وه‌رگێڕانی ماناكانی قورئانی پیرۆز - وەرگێڕاوی ئیندۆنیسی بۆ پوختەی تەفسیری قورئانی پیرۆز * - پێڕستی وه‌رگێڕاوه‌كان


وه‌رگێڕانی ماناكان سوره‌تی: سورەتی الحشر   ئایه‌تی:

Surah Al-Ḥasyr

لە مەبەستەکانی سورەتەکە:
إظهار قوة الله وعزته في توهين اليهود والمنافقين، وإظهار تفرقهم، في مقابل إظهار تآلف المؤمنين.
Menjelaskan tentang kekuatan Allah dan keperkasaan-Nya dalam melemahkan orang-orang Yahudi dan kaum munafik dan memperlihatkan perpecahan mereka, dan sebaliknya Dia memperlihatkan persatuan kaum mukminin.

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ
Seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi menyucikan Allah dan membersihkan-Nya dari apa yang tidak pantas bagi-Nya. Dia Mahaperkasa, tidak ada seorang pun yang mampu mengalahkan-Nya, lagi Mahabijaksana dalam penciptaan-Nya, syariat-Nya, dan takdir-Nya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
هُوَ ٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ مِن دِيَٰرِهِمۡ لِأَوَّلِ ٱلۡحَشۡرِۚ مَا ظَنَنتُمۡ أَن يَخۡرُجُواْۖ وَظَنُّوٓاْ أَنَّهُم مَّانِعَتُهُمۡ حُصُونُهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَأَتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِنۡ حَيۡثُ لَمۡ يَحۡتَسِبُواْۖ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلرُّعۡبَۚ يُخۡرِبُونَ بُيُوتَهُم بِأَيۡدِيهِمۡ وَأَيۡدِي ٱلۡمُؤۡمِنِينَ فَٱعۡتَبِرُواْ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَبۡصَٰرِ
Dialah yang mengusir Bani Naḍīr yang kafir terhadap Allah dan mendustakan Rasul-Nya, Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dari rumah-rumah mereka di Madinah pada pengusiran mereka yang pertama dari Madinah ke negeri Syam. Mereka dari kalangan Yahudi, pemilik Taurat, setelah mereka mengingkari perjanjian mereka dan berpihak kepada orang-orang kafir, Allah mengusir mereka ke negeri Syam. Kalian tidak menyangka -wahai orang-orang yang beriman- bahwa mereka akan diusir dari rumah-rumah mereka karena kemuliaan dan kekuatan mereka. Mereka juga menyangka bahwa benteng-benteng mereka yang telah mereka bangun dengan kokoh akan mampu melindungi mereka dari siksa Allah dan balasan-Nya. Lalu datanglah kepada mereka siksa Allah dari sisi yang tidak mereka sangka kedatangannya, yaitu saat Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk memerangi mereka dan mengusir mereka dari rumah-rumah mereka dan Allah memasukkan rasa takut yang amat sangat ke dalam hati mereka. Mereka akhirnya merobohkan rumah-rumah mereka dengan tangan-tangan mereka sendiri dari dalam agar tidak di manfaatkan kaum muslimin dan kaum muslimin merobohkannya dari sisi luar. Oleh sebab itu, ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai wawasan dari apa yang menimpa mereka dikarenakan kekufuran mereka. Janganlah kalian menjadi seperti mereka sehingga kalian mendapatkan balasan dan siksa sebagaimana yang ditimpakan kepada mereka.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَلَوۡلَآ أَن كَتَبَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡجَلَآءَ لَعَذَّبَهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَاۖ وَلَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابُ ٱلنَّارِ
Kalau bukan karena Allah telah menentukan mereka untuk keluar dan terusir dari rumah-rumah mereka, niscaya Allah pasti telah menyiksa mereka di dunia dengan dibunuh dan ditawan, dan bagi mereka di akhirat ada siksa neraka yang menunggu mereka, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• المحبة التي لا تجعل المسلم يتبرأ من دين الكافر ويكرهه، فإنها محرمة، أما المحبة الفطرية؛ كمحبة المسلم لقريبه الكافر، فإنها جائزة.
· Kecintaan yang tidak menjadikan seorang muslim berlepas diri dan membenci agama orang kafir adalah kecintaan yang diharamkan. Adapun kecintaan yang bersifat naluri, seperti kecintaan seorang muslim terhadap kerabat dekatnya yang kafir, maka itu diperbolehkan.

