhadap musuh-musuh Kami dengan hujah dan kekuatan.” Sesungguhnya Allah Mahakuat dalam menolong rasul-rasul-Nya dan Mahaperkasa dalam membalas musuh-musuh mereka.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• لطف الله بنبيه صلى الله عليه وسلم؛ حيث أدَّب صحابته بعدم المشقَّة عليه بكثرة المناجاة.
· Kelembutan Allah terhadap Nabi-Nya -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, yaitu Dia mendidik sahabat-sahabatnya agar tidak memberatkan beliau dengan banyak meminta pembicaraan khusus dengan beliau.

• ولاية اليهود من شأن المنافقين.
· Loyal kepada orang-orang Yahudi adalah fakta dan keadaan orang-orang munafik.

• خسران أهل الكفر وغلبة أهل الإيمان سُنَّة إلهية قد تتأخر، لكنها لا تتخلف.
· Kerugian orang-orang kafir dan kemenangan orang-orang yang beriman merupakan sunatullah, kadang terjadinya telat, akan tetapi tidak mungkin tidak terjadi.

لَّا تَجِدُ قَوۡمٗا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ يُوَآدُّونَ مَنۡ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوۡ كَانُوٓاْ ءَابَآءَهُمۡ أَوۡ أَبۡنَآءَهُمۡ أَوۡ إِخۡوَٰنَهُمۡ أَوۡ عَشِيرَتَهُمۡۚ أُوْلَٰٓئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلۡإِيمَٰنَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٖ مِّنۡهُۖ وَيُدۡخِلُهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُۚ أُوْلَٰٓئِكَ حِزۡبُ ٱللَّهِۚ أَلَآ إِنَّ حِزۡبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ
Kamu tidak akan dapati -wahai Rasul- suatu kaum yang beriman kepada Allah dan beriman kepada hari Kiamat yang mencintai dan loyal kepada orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, meskipun musuh-musuh Allah itu adalah bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, dan keluarga tempat mereka bersandar, karena iman itu mencegah dari saling tolong-menolong dengan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya dan karena ikatan iman itu lebih kuat dari segala ikatan serta wajib lebih diprioritaskan apabila terjadi pertentangan. Orang-orang yang tidak menjadikan penolong dari orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya -meskipun masih kerabat mereka- adalah orang-orang yang telah ditetapkan keimanan di dalam hati mereka sehingga tidak berubah. Allah menguatkan mereka dengan bukti nyata dan cahaya dari-Nya dan memasukkan mereka pada hari Kiamat ke dalam surga-surga ‘Adn yang di bawah istana-istana dan pepohonannya mengalir sungai-sungai. Mereka menetap di dalamnya selamanya, kenikmatannya tidak pernah berhenti dari mereka, dan keberadaan mereka di dalam surga itu pun tidak pernah fana. Allah meridai mereka dengan keridaan yang tidak ada kemurkaan lagi setelahnya dan mereka pun meridai-Nya karena Allah telah memberikan kepada mereka kenikmatan yang tidak pernah habis. Di antara kenikmatan itu adalah bisa melihat kepada Allah -Subhānahu-. Orang-orang yang mempunyai kriteria seperti ini adalah tentara Allah yang senantiasa menaati apa yang diperintahkan oleh Allah dan menahan diri dari apa yang dilarang-Nya. Ketahuilah bahwa tentara Allah adalah orang-orang yang menang karena mendapatkan apa yang mereka inginkan dan terhindar dari apa yang mereka takuti di dunia dan di akhirat.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• المحبة التي لا تجعل المسلم يتبرأ من دين الكافر ويكرهه، فإنها محرمة، أما المحبة الفطرية؛ كمحبة المسلم لقريبه الكافر، فإنها جائزة.
· Kecintaan yang tidak menjadikan seorang muslim berlepas diri dan membenci agama orang kafir adalah kecintaan yang diharamkan. Adapun kecintaan yang bersifat naluri, seperti kecintaan seorang muslim terhadap kerabat dekatnya yang kafir, maka itu diperbolehkan.

• رابطة الإيمان أوثق الروابط بين أهل الإيمان.
· Ikatan iman adalah ikatan terkuat yang ada di antara orang-orang mukmin.

• قد يعلو أهل الباطل حتى يُظن أنهم لن ينهزموا، فتأتي هزيمتهم من حيث لا يتوقعون.
· Terkadang ahli kebatilan berkuasa, sehingga dikira mereka tidak akan terkalahkan, tetapi ternyata kekalahan mereka datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

• من قدر الله في الناس دفع المصائب بوقوع ما دونها من المصائب.
· Di antara takdir Allah kepada manusia adalah mengurungkan musibah-musibah besar dengan menimpakan musibah yang lebih ringan.

 
وه‌رگێڕانی ماناكان سوره‌تی: سورەتی المجادلة
پێڕستی سوره‌ته‌كان ژمارەی پەڕە
 
وه‌رگێڕانی ماناكانی قورئانی پیرۆز - وەرگێڕاوی ئیندۆنیسی بۆ پوختەی تەفسیری قورئانی پیرۆز - پێڕستی وه‌رگێڕاوه‌كان

وەرگێڕاوی ئیندۆنیسی بۆ پوختەی تەفسیری قورئانی پیرۆز، لە لایەن ناوەندی تەفسیر بۆ خوێندنەوە قورئانیەکان.

داخستن