• رابطة الإيمان أوثق الروابط بين أهل الإيمان.
· Ikatan iman adalah ikatan terkuat yang ada di antara orang-orang mukmin.

• قد يعلو أهل الباطل حتى يُظن أنهم لن ينهزموا، فتأتي هزيمتهم من حيث لا يتوقعون.
· Terkadang ahli kebatilan berkuasa, sehingga dikira mereka tidak akan terkalahkan, tetapi ternyata kekalahan mereka datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

• من قدر الله في الناس دفع المصائب بوقوع ما دونها من المصائب.
· Di antara takdir Allah kepada manusia adalah mengurungkan musibah-musibah besar dengan menimpakan musibah yang lebih ringan.

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ شَآقُّواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥۖ وَمَن يُشَآقِّ ٱللَّهَ فَإِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ
Kejadian yang menimpa mereka itu terjadi karena mereka memusuhi Allah dan memusuhi Rasul-Nya dengan kekufuran dan pengingkaran mereka terhadap perjanjian-perjanjian. Barang siapa memusuhi Allah sesungguhnya Allah sangat pedih siksa-Nya, maka mereka akan mendapatkan siksa-Nya yang pedih itu.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
مَا قَطَعۡتُم مِّن لِّينَةٍ أَوۡ تَرَكۡتُمُوهَا قَآئِمَةً عَلَىٰٓ أُصُولِهَا فَبِإِذۡنِ ٱللَّهِ وَلِيُخۡزِيَ ٱلۡفَٰسِقِينَ
Pohon kurma yang kalian tebang -wahai orang-orang yang beriman- untuk mengalahkan musuh-musuh Allah dari Bani Naḍīr atau kalian biarkan tetap berdiri pada akarnya agar kalian bisa memanfaatkannya adalah atas perintah Allah, bukan bagian dari kerusakan di muka bumi sebagaimana yang mereka kira, dan agar Allah menghinakan orang-orang yang keluar dari ketaatan terhadap Allah dari kalangan orang-orang Yahudi yang mengingkari perjanjian dan lebih memilih untuk berkhianat daripada menunaikan janji.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَمَآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنۡهُمۡ فَمَآ أَوۡجَفۡتُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ خَيۡلٖ وَلَا رِكَابٖ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُۥ عَلَىٰ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ
Dan apa yang diberikan oleh Allah kepada Rasul-Nya dari harta kekayaan Bani Naḍīr bukan karena upaya kalian dalam mendapatkannya dengan menunggangi kuda maupun unta dan tidak pula dengan kesusahan yang menimpa kalian, akan tetapi karena Allah menguasakan kepada Rasul-Nya atas orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah telah menguasakan kepada Rasul-Nya atas Bani Naḍīr dan menaklukkan negeri mereka dengan damai. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada yang melemahkan-Nya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
مَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ كَيۡ لَا يَكُونَ دُولَةَۢ بَيۡنَ ٱلۡأَغۡنِيَآءِ مِنكُمۡۚ وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمۡ عَنۡهُ فَٱنتَهُواْۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ
Harta fai dari penduduk negeri yang diberikan oleh Allah kepada Rasul-Nya tanpa didahului dengan peperangan, maka itu untuk Allah yang diberikan kepada yang dikehendaki-Nya, untuk Rasul miliki, untuk kerabat beliau dari Bani Hasyim dan Bani al-Muṭṭalib sebagai ganti karena mereka tidak boleh menerima sedekah, untuk anak-anak yatim, untuk orang-orang fakir, dan untuk orang asing (musafir) yang kehabisan bekal, agar harta itu tidak hanya berputar di antara orang-orang kaya saja tanpa melibatkan orang-orang fakir. Apa yang diberikan oleh Rasul kepada kalian dari harta fai itu maka terimalah -wahai orang-orang yang beriman- dan apa saja yang dilarang oleh Rasul terhadap kalian maka tinggalkanlah. Bertakwalah kalian kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakeras siksa-Nya, sebab itu berhati-hatilah terhadap siksa-Nya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
لِلۡفُقَرَآءِ ٱلۡمُهَٰجِرِينَ ٱلَّذِينَ أُخۡرِجُواْ مِن دِيَٰرِهِمۡ وَأَمۡوَٰلِهِمۡ يَبۡتَغُونَ فَضۡلٗا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٗا وَيَنصُرُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ
Sebagian dari harta ini disalurkan untuk orang-orang fakir yang berhijrah di jalan Allah yang dipaksa untuk meninggalkan harta dan anak-anak mereka karena mengharapkan Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka berupa rezeki di dunia dan keridaan di akhirat dan mereka menolong Allah dan menolong Rasul-Nya dengan berjihad di jalan Allah. Orang-orang yang mempunyai kriteria semacam itu adalah orang-orang yang benar-benar mendalam imannya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلۡإِيمَٰنَ مِن قَبۡلِهِمۡ يُحِبُّونَ مَنۡ هَاجَرَ إِلَيۡهِمۡ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمۡ حَاجَةٗ مِّمَّآ أُوتُواْ وَيُؤۡثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ وَلَوۡ كَانَ بِهِمۡ خَصَاصَةٞۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفۡسِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ
Kaum Ansar yang tinggal di Madinah sebelum kedatangan kaum Muhajirin dan memilih untuk beriman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya, mereka mencintai orang-orang yang berhijrah kepada mereka dari Makkah. Tidak ada di dalam hati mereka rasa iri atau dengki terhadap kaum Muhajirin di jalan Allah jika mereka (Muhajirin) diberi bagian dari harta rampasan perang, sementara mereka tidak mendapatkannya. Mereka mendahulukan kaum Muhajirin atas diri mereka sendiri dalam urusan harta duniawi, meskipun mereka sendiri dalam kondisi fakir dan susah. Barang siapa dijaga Allah dari sifat tamak terhadap harta dalam dirinya lalu ia mengeluarkannya di jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang menang dengan mendapatkan apa yang mereka inginkan dan selamat dari hal yang mereka takutkan.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• فعل ما يُظنُّ أنه مفسدة لتحقيق مصلحة عظمى لا يدخل في باب الفساد في الأرض.
· Perbuatan yang disangka merusak dalam rangka merealisasikan maslahat yang besar, tidaklah termasuk dalam bab merusak di muka bumi.

• من محاسن الإسلام مراعاة ذي الحاجة للمال، فَصَرَفَ الفيء لهم دون الأغنياء المكتفين بما عندهم.
· Di antara keindahan Islam adalah memperhatikan orang-orang yang membutuhkan harta. Oleh karena itu, harta fai (yang diperoleh dari negeri kafir tanpa peperangan) diberikan kepada mereka dan tidak diberikan kepada orang-orang kaya yang sudah cukup dengan harta yang ada pada mereka.

• الإيثار منقبة عظيمة من مناقب الإسلام ظهرت في الأنصار أحسن ظهور.
· Īṡār (mendahulukan orang lain) adalah salah satu akhlak Islam yang tampak dengan baik dalam perilaku kaum Ansar.

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعۡدِهِمۡ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِي قُلُوبِنَا غِلّٗا لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٞ رَّحِيمٌ
Orang-orang yang datang sesudah mereka dan mengikuti mereka dengan baik hingga hari Kiamat, mereka berdoa, “Wahai Tuhan kami! Ampunilah kami dan saudara-saudara kami seagama yang telah mendahului kami dalam keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah Engkau jadikan di hati kami kedengkian terhadap seorang pun dari kalangan orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun dan Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Mu.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
۞ أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ نَافَقُواْ يَقُولُونَ لِإِخۡوَٰنِهِمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ لَئِنۡ أُخۡرِجۡتُمۡ لَنَخۡرُجَنَّ مَعَكُمۡ وَلَا نُطِيعُ فِيكُمۡ أَحَدًا أَبَدٗا وَإِن قُوتِلۡتُمۡ لَنَنصُرَنَّكُمۡ وَٱللَّهُ يَشۡهَدُ إِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ
Tidakkah engkau lihat -wahai Rasul- orang-orang yang menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keimanan yang berkata kepada saudara-saudara mereka dalam kekufuran dari kalangan orang-orang Yahudi, pengikut Taurat yang dipalsukan, “Tetaplah tinggal di rumah-rumah kalian, niscaya kami tidak akan menghinakan dan menyerahkan kalian. Jika kaum muslimin mengeluarkan kalian dari rumah-rumah kalian, niscaya kami akan keluar bersama kalian sebagai bentuk tanggung jawab kami dan kami tidak akan menaati seseorang yang ingin mencegah kami untuk keluar bersama kalian. Jika mereka memerangi kalian, niscaya kami akan membantu kalian melawan mereka.” Allah menjadi saksi bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta dalam pengakuan mereka bahwa mereka akan keluar bersama orang-orang Yahudi jika kaum Yahudi diusir dan berperang bersama Yahudi jika kaum Yahudi diperangi.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
لَئِنۡ أُخۡرِجُواْ لَا يَخۡرُجُونَ مَعَهُمۡ وَلَئِن قُوتِلُواْ لَا يَنصُرُونَهُمۡ وَلَئِن نَّصَرُوهُمۡ لَيُوَلُّنَّ ٱلۡأَدۡبَٰرَ ثُمَّ لَا يُنصَرُونَ
Jika kaum muslimin mengusir orang-orang Yahudi maka orang-orang munafik tidak keluar bersama orang-orang Yahudi. Jika kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi maka orang-orang munafik tidak akan menolong mereka. Jika kaum munafik menolong orang-orang Yahudi dan membantu mereka dalam melawan kaum muslimin, niscaya orang-orang munafik itu melarikan diri terbirit-birit dari mereka, kemudian kaum munafik itu tidak mendapat pertolongan, justru Allah menghinakan dan merendahkan mereka.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
لَأَنتُمۡ أَشَدُّ رَهۡبَةٗ فِي صُدُورِهِم مِّنَ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَوۡمٞ لَّا يَفۡقَهُونَ
Sesungguhnya kalian -wahai orang-orang yang beriman- lebih ditakuti dalam hati orang-orang munafik dan Yahudi daripada Allah. Hal itu -besarnya rasa takut mereka terhadap kalian dan minimnya rasa takut mereka terhadap Allah- dikarenakan mereka itu kaum yang tidak paham dan tidak mengerti. Seandainya mereka mengerti, niscaya mereka tahu bahwa Allah lebih pantas untuk ditakuti dan disegani karena Dialah yang menjadikan kalian menang atas mereka.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
لَا يُقَٰتِلُونَكُمۡ جَمِيعًا إِلَّا فِي قُرٗى مُّحَصَّنَةٍ أَوۡ مِن وَرَآءِ جُدُرِۭۚ بَأۡسُهُم بَيۡنَهُمۡ شَدِيدٞۚ تَحۡسَبُهُمۡ جَمِيعٗا وَقُلُوبُهُمۡ شَتَّىٰۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَوۡمٞ لَّا يَعۡقِلُونَ
Tidaklah orang-orang Yahudi memerangi kalian -wahai orang-orang yang beriman- secara bersama-sama, kecuali di tempat-tempat yang dibentengi dengan pagar-pagar atau di belakang tembok-tembok. Mereka tidak mampu menghadapi kalian karena rasa takut mereka. Permusuhan di antara mereka itu sangat kuat karena adanya pertikaian di antara mereka. Kamu mengira bahwa mereka sepakat dalam satu kata dan satu barisan, padahal kenyataannya hati mereka terpecah belah dan berselisih. Perselisihan dan pertikaian itu terjadi karena mereka tidak mengerti, sebab jika mereka mengerti niscaya mereka akan mengetahui kebenaran dan mengikutinya serta tidak berselisih tentangnya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
كَمَثَلِ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ قَرِيبٗاۖ ذَاقُواْ وَبَالَ أَمۡرِهِمۡ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ
Permisalan orang-orang Yahudi di dalam kekufuran mereka dan siksa yang menimpa mereka seperti orang-orang sebelum mereka dari kalangan orang-orang musyrik Makkah yang belum lama berselang. Mereka merasakan keburukan akibat kekufuran mereka; ada yang terbunuh dan ada yang tertawan pada perang Badar, dan bagi mereka siksa yang menyakitkan pada hari Kiamat.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
كَمَثَلِ ٱلشَّيۡطَٰنِ إِذۡ قَالَ لِلۡإِنسَٰنِ ٱكۡفُرۡ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّنكَ إِنِّيٓ أَخَافُ ٱللَّهَ رَبَّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Permisalan mereka dalam hal pendengaran mereka dari orang-orang munafik seperti setan tatkala menjadikan kekufuran terasa indah untuk manusia. Namun, setelah ia kafir dikarenakan setan telah menghiasi kekufuran untuknya, setan berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri darimu atas kekufuranmu, sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh makhluk.”
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• رابطة الإيمان لا تتأثر بتطاول الزمان وتغير المكان.
· Ikatan keimanan tidak terpengaruh oleh lamanya waktu dan perubahan tempat.

• صداقة المنافقين لليهود وغيرهم صداقة وهمية تتلاشى عند الشدائد.
· Pertemanan orang-orang munafik dengan orang-orang Yahudi adalah pertemanan palsu, ia akan hilang saat terjadi kesusahan.

• اليهود جبناء لا يواجهون في القتال، ولو قاتلوا فإنهم يتحصنون بِقُرَاهم وأسلحتهم.
· Orang-orang Yahudi adalah para pengecut, tidak berani berhadapan saat peperangan. Jika berperang, mereka berlindung di dalam benteng-benteng kota mereka, dan dengan senjata-senjata mereka.

فَكَانَ عَٰقِبَتَهُمَآ أَنَّهُمَا فِي ٱلنَّارِ خَٰلِدَيۡنِ فِيهَاۚ وَذَٰلِكَ جَزَٰٓؤُاْ ٱلظَّٰلِمِينَ
 Oleh karena itu, kesudahan perkara setan dan orang yang menaatinya adalah bahwa keduanya pada hari Kiamat berada di dalam neraka, menetap di dalamnya selama-lamanya. Balasan yang menunggu mereka itu adalah balasan bagi orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri dengan melanggar hukum-hukum Allah.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan melaksanakan syariat-Nya untuk mereka! Bertakwalah kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan hendaknya masing-masing jiwa memperhatikan apa yang telah disiapkannya dari amal saleh untuk hari Kiamat. Bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan, tidak ada sesuatu pun dari amal kalian yang luput dari-Nya, dan Dia akan membalas kalian atas perbuatan tersebut.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ نَسُواْ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمۡ أَنفُسَهُمۡۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ
Janganlah kalian seperti orang-orang yang lupa kepada Allah dengan meninggalkan perbuatan taat kepada perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri, sehingga mereka tidak melakukan amal yang bisa menyelamatkan diri mereka dari murka Allah dan siksa-Nya. Orang-orang yang lupa kepada Allah itu, yang tidak menaati perintah-Nya dan tidak meninggalkan larangan-Nya, mereka adalah orang-orang yang keluar dari ketaatan terhadap Allah.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
لَا يَسۡتَوِيٓ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِۚ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ هُمُ ٱلۡفَآئِزُونَ
Tidaklah sama antara para penghuni neraka dan para penghuni surga. Justru mereka berbeda terkait balasan yang mereka terima sebagaimana berbedanya perbuatan mereka di dunia. Para penghuni surga adalah orang-orang yang menang karena mereka memperoleh apa yang mereka cari dan selamat dari apa yang mereka hindari.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
لَوۡ أَنزَلۡنَا هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ عَلَىٰ جَبَلٖ لَّرَأَيۡتَهُۥ خَٰشِعٗا مُّتَصَدِّعٗا مِّنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِۚ وَتِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَٰلُ نَضۡرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ
Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Qur`ān ini di atas gunung, niscaya engkau akan melihat -wahai Rasul- gunung itu meski sangat keras menjadi tunduk dan hancur karena sangat ketakutan kepada Allah. Hal itu terjadi karena di dalam Al-Qur`ān itu terdapat nasihat-nasihat yang menakutkan dan ancaman yang keras. Permisalan ini Kami berikan kepada manusia agar mereka menggunakan akal mereka, sehingga bisa mengambil pelajaran dari nasihat-nasihat dan pelajaran-pelajaran yang ada di dalam ayat-ayat Al-Qur`ān.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِۖ هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ
22 - 23. Dialah Allah yang tiada sesembahan yang berhak disembah selain-Nya, Dia Maha Mengetahui segala yang gaib dan segala yang tampak, tidak ada sesuatu pun dari hal itu yang luput dari-Nya, dan Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang di dunia dan akhirat, yang meluaskan rahmat-Nya ke seluruh alam. Dia Maharaja, Mahasuci dari semua kekurangan, Mahaselamat dari semua aib, Maha Membenarkan para rasul-Nya dengan ayat-ayat yang agung, Maha Mengawasi amal perbuatan hamba-hamba-Nya, Mahaperkasa yang tidak ada sesuatu pun yang mengalahkan-Nya, Mahakuasa yang bisa memaksa segala sesuatu dengan kekuasaan-Nya, dan Maha Memiliki segala keagungan. Mahasuci Allah dan Mahabersih dari apa yang disekutukan oleh orang-orang musyrik berupa berhala-berhala dan lainnya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلۡمُؤۡمِنُ ٱلۡمُهَيۡمِنُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡجَبَّارُ ٱلۡمُتَكَبِّرُۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُونَ
22 - 23. Dialah Allah yang tiada sesembahan yang berhak disembah selain-Nya, Dia Maha Mengetahui segala yang gaib dan segala yang tampak, tidak ada sesuatu pun dari hal itu yang luput dari-Nya, dan Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang di dunia dan akhirat, yang meluaskan rahmat-Nya ke seluruh alam. Dia Maharaja, Mahasuci dari semua kekurangan, Mahaselamat dari semua aib, Maha Membenarkan para rasul-Nya dengan ayat-ayat yang agung, Maha Mengawasi amal perbuatan hamba-hamba-Nya, Mahaperkasa yang tidak ada sesuatu pun yang mengalahkan-Nya, Mahakuasa yang bisa memaksa segala sesuatu dengan kekuasaan-Nya, dan Maha Memiliki segala keagungan. Mahasuci Allah dan Mahabersih dari apa yang disekutukan oleh orang-orang musyrik berupa berhala-berhala dan lainnya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡخَٰلِقُ ٱلۡبَارِئُ ٱلۡمُصَوِّرُۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ
Dialah Allah Yang Maha Pencipta segala sesuatu, Maha Mewujudkan segala sesuatu, dan Maha Pembentuk rupa makhluk-makhluk-Nya sesuai dengan keinginan-Nya. Dia memiliki asmaulhusna (nama-nama indah) yang mencakup seluruh sifat-sifat-Nya yang tinggi. Seluruh yang ada di langit dan di bumi menyucikan-Nya dari setiap kekurangan dan Dia Mahaperkasa yang tidak ada seorang pun yang mampu mengalahkan-Nya, lagi Mahabijaksana di dalam penciptaan-Nya, syariat-Nya, dan takdir-Nya.
تەفسیرە عەرەبیەکان:
سوودەکانی ئایەتەکان لەم پەڕەیەدا:
• من علامات توفيق الله للمؤمن أنه يحاسب نفسه في الدنيا قبل حسابها يوم القيامة.
· Di antara tanda-tanda taufik Allah terhadap hamba-Nya yang beriman adalah Dia menghisab dirinya di dunia sebelum dirinya dihisab di akhirat.

• في تذكير العباد بشدة أثر القرآن على الجبل العظيم؛ تنبيه على أنهم أحق بهذا التأثر لما فيهم من الضعف.
· Dengan mengingatkan manusia tentang dahsyatnya pengaruh Al-Qur`ān terhadap gunung yang kokoh terdapat peringatan bahwa semestinya mereka lebih berhak merasakan dahsyatnya pengaruh Al-Qur`ān karena diri mereka begitu lemah.

• أشارت الأسماء (الخالق، البارئ، المصور) إلى مراحل تكوين المخلوق من التقدير له، ثم إيجاده، ثم جعل له صورة خاصة به، وبذكر أحدها مفردًا فإنه يدل على البقية.
· Nama-nama Allah; al-Khāliq (Maha Pencipta), al-Bāri` (Maha Mewujudkan), dan al-Muṣawwir (Maha Pembentuk) menunjukkan adanya tahapan dalam penciptaan makhluk, yaitu dia ditakdirkan (sebagai makhluk), lalu diwujudkan, kemudian dibuatkan rupa khusus untuk dirinya. Ketika salah satu dari nama-nama itu disebut sendirian, maka ia menunjukkan nama-nama lainnya.

 
وه‌رگێڕانی ماناكان سوره‌تی: سورەتی الحشر
پێڕستی سوره‌ته‌كان ژمارەی پەڕە
 
وه‌رگێڕانی ماناكانی قورئانی پیرۆز - وەرگێڕاوی ئیندۆنیسی بۆ پوختەی تەفسیری قورئانی پیرۆز - پێڕستی وه‌رگێڕاوه‌كان

وەرگێڕاوی ئیندۆنیسی بۆ پوختەی تەفسیری قورئانی پیرۆز، لە لایەن ناوەندی تەفسیر بۆ خوێندنەوە قورئانیەکان.

داخستن